Lewat Djam Malam masuk dalam World Cinema Project bersama lima film lain yakni melodrama Meksiko, Dos Monjes (Two Monks, 1934), drama Lucía dari Kuba (1968), drama Perancis-Mauritania berjudul Soleil Ô (Oh, Sun, 1970), drama Downpour dari Iran (1972), serta drama kriminal Pixote (1981) dari Brasil. Keenam film tersebut dapat dilakukan pemesanan melalui laman resmi Criterion berikut. (https://www.criterion.com/boxsets/3506-martin-scorsese-s-world-cinema-project-no-3)
Film Lewat Djam Malam dirilis pada 1954 dengan judul internasional After the Curfew. Naskah ini ditulis Asrul Sani. Gagasan merestorasi film Lewat Djam Malam dilakukan jurnalis film JB Kristanto. Dilansir Coconut, restorasi film dilakukan di Laboratorium L'Immagine Ritrovata Italia dipimpin National Museum of Singapore (NMS) dan Konfiden Foundation Indonesia bekerja sama dengan World Cinema Foundation, arsip film Sinematek, dan Kineforum dari Dewan Kesenian Jakarta.
Proyek restorasi Lewat Djam Malam dimulai pada 2010, lalu ditayangkan perdana di NMS pada 2012. Lewat Djam Malam kemudian tayang di Cannes Film Festival sebagai World Classic Cinema (film klasik dunia). Pertengahan 2012, Lewat Djam Malam ditampilkan dalam panggung teater, lalu pada akhir 2012 tayang di London Film Festival.
Film Lewat Djam Malam diperankan A. N. Alcaff dan Netty Herawati. Drama-psikologi/neo-noir, berkisah tentang mantan prajurit bernama Iskandar (A. N. Alcaff) yang ingin hidup sebagai masyarakat sipil pada masa pascakolonialisme di Indonesia. Iskandar dibantu kekasihnya, Norma (Netty Herawati).
Iskandar melarikan diri dari kejaran pihak berwenang di Bandung setelah menyerang Gunawan, mantan komandan yang melakukan korupsi. Iskandar pun tersadar keberadaannya lewat dari jam malam yang ditetapkan dan bergegas kembali ke rumah Norma.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News