Acara nonton bareng dan diskusi film 27 Steps of May. Foto: Purba/Medcom.id)
Acara nonton bareng dan diskusi film 27 Steps of May. Foto: Purba/Medcom.id)

Dukungan Film 27 Steps of May bagi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Hiburan Film 27 Steps of May
Purba Wirastama • 19 Mei 2019 13:18
Jakarta: Film 27 Steps of May yang dibintangi Raihaanun ikut menjadi bagian dari proses pengawalan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Pekan lalu, film ini menjadi materi diskusi yang melibatkan 130 orang, termasuk anggota DPR di komisi terkait RUU PKS.
 
Film 27 Steps of May berkisah tentang May, remaja perempuan 14 tahun korban perkosaan sekelompok orang tak dikenal. Akibat trauma mendalam, yang bahkan sulit dipahami oleh sang ayah, May menarik diri dari kehidupan dan nyaris tak bicara selama delapan tahun.
 
Diskusi itu digelar usai acara nonton bareng (nobar) 27 Steps of May di XXI Plaza Senayan Jakarta pada Kamis, 16 Mei 2019. Sejumlah pihak institusi yang hadir antara lain Kemitraan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Maju Perempuan Indonesia (MPI), Yayasan Pulih, serta Koalisi Perempuan Indonesia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Titi Eko Rahayu, Kepala Biro Hukum dan Humas KPPPA, menceritakan bagaimana komitmen pemerintah dalam menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak. Menurut Titi, pemerintah telah merancang RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) periode 2020-2024.
 
"Salah satu isu strategis yang harus diangkat adalah kesetaraan gender dengan empat indikator – salah satunya, menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak," kata Titi.
 
Titi juga menyebut mereka punya komitmen untuk mewujudkan UU PKS. Mereka berharap DPR akan segera mengundang mereka untuk membahas RUU tersebut.
 
Marwan Dasopang, anggota Komisi VIII DPR dan Ketua Panitia Kerja (Panja) RUU PKS, menyebut bahwa RUU PKS "agak berat" karena banyak pro kontra.
 
"Sebanyak itu yang mendukung, sebanyak itu juga yang memprotes atau keberatan," kata Marwan.
 
Kendati begitu, menurut Marwan, seluruh fraksi sudah mendukung RUU PKS disahkan menjadi UU. Dia meminta lembaga terkait tetap memberi dukungan dan dorongan.
 
"Ini pencapaian cukup besar mengingat proses di dalam juga tidak mudah. Poin penting yang menjadi catatan kami setelah melakukan kunjungan ke daerah, bahwa pencegahan, perlindungan, dan rehabilitasi tidak boleh dihilangkan," lanjutnya.
 
Azriana Manalu dari Komnas Perempuan memuji adanya film 27 Steps of May. Dia menilai film ini mampu menyuarakan korban kekerasan seksual yang selama ini "tidak terdengar atau sengaja dibuat tidak terdengar".
 
"May dalam film ini mewakili May di luar sana," kata Azriana.
 
Azriana menuturkan data laporan kekerasan seksual di Indonesia setahun terakhir, yang ternyata meningkat dari tahun sebelumnya. Pada 2018, total ada 5.509 kasus dan sekitar 58% adalah perkosaan di ruang publik dan di rumah, termasuk incest.
 
"Pola kekerasan semakin kompleks, dampak terhadap korban juga akan semakin kompleks, tetapi sistem penanganan kita masih punya banyak keterbatasan," kata Azriana. Dia berharap RUU PKS dapat segera disahkan.
 
Lukman Sardi, aktor pemeran ayah May, turut hadir dalam diskusi. Dia menyebut bahwa 27 Steps of May terinspirasi tragedi Mei 1998 yang belum tuntas hingga sekarang, termasuk kasus pemerkosaan terhadap perempuan.
 
"Ini salah satu bentuk dukungan kami, para sineas, untuk mengangkat isu-isu yang dekat dengan kehidupan kita," kata Lukman. "Efek film ini, bagi saya, sangat luar biasa. Ini tidak boleh berhenti sampai di sini. Semoga semakin banyak sineas yang bisa bikin film dengan isu-isu sensitif."
 
Lukman juga berharap film ini serta berbagai diskusi yang meresponsnya, bisa ikut mendorong pengesahan RUU PKS. Tujuan besarnya adalah kesadaran masyarakat tentang bahaya kekerasan seksual.
 
Gita, salah satu penyintas korban kekerasan seksual, juga datang dalam diskusi dan menyampaikan terima kasih atas film tersebut. Dia merasa pengalaman pribadinya dan sejumlah kawan cukup terwakili lewat 27 Steps of May. Belasan tahun, mereka tidak sanggup melapor atau berbuat apapun.
 
"Masih banyak (orang seperti) May di luar sana yang belum dapat keadilan. Bagi kami para penyintas, film ini berharga dan benar-benar mewakili kami. Kami yakin sekali bahwa RUU PKS bisa diwujudkan dan disahkan di Indonesia," ungkapnya.
 
27 Steps of May ditulis Rayya Makarim dan disutradarai Ravi Bharwani. Film ini tayang di sejumlah festival film internasional, sebelum akhirnya dirilis di bioskop Indonesia pada 27 April 2019.
 
Film ini masih tayang di sejumlah bioskop Jakarta, Bogor, Batam, Pekanbaru, Padang, dan Samarinda.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif