Reza Rahadian menjadi salah satu dewan juri FFI 2014 (Foto:Metrotvnews.com/Agustinus Shindu A)
Reza Rahadian menjadi salah satu dewan juri FFI 2014 (Foto:Metrotvnews.com/Agustinus Shindu A)

FFI 2014 Tiru Sistem Penjurian Piala Oscar

Agustinus Shindu Alpito • 17 Oktober 2014 15:15
medcom.id, Jakarta: Badan Perfilman Indonesia (BPI) yang baru dibentuk awal tahun ini langsung mendapat tantangan besar menangani Festival Film Indonesia (FFI).
 
Bukan hal yang mudah, mengingat FFI mendapat sorotan tajam dari para pelaku industri sinema. Kisruh FFI terjadi sejak lama. Pada 2006, para penerima Piala Citra ramai-ramai mengembalikan piala guna memprotes keputusan FFI yang menobatkan film "Ekskul" sebagai Film Terbaik.
 
Berbagai tudingan miring lantas tersemat di tubuh FFI, mulai dari kritik soal sistem penilaian, hingga dugaan sarat kepentingan pihak tertentu.

Atas dasar itu, BPI kini mulai merombak kembali sistem penilaian dengan mengadopsi cara yang dilakukan Academy Award atau kerap disebut Oscar.
 
"Semua festival film ketika masuk dewan juri adalah soal selera, bukan muatan politis.  Sekarang, ada sistem penjurian yang baru. Mau protes apalagi? Saya berharap tidak ada kubu-kubuan lagi. Tidak ada lagi anti FFI. Semoga ke depannya ini menjadi festival film yang sangat sukses," kata Reza Rahadian, aktor yang juga menjadi salah satu dewan juri FFI 2014, dalam jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (17/10/2014).
 
Malam anugerah FFI 2014 akan digelar di Provinsi Sumatera Selatan pada 6 Desember 2014. Sebanyak 100 juri dilibatkan dalam metode penjurian yang baru pertama kali diadopsi FFI ini.
 
Untuk menjaga kualitas penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan, FFI menggandeng tim akuntan publik independen, Deloitte. Sejauh ini sudah terkumpul 105 film yang diikutsertakan. Proses pendaftaran film peserta FFI 2014 akan ditutup pada 30 Oktober 2014.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ROS)




TERKAIT

BERITA LAINNYA