Kemenangan ini menjadi momen emosional bagi industri film, mengingat Anderson telah mengantongi total 14 nominasi sepanjang kariernya, termasuk lima kali di kategori skenario dan tiga kali sebagai sutradara terbaik, sebelum akhirnya menang di tahun ini.
Sutradara berusia 55 tahun ini sukses mengungguli deretan sineas berbakat lainnya yang masuk dalam kategori yang sama, seperti Guillermo del Toro (Frankenstein), Chloé Zhao dan Maggie O'Farrell (Hamnet), serta Will Tracy (Bugonia).
Dalam pidato kemenangannya, Anderson mengungkapkan rasa hormatnya bisa menjadi bagian dari sejarah ajang penghargaan paling prestisius di dunia tersebut. Ia juga menitipkan pesan mendalam mengenai latar belakang penulisan naskah film ini.
“Saya merasa sangat terhormat menjadi bagian dari sejarah ini,” kata Anderson.
“Saya menulis film ini untuk anak-anak saya, untuk meminta maaf atas kekacauan yang kami tinggalkan di dunia yang kami wariskan kepada mereka. Tetapi juga dengan harapan bahwa mereka akan menjadi generasi yang akan membawa kita akal sehat dan kesopanan," tutupnya.
One Battle After Another merupakan adaptasi bebas dari novel Vineland (1990) karya Thomas Pynchon. Film ini dibintangi oleh aktor kawakan Leonardo DiCaprio yang berperan sebagai mantan revolusioner, beradu akting dengan aktris muda Chase Infiniti.
Kemenangan Anderson di panggung Oscar sebenarnya sudah diprediksi banyak pihak. Pasalnya, ia tampil dominan di sepanjang musim penghargaan dengan menyapu bersih trofi skenario adaptasi terbaik di ajang BAFTA, Critics Choice, dan Writers Guild Awards, serta kategori skenario terbaik di Golden Globes.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News