Poster film Pelangi di Mars
Poster film Pelangi di Mars

Film Pelangi di Mars Siap Taklukkan Bioskop Eropa dan Amerika

Rafi Alvirtyantoro • 02 April 2026 21:03
Ringkasnya gini..
  • Produser Dendi Reynando sebut Pelangi di Mars akan ekspansi ke Asia Tenggara dalam 3–5 bulan ke depan.
  • Film garapan Upie Guava bidik pasar Eropa & Amerika, distribusi global masih dijajaki.
  • Strategi dubbing lokal disiapkan agar humor & cerita relevan, sekaligus dorong IP berkembang lintas produk kreatif.
Jakarta: Film Pelangi di Mars segera memulai ekspansi penayangannya ke mancanegara, dimulai dari wilayah Asia Tenggara.

Ekspansi ke Asia Tenggara

Produser Dendi Reynando mengungkapkan bahwa film Pelangi di Mars sudah mengantongi jadwal tayang untuk wilayah Asia Tenggara. Rencananya, perilisan di luar negeri tersebut akan dimulai dalam tiga hingga lima bulan ke depan.
 
“Udah ada beberapa tanggal. Misalnya kayak di Asia Tenggara mungkin dalam tiga sampai lima bulan ke depan. Jadi bertahap akan ada perilisan bioskop,” kata Dendi Reynando saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 2 April 2026.
 

Proyeksi Pasar Eropa dan Amerika

Selain di Asia, film ini diproyeksikan merambah pasar Benua Eropa dan Amerika. Pihak produksi tengah menjajaki komunikasi intensif untuk memperluas jangkauan distribusi global tersebut.
“Kemudian untuk negara-negara kayak Rusia, Italia, dan Amerika Latin, kita udah ngobrol, dan mungkin dalam waktu dekat mungkin akan kita umumkan,” ungkap Dendi.
 
Sejauh ini, tim produksi masih memprioritaskan perilisan di bioskop komersial dan belum berencana membawa Pelangi di Mars ke ajang festival film internasional.
 

Strategi Sulih Suara dan Lokalisasi

Dendi berharap film Pelangi di Mars dapat disulih suarakan ke dalam bahasa lokal di masing-masing negara tujuan. Hal ini bertujuan agar pesan dan komedi yang ada dalam film tetap relevan bagi penonton setempat.

“Karena karakter robot itu kan membawa jokes tertentu gitu ya. Dan kita percaya bahwa itu harus di-localize ke bahasa daerah tertentu, agar bisa dekat dan IP-nya bisa dikenal di banyak negara gitu,” pungkas Dendi.
 
Ia menegaskan bahwa Pelangi di Mars bukan sekadar film, melainkan sebuah kekayaan intelektual (IP) yang memiliki potensi besar untuk diadaptasi ke berbagai jenis produk kreatif lainnya.
   

Sinopsis dan Capaian Penonton

Pelangi di Mars merupakan karya terbaru dari sutradara Upie Guava yang dibintangi oleh Messi Gusti, Lutesha, hingga Rio Dewanto.
 
Film ini mengisahkan perjuangan Pelangi (Messi Gusti), manusia pertama yang lahir dan tumbuh di Mars. Berlatar masa depan, ia berpetualang mencari mineral Zeolith Omega bersama para robot demi menyelamatkan Bumi yang dilanda krisis air, sekaligus menghadapi ancaman korporasi jahat.
 
Film Pelangi di Mars telah tayang di bioskop Indonesia sejak 18 Maret 2026. Berdasarkan data Cinepoint, film tersebut telah mengantongi 223.737 penonton hingga 31 Maret 2026.
Keterangan foto:
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA