Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet dalam Titanic (Foto: Huffingtonpost)
Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet dalam Titanic (Foto: Huffingtonpost)

Film Klasik

Titanic, Kisah Cinta yang Berakhir Tragis

Adi Waluyo, Putu Radar Bahurekso • 04 September 2015 11:58
medcom.id, Hollywood: Titanic, sebuah film drama-romantis yang dirilis pada tahun 1997 dan digarap secara spektakuler oleh James Cameron.
 
Film-film fenomenal Hollywood pernah lahir dari tangan James Cameron. Sebut saja mulai dari Terminator, Rambo, Aliens, Spider Man, Avatar, dan tentu saja Titanic.
 
Tak cuma menyutradarai, James juga menjadi penulis cerita film Titanic dan menjabat sebagai co-produser bersama dengan Jon Landau.

Pemeran utama film Titanic adalah Leonardo DiCaprio yang berperan menjadi Jack Dawson, seorang pria kelas bawah yang berhasil memenangkan 2 tiket kapal Titanic melalui pertarungan di meja judi.
 
Awalnya, Leonardo agak enggan menerima tawaran bermain di film ini karena menurutnya, kisah cintanya terlalu konvensional.
 
Dan sebagai lawan main Leonardo, dipilihlah Kate Winslet sebagai Rose DeWitt Bukater, yang merupakan sosok perempuan dari kalangan elite. Sebetulnya keluarga Rose sudah tidak bisa dibilang berada lagi, karena mereka sedang di ambang kebangkrutan.
 
Berkat kelihaian ibunda Rose lah, mereka masih bisa bergaul di kalangan kaum borjuis. Ia pula yang menjodohkan Rose dengan Cal Hockley, seorang pria muda yang tampan dan kaya raya, dengan maksud menyelesaikan masalah finansial mereka dan mengangkat kembali martabat keluarga Bukater.
 
Film Titanic bercerita mengenai sebuah ekspedisi pencarian permata (fiksi) The Heart of the Ocean, dari reruntuhan bangkai kapal Titanic, 600 km dari Newfoundland, Kanada. Berlian biru ini menurut cerita dalam film Titanic adalah milik Louis XVI dan pada masa Revolusi Prancis dipotong menjadi bentuk hati.
 
Berawal dari ditemukannya sebuah lukisan wanita telanjang dari bangkai kapal Titanic di dasar laut. Jack Dawson lah yang membuat lukisan itu dengan Rose sebagai subjeknya. Dan kalung permata The Heart of the Ocean yang tergantung indah di leher Rose diabadikan oleh Jack di atas kanvas.
 
Tim peneliti begitu bergembira mengetahui bahwa Rose DeWitt Bukater ternyata masih hidup dan menjadi salah satu survivor dari karamnya kapal Titanic, apalagi saat Rose bersedia datang ke lokasi ekspedisi. Mereka berharap Rose bisa menjadi pembimbing mereka dalam menemukan permata yang tak ternilai harganya itu.
 
Rose, yang saat itu sudah tak lagi muda, menceritakan kisah cinta tragis antara dirinya dan Jack Dawson, sang pelukis, yang berasal dari kelas masyarakat berbeda. Jack bertemu dengan Rose saat pelayaran kapal Titanic. Rose yang saat itu sudah bertunangan dengan Cal pun jatuh cinta terhadap Jack dan menjalin hubungan diam-diam.
 
Kisah cinta mereka yang dilarang keras oleh Ruth, ibu Rose, menjadi landasan cerita film ini ditambah dengan nasib tragis yang membuat kapal pesiar ini harus tenggelam setelah menabrak gunung es, termasuk perjuangan awak penumpangnya untuk menyelamatkan diri.
 
Titanic menjadi salah satu film dengan pendapatan terbesar, hingga mencapai USD2,18 miliar. Titanic berada di urutan kedua setelah Avatar yang mencetak penjualan USD2,788 miliar.
 
Salah satu daya tarik utama film Titanic adalah efek visualnya yang tampak begitu 'nyata.' James Cameron yang dikenal ambisius dalam membuat film mendapat dukungan dana sebesar USD200 juta dari Paramount Pictures dan 20th Century Fox untuk pembuatan film ini hingga ia bisa membuat efek film paling canggih pada masanya.
 
Selain itu film ini juga berhasil mendapat 14 nominasi Academy Award dan memenangkan 11 di antaranya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AWP)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan