Sutradara Malaysia, Ho Wi-ding (Foto: Medcom/Rafi)
Sutradara Malaysia, Ho Wi-ding (Foto: Medcom/Rafi)

Tak Bisa Bahasa Indonesia, Sutradara Malaysia Ini Berani Garap Film Indonesia: “Saya Bisa Baca Pikiran”

Rafi Alvirtyantoro • 19 Januari 2026 19:01
Jakarta: Sutradara asal Malaysia, Ho Wi-ding, memiliki cara tersendiri untuk menggarap film Esok Tanpa Ibu meski tidak memahami bahasa Indonesia.
 
Ho Wi-ding berkelakar bahwa ia mampu membaca pikiran, sebuah kemampuan yang ia nilai harus dimiliki oleh setiap sutradara.
 
"Saya punya kemampuan membaca pikiran, yang menurut saya harus dimiliki oleh semua sutradara,” ujar Ho Wi-ding di kawasan Karet Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin, 19 Januari 2026.

Ho Wi-ding mengatakan bahwa pemilihan pemain yang tepat menjadi kunci kesuksesan sebuah film. Hal ini sangat membantunya dalam menggarap Esok Tanpa Ibu.
 
“Pada dasarnya, pemilihan pemain yang baik (good casting) adalah 90% dari kesuksesan sebuah film,” kata Ho Wi-ding.
 
“Jika Anda menemukan pemain yang tepat, maka film Anda akan sangat bagus. Casting dari para produser sangat membantu saya membuat film ini menjadi luar biasa,” lanjutnya.
 
Esok Tanpa Ibu adalah film drama fantasi Indonesia yang diproduksi oleh BASE Entertainment bersama Beacon Film dan Refinery Media. Salah satu penulis skenarionya adalah Gina S. Noer.
Walaupun film Esok Tanpa Ibu menggunakan dialog dalam bahasa Indonesia, hal tersebut bukan menjadi halangan bagi Ho Wi-ding untuk menyutradarai proyek tersebut.
 
“Meskipun saya tidak mengerti bahasanya (Indonesia), saya pikir film itu universal. Saya tidak terlalu khawatir soal bahasa, karena bagi saya ketika emosinya benar dan ekspresinya benar, tidak masalah bahasa apa yang diucapkan oleh para pemain,” jelas Ho Wi-ding.
 
Kendala bahasa ini justru dimanfaatkan oleh sang sutradara untuk lebih fokus pada emosi setiap karakter.
 
“Itulah mengapa sebenarnya cukup mudah bagi saya; saya tidak khawatir soal bahasa, saya hanya melihat wajah mereka,” ucap Ho Wi-ding.
 
Film Esok Tanpa Ibu menceritakan kehidupan remaja berusia 16 tahun yang berubah total saat ibunya mengalami koma. Kondisi tersebut membuatnya merasa kesepian hingga memicu konflik dengan sang ayah.
 
Untuk mengatasi kesedihannya, ia menggunakan i-BU, sebuah kecerdasan buatan (AI) ciptaan temannya yang mampu meniru suara, wajah, dan kepribadian ibunya. Namun, teknologi ini justru membawa dilema tentang sosok ibu dan memengaruhi hubungan ayah serta anak.
 
Film Esok Tanpa Ibu dijadwalkan tayang di bioskop mulai 22 Januari 2026. Film ini dibintangi oleh Ali Fikry, Dian Sastrowardoyo, dan Ringgo Agus Rahman.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan