Jakarta: Vino G. Bastian menemukan kisah keluarga yang tak pernah disangka saat menerima tawaran memerankan Buya Hamka. Dia mengaku baru mengetahui bahwa ibundanya, Herna Debby, pernah mengikrarkan dua kalimat syahadat dengan bimbingan langsung ulama besar yang kini kembali ia perankan dalam film Hamka: Awal Mula (Vol. 3).
Kisah tersebut menjadi pengalaman emosional bagi Vino, terlebih sang ibunda telah meninggal dunia. Kenangan itu kembali muncul ketika ia mengingat percakapan bersama ibunya saat pertama kali mendapat kesempatan memerankan sosok Buya Hamka dalam film biopik.
"Waktu pertama kali saya syuting film ini ibu saya masih ada, sekarang udah wafat. Ketika saya cerita saya mau dapat film Buya Hamka, terus saya bilang, 'Mami tahu nggak Buya Hamka?' Dia senyum-senyum aja gitu, tahu," ujar Vino di Jakarta.
Awalnya, Vino tidak menyangka ibunya memiliki hubungan langsung dengan tokoh yang dikenal sebagai ulama, sastrawan, sekaligus pahlawan nasional tersebut. Padahal, keluarga Vino memiliki kedekatan dengan karya-karya Buya Hamka melalui koleksi buku yang tersimpan di perpustakaan ayahnya, Bastian Tito.
Kejutan muncul ketika Herna Debby menceritakan pengalamannya memeluk Islam sebelum menikah. Sang ibu ternyata dibawa oleh ayah Vino untuk bertemu langsung dengan Buya Hamka di kediamannya yang berada di belakang kawasan Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta.
"Ternyata dia cerita bahwa dulu waktu mau nikah, ibu saya tuh mualafnya sama Buya Hamka. Jadi dibawa sama ayah saya ke rumahnya beliau di belakang Al-Azhar, Kebayoran Baru," tuturnya.
Pengalaman tersebut membuat Vino melihat perannya sebagai Buya Hamka dari sudut pandang yang lebih personal. Sosok yang selama ini ia kenal melalui buku dan sejarah ternyata memiliki kaitan erat dengan perjalanan hidup keluarganya sendiri.
Vino juga menduga ibunya mendapat kesempatan untuk mempelajari dasar-dasar agama Islam melalui pertemuan tersebut. Menurutnya, Buya Hamka dikenal sebagai pribadi yang terbuka kepada masyarakat yang ingin belajar agama maupun menyampaikan persoalan kehidupan.
"Buya memang pada saat itu pintunya sangat terbuka. Biasanya setiap hari Jumat dia membuka pintu rumahnya untuk orang, ada yang mau curhat atau mau belajar agama," tambahnya.
Rangkaian pengalaman itu membuat Vino merasa keterlibatannya dalam film Hamka: Awal Mula (Vol. 3) memiliki makna tersendiri. Ia memandang kesempatan memerankan Buya Hamka bukan sekadar pekerjaan sebagai aktor, melainkan sebuah perjalanan yang mempertemukannya kembali dengan kisah keluarganya.
"Mungkin ini udah jadi garis Allah gitu. Kayaknya kok semuanya berhubungan gitu ya? Mudah-mudahan film ini bisa menjadi pelajaran, terutama buat saya sendiri," katanya.
Vino tidak hanya berusaha menghadirkan sosok Buya Hamka yang dikenal luas sebagai ulama dan sastrawan. Dia juga ingin memperlihatkan perjalanan manusia di balik nama besar tersebut, termasuk pergulatan dalam mencari jati diri, menghadapi persoalan keluarga, dan menentukan arah kehidupan.
“Bagi saya, memerankan Buya Hamka bukan hanya tentang menghadirkan sosok yang dikenal sebagai ulama dan sastrawan besar. Ada perjalanan manusia yang harus dipahami di baliknya. Hamka juga pernah menghadapi persoalan, perbedaan pandangan, dan proses pencarian jati diri,” ujar Vino.
Pesan kehidupan dalam film ini turut mendapat perhatian dari kalangan tokoh agama. Saat pemutaran khusus Hamka: Awal Mula (Vol. 3), sejumlah tokoh hadir, termasuk Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni Budaya Erick Yusuf, serta Ustadz Dery Sulaiman dan Ustadz Jojo.
Erick Yusuf menilai film tersebut dapat menjadi sarana untuk mengenalkan nilai-nilai positif kepada masyarakat. Ia pun mengajak penonton untuk menyaksikan film yang mengangkat perjalanan hidup Buya Hamka tersebut karena dinilai memiliki pesan yang relevan untuk dipelajari.
Film Hamka: Awal Mula (Vol. 3) dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 19 November 2026.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan