Jakarta: Bagaimana jika warisan dari keluarga bukan berupa harta, melainkan makhluk gaib yang perlahan-lahan ingin mengambil alih kehidupanmu? Inilah teror yang harus dihadapi Melor dalam film horor Khadam, yang dibintangi Aghniny Haque.
Khadam merupakan film horor kolaborasi Indonesia dan Malaysia yang disutradarai Shamyl Othman. Film berdurasi 118 menit ini mengambil latar Malaysia pada era 1950-an dan mengangkat kisah tentang makhluk gaib yang diwariskan secara turun-temurun dalam sebuah keluarga. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 September 2026.
Dalam film ini, Aghniny Haque berperan sebagai Melor, seorang perempuan tunawicara yang tinggal di daerah terpencil bersama dua anaknya, Puteh dan Hitam. Mereka juga hidup bersama ibu Melor yang kondisinya semakin memburuk karena gangguan Khadam.
Khadam sendiri merupakan makhluk gaib yang dipercaya dapat membantu pemiliknya. Makhluk tersebut dapat memberikan perlindungan, membantu pekerjaan, menyembuhkan luka, hingga mendatangkan kemudahan dan kekayaan. Namun, bantuan tersebut datang dengan konsekuensi yang mengerikan.
Setelah sang ibu meninggal dalam kondisi mengenaskan, Melor terpaksa mewarisi Khadam keluarganya. Ia sebenarnya tidak menginginkan makhluk tersebut dan berusaha menolak warisan itu.
Namun, keadaan berubah ketika Khadam mulai mengganggu keluarganya. Demi melindungi anak-anaknya, Melor akhirnya menerima keberadaan makhluk tersebut dan menjadi tuannya.
Awalnya, keputusan itu justru membuat kehidupan Melor terasa lebih mudah. Khadam menjalankan berbagai tugas dan membantu kebutuhan keluarganya. Melor pun rutin memberikan makanan sebagai bentuk imbalan.
Masalah mulai muncul ketika Khadam tidak lagi sekadar menjadi pelayan. Makhluk tersebut perlahan mulai menyerupai Melor dalam wujud yang lebih sempurna dan mengambil alih perannya sebagai istri sekaligus ibu.
Situasi semakin mencekam ketika suami Melor, Awang yang diperankan Remy Ishak, serta adiknya, Manis yang diperankan Siti Khadijah Halim, kembali ke rumah.
Mereka mulai menyadari adanya sesuatu yang tidak beres. Khadam menjadi semakin agresif ketika keberadaannya berusaha dihentikan. Bahkan, makhluk tersebut mulai membahayakan orang-orang terdekat Melor, termasuk anak-anaknya.
Melor pun menghadapi persoalan yang lebih besar. Ia bukan hanya harus melawan makhluk gaib, tetapi juga berusaha mempertahankan identitas dan posisinya di dalam keluarga.
Khadam menghadirkan teror yang tidak hanya berasal dari sosok supernatural. Film ini juga menempatkan keluarga dan perjuangan seorang ibu sebagai bagian penting dalam cerita. Melor harus menghadapi warisan kelam keluarganya sekaligus berusaha menyelamatkan orang-orang yang dicintainya.
Film ini menjadi proyek internasional pertama Aghniny Haque. Untuk memerankan Melor, Aghniny juga harus mempelajari bahasa isyarat yang digunakan sesuai dengan latar waktu cerita pada era 1950-an.
Selain Aghniny Haque dan Remy Ishak, Khadam turut dibintangi Siti Khadijah Halim, Zarra Zaff, Karl El, dan June Lojong. Film ini merupakan kolaborasi rumah produksi Malaysia dan Indonesia, yakni Red Communications, Komet Productions, MAGMA Entertainment, dan VMS Studio.
Dengan menggabungkan horor supernatural dan drama keluarga, Khadam membawa pertanyaan besar: ketika warisan keluarga berubah menjadi kutukan, seberapa jauh seseorang harus berjuang untuk merebut kembali kehidupannya?
(Annisa Julinah)