Sarah Sechan di film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula (Foto: instagram)
Sarah Sechan di film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula (Foto: instagram)

Sarah Sechan Suarakan Bahaya Narkoba di Kalangan Remaja lewat Film

Elang Riki Yanuar • 16 Juni 2026 21:21
Ringkasnya gini..
  • Sarah Sechan prihatin narkoba kini menyasar anak dan remaja, lalu menyampaikan pesan edukasi lewat film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula.
  • Sarah Sechan mengaku ngeri melihat anak-anak menjadi korban narkoba dan berharap film terbarunya bisa meningkatkan kesadaran publik.
  • BNN mencatat 312 ribu anak muda terpapar narkoba, mendukung film MAJU yang mengangkat bahaya narkotika bagi generasi muda.
Jakarta: Sarah Sechan menyoroti bahaya peredaran narkoba yang kini semakin mengkhawatirkan karena telah menyasar anak-anak dan remaja. Kekhawatiran itu mendorong Sarah untuk terlibat dalam film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula. 
 
Film karya sutradara Franklin Darmadi tersebut mengangkat pesan penting tentang pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.
 
Menurut Sarah, tema yang diangkat film ini sangat relevan dengan kondisi yang terjadi saat ini. Ia menilai edukasi mengenai bahaya narkoba perlu dilakukan melalui berbagai cara, termasuk lewat media hiburan yang dekat dengan masyarakat.

Dalam film tersebut, Sarah memerankan sosok ibu kepala desa dengan karakter yang tidak mudah ditebak. Ia mengaku tertarik memainkan peran tersebut karena memiliki sisi unik yang berbeda dari karakter yang biasa ia perankan.
 
"Aku di sini jadi ibu kades. Seperti apa dia? Pokoknya karakternya misterius, enggak bisa ketebak," kata Sarah Sechan di Jakarta.
Artis berusia 52 tahun itu mengaku prihatin melihat perkembangan peredaran narkotika yang semakin luas. Baginya, fakta bahwa anak-anak mulai menjadi target peredaran barang terlarang merupakan kondisi yang sangat mengkhawatirkan.
 
"Jujur ngeri sih lihat peredaran narkotika zaman sekarang, anak-anak sudah jadi korban," ucapnya.
 
Sebagai orang tua, Sarah memiliki cara tersendiri untuk melindungi anak dari pengaruh negatif lingkungan, termasuk ancaman narkoba. Ia berusaha mendorong anaknya untuk aktif melakukan berbagai kegiatan positif yang dapat mengisi waktu luang secara produktif.
 
Sarah berharap kehadiran film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga mampu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya narkotika.
 
"Semoga lewat film ini peredaran narkotika yang bikin orang dewasa dan anak-anak bisa teratasi dan diberantas," ujarnya.
 
Film produksi PANEN Entertainment tersebut mendapat dukungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) serta Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Dukungan itu diberikan karena pesan yang dibawa film dinilai sejalan dengan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Indonesia.
Deputi Bidang Pencegahan BNN, Irjen Pol Muhammad Zainul Muttaqien, mengungkapkan bahwa persoalan narkoba di kalangan generasi muda masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tahun 2023, jumlah masyarakat yang terpapar narkoba mencapai jutaan orang.
 
"Berdasarkan data dari BRIN di tahun 2023, ada 3,3 juta jiwa terpapar narkoba. Anak-anak berapa? Usia 15 sampai 25 tahun ada 312.000 orang terpapar. Artinya ada 9,5 persen dari jumlah tersebut anak-anak kita terpapar narkoba," jelasnya.
 
Melalui film yang dijadwalkan tayang pada 6 Agustus 2026 itu, BNN berharap pesan pencegahan dapat tersampaikan secara lebih luas kepada masyarakat. Langkah tersebut juga diharapkan mendukung terciptanya generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.
 
"Lewat film ini kami berharap menjadi pencegahan agar tidak ada lagi anak-anak Indonesia menjadi korban atau terpapar narkotika," ujar Zainul.
 
Film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula sendiri mengisahkan empat sahabat bernama Kirana, Hanna, Gerald, dan Bagas yang melakukan survei lokasi jambore bersama guru mereka, Pak Wira. Perjalanan yang awalnya berjalan menyenangkan berubah menjadi penuh misteri ketika Bagas tiba-tiba menghilang setelah mereka tiba di desa lokasi perkemahan. Kisah tersebut menjadi pintu masuk untuk mengangkat isu narkoba yang mengintai kehidupan remaja.
 
Film ini dibintangi oleh Bukie Mansyur, Sarah Sechan, Unang Bagito, Princesza Leticia, Bebe Gracia, Axandro J. ED, Aradhana Rahadi, Alby Ersani, dan lainnya.
 

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA