Film  Tour de Serpong (Foto: europeonscreen)
Film Tour de Serpong (Foto: europeonscreen)

3 Film Pendek Indonesia Bakal Tayang Perdana di Europe on Screen 2021

Hiburan europe on screen Film Pendek
Sunnaholomi Halakrispen • 22 September 2021 11:34
Jakarta: Europe on Screen 2021 (EoS) sedang berlangsung. Sebanyak tiga film pendek Indonesia pun akan tayang perdana di Festival Film Uni Eropa ke-21 itu.
 
Ketiga film pendek ini merupakan pemenang ajang kompetisi EoS Short Film Pitching Project (SFPP) 2020. Para pemenang mendapatkan dana parsial dari EoS serta fasilitas pasca produksi dari SAE Indonesia.
 
Salah satu film yang akan ditayangkan adalah Ghulam, karya sutradara Nashiru Setiawan asal Malang. Kemudian, film Tour de Serpong, karya sutradara Steven Vicky S. asal Tangerang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ada juga film berjudul Kepada Istriku (Marta, I’m Home), karya sutradara Patrick Warmanda asal Jakarta. Kompilasi ketiga film pendek tersebut dapat disaksikan gratis mulai hari ini pukul 14.00 WIB melalui Festival Scope.
 
Ghulam, film pendek komedi berdurasi 17 menit selaku pemenang pertama ajang SFPP 2020 bercerita tentang kisah Ghulam dan Kecap. Mereka mengadakan pemutaran film secara layar tancap di tengah ancaman dan teror dari oknum setempat yang menganggap film yang mereka putar mengandung unsur pornografi.
 
Sutradara film Ghulam, Nashiru Setiawan, menyatakan ada hal-hal yang kerap kali mendapatkan persekusi dari kelompok tertentu dan merupakan isu penting yang jarang diangkat melalui medium film. Di antaranya, isu hak asasi manusia, kebebasan berpendapat, serta situasi dan kondisi ruang-ruang seni alternatif dalam kesenian di Indonesia.
 
Sedangkan film Tour de Serpong, bercerita tentang Anton yang kabur dari rumahnya demi kuliah di Paris. Alih-alih mencapai cita-cita, ia ditipu oleh agen beasiswa dan berakhir di Serpong di mana ia bertemu tukang kopi keliling yang membantunya mencari Paris.
 
"Isu yang dekat dengan kehidupan saya, merantau saat kuliah tanpa mempertimbangkan tantangan masa depan sambil tetap bermimpi besar untuk dibuktikan ke orang tua menjadi alasan untuk membuat film ini," jelas Steven Vicky S.
 
Drama menggugah haru disajikan secara apik oleh juara ketiga SFPP 2020, Patrick Warmanda, dalam film Kepada Istriku (Marta, I’m Home). Penonton akan diajak selama 20 menit untuk melihat kisah Yohan, yang menyimpan peti mati di kamarnya setelah ditinggal mati oleh sang istri, sehingga membuat anak-anaknya bingung.
 
"Saya merasa isu yang ada dalam film ini, mengenai keluarga, kegelisahan dan perasaan yang dipendam serta emosi yang kadang kita tahan tanpa tahu batas diri kita bisa sampai sejauh apa, dekat dengan kehidupan sehari-hari kita semua," papar Patrick Warmanda.
 
 
 
(ELG)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif