Konferensi pers Europe on Screen 2019 di Goethe-Institut Jakarta, Selasa, 2 April 2019. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)
Konferensi pers Europe on Screen 2019 di Goethe-Institut Jakarta, Selasa, 2 April 2019. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Dubes Uni Eropa Apresiasi Minat Penonton Europe on Screen di Indonesia

Cecylia Rura • 02 April 2019 17:06
Jakarta: Festival film internasional Europe on Screen 2019 menayangkan 101 film panjang dan pendek dari 27 negara Eropa. Merujuk antusiasme tahun lalu, acara ini mencuri perhatian lebih dari 24.000 ribu penonton untuk 98 judul film.
 
Duta Besar Uni Eropa Vincent Guerend mengapresiasi minat penonton. Menurutnya, Europe on Screen di Indonesia menjadi festival yang paling banyak dikunjungi di Indonesia. Film di negara Eropa begitu diapresiasi karena berkontribusi untuk sektor perekonomian.
 
"Industri film di industri kreatif menjadi sangat penting bagi sektor ekonomi di Eropa. Kami percaya budaya dapat berkontribusi untuk kemakmuran dan sarana hiburan," kata Vincent Guerend di Goethe-Institut Jakarta, Selasa, 2 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa judul film dibagi dalam 10 sub segmen berbeda dengan ragam genre. Salah satunya sub segmen Specialties - On Location, film panjang Indonesia yang melakukan pengambilan gambar di beberapa wilayah Eropa, ada film Arini yang melakukan syuting di Jerman dan film The Gift di Italia. Proses syuting di negara Eropa disebut menjadi salah satu faktor meningkatkan angka wisatawan di Eropa.
 
"Karena kita mendengar sub sektor beberapa kedutaan negara yang bilang ketika ada film Indonesia yang melakukan pengambilan gambar di negara Eropa hampir dipastikan jumlah wisatawan naik," kata Naufal Yazid, Europe on Screen Festival Co-Director.
 
Selain pemutaran film, Europe on Screen kembali mengadakan Short Film Pitching Project (SFPP) dan telah menemukan 9 finalis. Sembilan judul itu adalah Made in America - Kemal Hasan (Tangerang), Conversation with Kartini - Reza Mardian, Zenithesa Gifta Nadirini (Jakarta), Forget the Bomb in the Backyard, We're Fine! - Lerryant Krisdy (Depok), Dream of Mozzarella - Taufan Tohary, Nana Aurora (Nganjuk), Nebeng (The Bodies on the Road) - M. Faisal Hibatullah, Arya Bima Perkasa (Jakarta), Kisah Para Pencuri - Erlangga Fauzan, Eleonora A. Yuanita (Sleman), Under Taboo - Dimas Adiputro, Kiki Febriyanti (Jakarta), Wali - Septa Yudhistira Pratama, Soleh Harjanto (Tangerang), dan Bucin (Budak Cincin) - Jovita Esmeralda, Rhintany Alexandra (Jakarta).
 
Para finalis terpilih mendapat dana produksi dalam sistem partially fund alias dana sebagian. Sisa kebutuhan dana menjadi tanggung jawab para finalis terpilih. Tahun ini dalam sub segmen SFPP menayangkan dua film finalis tahun lalu yakni Lasagna dari sutradara Adi Victory dan Bangkis dari sutradara Seren Trihardja.
 
Europe on Screen 2019 digelar mulai 18-30 April 2019. Festival dibuka dengan The Guilty, film panjang drama thriller asal Denmark pemenang Sundance Film Festival 2018 arahan sutradara Gustav Moller. Film akan diputar di XXI Epicentrum. Sebagai penutup, ditayangkan film komedi box office asal Austria What Have We Done to Deserve This?.
 
Informasi jadwal dan tiket dapat dipantau di www.europeonscreen.org.
 
 
 
(ELG)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif