David (Foto: Angel Studios)
David (Foto: Angel Studios)

Sinopsis Film David, Musikal Tentang Perjalanan Iman Daud

Elang Riki Yanuar • 04 April 2026 13:00
Ringkasnya gini..
  • Daud, pemusik muda Bethlehem, diurapi Samuel jadi calon Raja Israel setelah menunjukkan keberanian melawan singa demi melindungi domba.
  • Daud dipanggil ke istana untuk memainkan kecapi menenangkan Saul yang gelisah, namun situasi berubah saat Saul mulai iri dan curiga pada Daud.
  • Ketegangan memuncak saat Daud menghadapi Goliath di Lembah Elah, lalu tumbuh jadi prajurit hebat hingga Saul merasa takhtanya terancam.
Jakarta: Dalam rangkaian Tri Hari Suci menyambut Paskah, jaringan bioskop Indonesia merilis sebuah tayangan yang cocok ditonton untuk meningkatkan pengetahuan terkait sejarah Kristen/Katolik.
 
David merupakan film musikal animasi yang menampilkan karakter Daud dari Kitab Samuel dalam Perjanjian Lama. Phil Cunningham serta Brent Dawes duduk di bangku sutradara untuk proyek ini.
 
Film tersebut merupakan kelanjutan dari miniseri televisi Young David dan menceritakan kisah seorang gembala, penyair, dan pejuang muda Israel yang ditakdirkan untuk menjadi Raja Israel yang baru.

Sebelumnya, animasi ini sudah dirilis pada 19 Desember 2025 di Amerika Serikat. David pun mendapatkan banyak ulasan positif dari para kritikus dan menghasilkan US$84,9 juta (Rp1,4 triliun).
 
David sudah tayang di bioskop Indonesia sejak 3 April 2026.
 

Sinopsis Film David


Film ini memperkenalkan penonton kepada seorang pemusik muda bernama Daud (Brandon Engman) yang setia menggembala kawanan domba milik ayahnya, Isai (Hector), di Bethlehem, Palestina. 
 
Ketika menghadapi kawanan singa yang buas, ia harus memberanikan diri demi melindungi domba-dombanya. Atas ketulusan dan keberaniannya, Nabi Samuel (Brian Stivale) memanggil dan mengurapinya sebagai sosok yang ditakdirkan sebagai Raja Israel di masa depan.
 
Tak lama setelah pengurapan tersebut, penjaga istana datang untuk menjemput Daud agar ia memainkan kecapi bagi Raja Saul (Adam Michael Gold).
 
Sang Raja mengalami gangguan batin setelah merasa ditolak Tuhan sebagai pemimpin. Alunan musik dari kecapi Daud menjadi satu-satunya pelipur lara yang mampu menenangkan jiwa Saul yang sedang terguncang.
 
Ketegangan meningkat saat tentara Filistin yang dipimpin oleh Raja Achish (Asim Chaudhry) tiba untuk menantang pasukan Israel. Di Lembah Elah, bangsa itu memamerkan pahlawan mereka, Goliath (Kamran Nikhad), raksasa setinggi sembilan kaki yang sangat mengerikan.
 
Goliath terus-menerus menantang Saul, putranya Jonathan (Mark Jacobson), dan seluruh rakyat Israel agar mengirimkan petarung yang layak.
 
Melihat martabat bangsanya diinjak-injak, David yang memiliki iman teguh kepada Tuhan memutuskan untuk menjawab tantangan raksasa tersebut.
 
Setelah pertarungan dengan Goliath, David tumbuh dewasa menjadi prajurit tangguh di jajaran tentara Saul dan menjalin persahabatan yang sangat erat dengan Jonathan.
 
Suatu ketika, Saul memimpin pasukan menuju wilayah Amalek. Namun, mereka mendapati musuh telah pergi. Kegagalan ini membawa ingatan pahit bagi Saul tentang ketidaktaatannya di masa lalu terhadap perintah Tuhan.
 
Saul teringat saat ia membiarkan bangsa Amalek tetap hidup demi keuntungan pribadi. Padahal, Tuhan telah memerintahkannya untuk membinasakan mereka. Ketidaktaatan itulah yang menjadi alasan utama takhta Saul dicabut Tuhan.
 
Di tengah rasa frustrasinya, Saul mulai menyadari bahwa nubuat tentang raja baru merujuk pada sosok David yang ada di hadapannya. Rasa iri dan merasa dikhianati mulai meracuni pikiran Saul hingga ia kehilangan kendali saat David sedang memainkan kecapi untuknya.
 

 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA