Pemain Film Rumah Singgah (foto: instagram)
Pemain Film Rumah Singgah (foto: instagram)

Film Rumah Singgah Ajak Penonton Merayakan Hidup dan Menemukan Harapan

Elang Riki Yanuar • 31 Agustus 2026 15:10
Ringkasnya gini..
  • Rumah Singgah mengajak penonton merayakan hidup, menghargai waktu, dan menemukan kembali harapan melalui kisah Karla.
  • Film Rumah Singgah menghadirkan kisah Karla dan sahabat barunya yang menemukan makna hidup di tengah keterbatasan.
  • Rumah Singgah membawa pesan tentang persahabatan, mimpi, dan pentingnya hadir bagi orang lain di tengah masa sulit.
Jakarta: Film Rumah Singgah hadir membawa kisah tentang kehilangan, persahabatan, dan keberanian untuk kembali menemukan harapan. Di tengah kenyataan hidup yang tidak selalu berjalan sesuai keinginan, film ini mengajak penonton melihat bahwa setiap waktu yang tersisa tetap memiliki arti untuk dirayakan.
 
Rumah Singgah mengikuti perjalanan Karla (Adhisty Zara), seorang atlet lari yang harus menghadapi kenyataan pahit setelah didiagnosis mengidap osteosarkoma, salah satu jenis kanker tulang yang ganas. Diagnosis tersebut seketika mengubah kehidupan Karla dan membuat masa depan yang selama ini ia bayangkan terasa semakin jauh.
 
Dalam kondisi penuh ketidakpastian, Karla kemudian tiba di sebuah rumah singgah. Tempat tersebut mempertemukannya dengan Bu Andin (Dewi Irawan), kepala rumah singgah yang memberikan sambutan hangat, serta penghuni lain seperti Luki (Devano), Toni (Ciccio Manassero), dan Pika (Messi Gusti).

Pertemuan itu perlahan berkembang menjadi sebuah persahabatan yang memberikan warna baru dalam kehidupan Karla. Bersama teman-teman barunya dan Mang Didu (Aming), penjaga rumah singgah yang selalu hadir, Karla mulai menjalani hari-hari dengan cara yang berbeda.
Rumah Singgah tidak hanya bercerita tentang seseorang yang berjuang menghadapi penyakit. Film ini juga mengangkat bagaimana kehadiran orang lain dapat membuat seseorang kembali melihat sisi kehidupan yang sempat terlupakan. Kebersamaan, tawa, dan hal-hal sederhana menjadi bagian penting dalam perjalanan para karakter.
 
Melalui kisah tersebut, Rumah Singgah mengajak penonton untuk kembali menghargai waktu. Hal-hal yang sering dianggap biasa dapat berubah menjadi sangat berharga ketika seseorang menyadari bahwa waktu tidak selalu berjalan sesuai harapan.
 
“Selama membuat Rumah Singgah, kami banyak berbicara tentang waktu. Tentang bagaimana sesuatu yang kita anggap sederhana menjadi begitu berarti ketika kita menyadari bahwa waktu tidak selalu berjalan seperti yang kita harapkan. Sekarang, ketika film ini akhirnya siap bertemu dengan penonton, kami juga merasa waktunya tepat untuk mengajak publik datang bersama-sama ke bioskop, bukan hanya untuk menonton Rumah Singgah, tetapi juga untuk merasakan kembali betapa berharganya hadir untuk seseorang, mendengarkan mereka, dan memberi mereka kesempatan untuk tetap bermimpi,” ujar sutradara Dyan Sunu Prastowo.
 
Pesan tentang menikmati kehidupan juga dirasakan Devano ketika mendalami karakter Luki. Menurutnya, sosok Luki memperlihatkan bahwa seseorang tetap dapat menikmati kebahagiaan sederhana dan memberikan dukungan kepada orang lain meski sedang berada dalam situasi sulit.
 
“Menjadi Luki membuat saya belajar melihat banyak hal dari sudut pandang yang berbeda. Walaupun berada di situasi yang nggak mudah, Luki tetap bisa menikmati hal-hal sederhana dan selalu ada untuk teman-temannya. Ketika ‘Surat Hati’ akhirnya menjadi bagian dari perjalanan Rumah Singgah, saya merasa ada banyak hal dari cerita ini yang semakin dekat dengan apa yang saya rasakan selama proses syuting. Semoga penonton bisa ikut merasakan kehangatan yang kami rasakan saat membuat film ini, dan setelah menontonnya bisa lebih menghargai waktu serta orang-orang yang selalu ada untuk kita,” tutur Devano, pemeran Luki.
 
Bagi rumah produksi SENARA, makna Rumah Singgah tidak hanya terletak pada cerita yang ditampilkan di layar. Film ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi penonton untuk kembali memikirkan arti kehadiran, kesempatan untuk bermimpi, serta pentingnya menjalani kehidupan sepenuhnya.
 
“Pada akhirnya, sebuah film tidak selesai ketika proses produksinya berakhir. Ia baru benar-benar menemukan maknanya ketika bertemu dengan penonton. Karena itu, kami ingin mengajak sebanyak mungkin penonton datang dan menyaksikan Rumah Singgah sejak hari pertama penayangannya karena kami percaya kisah seperti ini layak mendapatkan ruang yang luas untuk didengar dan dibicarakan."
 
"Melalui Rumah Singgah, kami ingin menghadirkan manusia-manusia dengan mimpi, tawa, ketakutan, dan keinginannya untuk menjalani hidup sepenuhnya. Semoga penonton menemukan cerita mereka sendiri di dalam film ini, dan membawa pulang sebuah percakapan yang berlanjut di luar ruangan bioskop,” ujar Hans Andreas, produser SENARA.
 
Rumah Singgah diproduksi SENARA bersama Mandela Pictures dan Limelight Pictures dengan Dyan Sunu Prastowo sebagai sutradara. Ide cerita film ini berasal dari Celvin Jaya Hadi, sementara skenario ditulis oleh Raditya.
Selain Adhisty Zara, Devano, Messi Gusti, Ciccio Manassero, Aming, dan Dewi Irawan, film Rumah Singgah turut dibintangi Marthino Lio, Agnes Naomi Shivapriya, serta Alex Abbad.
 
Rumah Singgah mulai tayang di bioskop Indonesia pada 27 Agustus 2026. Lewat perjalanan Karla dan para penghuni rumah singgah, film ini mengajak penonton untuk tidak hanya menyaksikan sebuah kisah perjuangan, tetapi juga merayakan hidup dan menemukan kembali harapan yang mungkin sempat hilang.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA