Jumpa Pers film The Exocet, di Jakarta, Senin, 15 Juli 2019 (Foto: Medcom.id/Kumara)
Jumpa Pers film The Exocet, di Jakarta, Senin, 15 Juli 2019 (Foto: Medcom.id/Kumara)

Alasan Mengapa Film Ellyas Pical Diberi Judul The Exocet

Hiburan Film The Exocet
Kumara Anggita • 15 Juli 2019 20:11
Jakarta: Untuk pertama kali petinju Indonesia memenangkan kejuaraan dunia, pada 1985. Setelah delapan tahun menunggu, kisah Ellyas Pical akhirnya diangkat menjadi sebuah film yang berjudul The Exocet yang ditulis dan disutradari oleh Ertanto Robby.
 
The Exocet adalah nama rudal Perancis yang populer di tahun 1980an karena kecepatannya. Karena itu, Ellyas mendapat julukan tersebut dari media asing. Ellyas dikenal dengan kecepatan dan kekuatan pukulannya luar biasa.
 
Ellyas Pical dengan mantap meng-KO lawannya Chun Ju Do (Korea) di Jakarta pada 3 Mei 1985. Petinju Indonesia ini merebut gelar juara IBF (International Boxing Federation) kelas bantam junior (super terbang).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Film ini diproduksi oleh Pratama Pradana Picture berkerjasama dengan Time International dan Summerland dengan tiga latar tempat berbeda yaitu Jakarta, Saparua Maluku, dan Korea.
 
The Exocet dibintangi oleh Jefri Nichol, Chicco Jerikho, Ridho Hafiedz, Vino
G.Bastian, Lukman Sardi, Amanda Soekasah, Laura Basuki, Jeremy Thomas, Olga.
 
Para pemain begitu antusias memainkan film ini karena mereka menganggap kisah Ellyas begitu bermakna. Jefri Nichol yang berperan sebagai Ellyas Pical berharap, melalui film ini orang-orang akan mengetahui kehidupan atlet khususnya petinju.
 
"Harapan saya semoga masyarakat luas tahu bagaimana kehidupan para atlet-atlet kita khususnya tinju. Apa yang om Elyas lalui, tantangannya. Semoga dengan film ini masyarakat bisa lebih menghargai atlet-atlet kita khususnya tinju," ujarnya dalam press conference film The Exocet di Jakarta, Senin 15 Juli 2019.
 
Sementara Ridho Hafiedz menganggap film ini bisa dijadikan motivasi untuk para atlet untuk maju hingga ke taraf dunia.
 
"Mudah-mudahan film ini jadi trigger untuk mencari bakat tinju di Maluku untuk jadi juara dunia," ucap Ridho.
 
Lukman Sardi berharap hal yang sama namum dia juga melihat bahwa kisah ini bisa jadi pemersatu bangsa yang sebelumnya sempat terpecah. "Biar kita sadar bahwa film ini bisa jadi pemersatu," jelasnya.
 


 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif