Jumpa pers Program Next Step Studio Indonesia (Foto:Medcom/Basuki)
Jumpa pers Program Next Step Studio Indonesia (Foto:Medcom/Basuki)

Kemenbud dan BPI Perkuat Langkah Sineas Muda ke Global Lewat Next Step Studio

Basuki Rachmat • 06 Mei 2026 07:00
Ringkasnya gini..
  • Program Next Step Studio dorong sineas muda Indonesia tampil di Cannes 2026 dan kolaborasi dengan kreator internasional.
  • Empat film pendek Indonesia siap world premiere di Cannes, jadi langkah penting menuju industri film global.
  • Kolaborasi lintas negara lewat Next Step Studio perkuat diplomasi budaya dan posisi film Indonesia di dunia.
Jakarta: Kementerian Kebudayaan RI bersama Badan Perfilman Indonesia (BPI) terus mendorong penguatan posisi Indonesia di industri film global melalui program Next Step Studio Indonesia. Inisiatif ini mempertemukan sineas muda Tanah Air dengan kolaborator internasional dari kawasan Asia Tenggara.
 
Dalam sesi jumpa pers yang digelar di Institut Français Indonesia (IFI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 5 Mei 2026, Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan RI Irini Dewi Wanti menjelaskan bahwa program ini menjadi jembatan penting bagi kerja sama budaya lintas negara sekaligus membuka peluang bagi talenta muda Indonesia untuk berkembang di panggung internasional.
 
"Program ini merupakan bagian dari ekosistem internasional The Factory, yang sejak 2013 telah mendukung lahirnya suara-suara baru dalam perfilman dunia," ungkap Irini.

Tahun ini menjadi edisi perdana Next Step Studio dalam rangkaian La Semaine de la Critique di Cannes Film Festival. Program tersebut memberikan ruang bagi empat sutradara muda Indonesia untuk menulis dan menyutradarai film pendek hasil kolaborasi lintas negara, yang akan diputar dalam edisi ke-65 Critics’ Week.
 
"Melalui Next Step Studio Indonesia, empat sutradara muda tanah air diantaranya Reza Rahadian, Khozy Rizal, dan Reza Fahriyansyah akan berkolaborasi dengan sineas internasional untuk menghasilkan karya film pendek yang akan ditayangkan perdana di Critics’ Week Cannes 2026," lanjutnya.
Keempat film tersebut adalah Holy Crowd, disutradarai Reza Fahriyansyah bersama sutradara Malaysia Ananth Subramaniam, film Original Wound disutradarai Shelby Kho bersama sutradara Myanmar, Sein Lyan Tun, film Annisa disutradarai Reza Rahadian bersama sutradara Filipina, Sam Manacsa, dan film Mothers Are Mothering disutradarai Khozy Rizal bersama sutradara Singapura, Lam Li Shuen.
 
Irini pun menambahkan, program ini bukan hanya membuka akses ke jaringan industri internasional, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya Indonesia.
 
"Inisiatif ini tidak hanya membuka peluang bagi talenta muda Indonesia untuk menembus jaringan industri global, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya antara Indonesia dan Prancis, sejalan dengan semangat Deklarasi Borobudur," jelas Irini.
 
Di sisi lain, Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI), Fauzan Zidni, menekankan bahwa kehadiran di Cannes pada 14 Mei 2026 adalah bibit untuk posisi Indonesia yang semakin kokoh sebagai kekuatan sinematografi di Asia.
 
"Dari kami di BPI, tugas kami ke depan adalah memfasilitasi dan memberikan visibility bagi terjadinya kolaborasi dan koproduksi lintas negara, membangun ekosistem yang memungkinkan karya Indonesia tidak hanya hadir sesekali, tetapi menjadi langganan panggung global," ujar Fauzan.
 
Ia optimistis partisipasi Indonesia di Cannes tahun ini akan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.
 
"Kami percaya bahwa kehadiran di Cannes minggu depan adalah bibit dari perjanjian koproduksi besok, dari bakat-bakat baru yang ditemukan, dan dari posisi Indonesia yang semakin kokoh sebagai kekuatan sinematografi Asia," tutupnya.
Empat film pendek Next Step Studio Indonesia sendiri dijadwalkan melakukan pemutaran perdana (world premiere) pada 14 Mei 2026 dalam sesi khusus di La Semaine de la Critique, Cannes Film Festival 2026.
 

 

 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA