Atta Halilintar (Foto: MI/Susanto)
Atta Halilintar (Foto: MI/Susanto)

Wawancara Atta Halilintar: Banyak Orang Berubah karena Video Youtube Aku!

Hiburan sineas kita YouTuber Atta Halilintar
Cecylia Rura • 24 April 2019 09:00
Jakarta: Muhammad Attamimi Halilintar, siapa yang tidak mengenal putra sulung dari pasangan Halilintar Anofial Asmid dan Lenggogeni Faruk ini? Belum genap 25 tahun, pemuda kelahiran Dumai tersebut memiliki penghasilan miliaran rupiah berkat platform YouTube. Jika penghasilan sang adik, Saaih Halilintar dengan 6 juta subscriber dikatakan bisa meraup Rp500 juta hingga Rp1 miliar di usia 16 tahun, tentu Atta si sulung sebagai King of YouTube dengan 14 juta subscriber meraup lebih dari itu.
 
Atta Halilintar lahir di Dumai, 20 November 1994. Dia sempat tinggal di Malaysia dan bertempur dengan kehidupan sejak bangku sekolah dasar. Meski kedua orangtua Atta adalah pengusaha, ada satu titik terendah dalam hidup hingga dia harus berjualan di terminal dan kini kegigihannya menjadi contoh bagi kesepuluh adiknya.
 
Soal asmara, Atta Halilintar tampak skeptis untuk menjalin hubungan dengan perempuan ketika di ambang status popularitas sekarang. Saat di masa sekarat Atta mengaku sering mendapat penolakan, kini dia justru ragu terhadap pasangan hidup. "Alhamdulillah (sekarang) enggak (ditolak cewek). Ketika enggak, itu ujian buat aku," kata Atta.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain asmara, Atta Halilintar kerap mendapat komentar negatif dan tidak jarang konten yang mendompleng jutaan views dianggap remeh temeh. Bagaimana Atta Halilintar menyikapinya?
 
Dua bulan setelah mendapat gelar King of YouTube se-Asia Tenggara, Atta Halilintar tampak masih menggebu menyuarakan asa dan visi ke depan yaitu menjadi pengusaha dan memberi lapangan pekerjaan. Beramai-ramai orang mendengarkan gelora Atta Halilintar, wawancara ini disaksikan belasan orang yang mendengar gaung seorang Atta Halilintar untuk dunia.
 
Konten YouTube Atta Halilintar pasti ada jargon andalan Ashiap, apa maknanya?
 
Ashiap itu Atta siap. Cuma karena di video aku suka ngomong ashiap. Enggak tahunya semua orang gitu. (ikutan).
 
Ketika kamu merasa sukses dengan itu, tetapi banyak penghakiman negatif tentang kehadiran Atta Halilintar. Bagaimana Atta menghadapi para haters di media sosial?
 
Bagi aku haters adalah fans yang tertunda. Jadi mereka lebih kepo dari fans, mereka lebih pingin tahu daripada fans. Ketika kita punya haters, kita ada di satu titik, kita sudah berjalan jauh. Karena siapapun, kalau sudah banyak orang yang ngomongin dia entah gosip, hoaks, kita sudah jauh di depan. Karena orang jarang ngomongin yang di bawah dia, pasti ngomongin orang yang di atas dia. Tapi itu salah satu anugerah bagi hidup aku. Karena dengan adanya dia aku selalu bikin pembuktian-pembuktian untuk aku bisa lebih baik lagi.
 
Sebagai King of YouTube, melihat sekarang para artis ikut merambah profesi YouTuber, apakah profesi artis itu sendiri masih relevan?
 
Menurut aku, dengan banyaknya selebriti join YouTube berarti sekarang semua orang dari TV pun sudah sadar kalau penonton TV itu berkurang. Sekarang, orang dari YouTube engagement-nya lebih tinggi. Kalau mereka (YouTuber) di jalan lebih dikenal orang.
 
Makanya aku sampai enggak tahu, rating TV itu kebenarannya sampai apa sih sekarang? Kenapa orang sekarang mulai pindah ke YouTube? Karena YouTube itu real. Jadi orang bisa melihat real view. Kalau TV harus ada Nielsen, kita enggak tahu kejelasannya gimana. Oh katanya sudah ditaruh di TV orang-orang. Gimana caranya tahu di TV orang? Dari pabrik, titip pabrik. Berapa banyak sih dari 260 juta rakyat kita, berapa TV yang ditaruh? Misalnya yang ditaruh cuma 1.000 atau 5.000 atau 10.000 TV, atau bahkan paling banyak 100.000 tidak bisa mewakili 260 juta rakyat kita.
 
Menurut aku sekarang media sosial adalah hal paling real yang bisa kita lihat. Dan yang paling bisa kita tahu. Itulah sekarang kenapa artis banyak ke YouTube dan banyak juga artis ke aku, pas jalan-jalan, orang sekarang ke mana-mana, aku nonton loh YouTube kamu, bukan aku loh nonton acara kamu di TV. Walaupun, let's say subscriber-nya satu juta. Itulah engagement social media sekarang, karena anak milenial sekarang bukan hanya berpengaruh ke milenial tapi anak kecil. Ibu-ibu dan bapak-bapak sudah nonton YouTube. Itu suatu pergerakan yang besar bukan hanya di Indonesia tapi di dunia.
 
Ketika di ambang popularitas sekarang, tidak jarang orang-orang terkena star syndrome, kaget menjadi bintang. Hal ini pasti dialami dari sisi psikologi seseorang yang dipuja banyak orang. Bagaimana dengan Atta Halilintar?
 
Kalau gue menanggapi star syndrome, kalau kita pelaku pribadi benar-benar sayang sama semua penonton video aku. Di mana mereka kalau lagi sakit, aku kayak luluhnya beda. Mereka penonton aku, mereka terinspirasi dari aku. Kemarin sampai aku ke Aceh saja, banyak orang sekarang masih muda tiba-tiba sukses. 'Bang, aku gara-gara nonton video Bang Atta aku bikin usaha ini dan sekarang berhasil'. Itu kebahagiaan luar biasa buat aku. Entah kemarin kasus Audrey, kasus apa, kasus hoaks, benar atau enggak, anak-anak lagi sakit, anak kanker kemarin dari Aceh bilang ini anak sudah berminggu-minggu susah banget berobat, susah banget mau ganti darah. Tapi ketika aku datang mereka semua semangat buat sembuh, pingin berobat lagi setiap nonton video aku. Katanya semua anak-anak mau makan. Berarti video aku bisa mengubah orang.
 
Wawancara Atta Halilintar: Banyak Orang Berubah karena Video Youtube Aku!
Atta Halilintar (Foto: MI/Susanto)
 
Kalau star syndrome menurut aku beda cerita. Aku masih enggak mengerti kata-kata star syndrome itu apa. Kita jadi angkuh atau apa, itu beda. Tapi aku pribadi itu lebih bahagia kalau ada orang yang berubah karena video aku. Tapi aku enggak bisa setiap hari 100 persen melihat orang. Setiap hari aku syuting YouTube dan TV setiap hari, dagang setiap hari, mikirin konsep setiap hari, tidur 2-3 jam. Kadang-kadang mata aku memang capek. Benar-benar harus melayani orang setiap hari. Capeknya bukan main. Walaupun itu kesenangan hidup aku, tapi ketika aku ketemu orang itu kan enggak berhenti-berhenti, aku di luar terus dari pagi sampai malam ada orang curhat, orang bercerita, aku juga manusia. Sampai suara aku saja sekarang enggak pernah benar jadi serak, karena setiap hari.
 
Sebagai seorang YouTuber, juga memiliki asa baik untuk dunia, bagaimana Atta Halilintar membedakan konten untuk kepentingan bisnis dan konten untuk berbagi empati dengan masyarakat luas?
 
Kalau konten itu bisa mengajak orang ke arah lebih positif menurut gua itu normal. Kalau misalnya kontennya mengajak ke konten yang negatif, oke, aku manusia biasa yang banyak salah, kita bukan malaikat, bukan nabi, bukan rasul, tapi manusia bisa ada salah langkah. Mungkin dari 1.000 langkah aku punya 100 langkah yang salah. Cuma memang aku menjaga itu setiap hari, video aku di YouTube. Kalau berkaitan sama konten, menurut aku apa salahnya. Misalnya, kita harus membantu orang ini, misalnya kemarin aku ke Palu. Ayo kita bikin sesuatu, bagaimana caranya kita bisa membawa satu miliar ke Palu buat bantu orang-orang di sana bikin sekolah sementara, tempat peristirahatan adik-adik yang kena bencana.
 
Kalau kita bikin video, dengan video itu makin banyak orang yang bantu, apa itu salah? Misalnya kita menyampaikan adik ini kanker, dia butuh pengobatan yang banyak. Ketika aku datang, kemarin ada salah satu rumah yang menanggungi atau merawat orang-orang sakit yang sakitnya enggak bisa disembuhin itu semua dia punya lima rumah sakit yang semua habis kontraknya. Akhirnya aku bikin video. Aku memperlihatkan kalau kita harus bantu mereka kita kasih dana dan mereka butuh dana buat lima tempat. Tapi karena video aku, dianggap konten, tapi gara-gara video itu mereka terkumpul biaya untuk menghidupi lima tempat itu, memperpanjang sampai mereka bisa menambah lagi pasien-pasien yang membutuhkan kesehatan. Kanker otak, tumor, itu menurut aku suatu pergerakan. Karena konten orang jadi membantu, orang jadi peduli.
 
Sebenarnya tugas influencer bukan kita meng-influence orang untuk hal-hal yang beprestasi atau apapun, kita juga meng-influence orang kalau kita bantu orang kenapa enggak lo juga. Jadi kita harus ambil apapun itu dari sisi positif, bukan dari sisi negatif.
 
Atta Halilintar sempat membagikan kondisi kehidupan 10 tahun lalu dalam tagar #10yearschallenge. Tampak jauh berbeda dengan kehidupan yang sekarang. Apa yang memotivasi Atta Halilintar untuk merintis usaha dan merambah dunia media sosial?
 
Aku tahu aku bukan lahir dari keluarga kaya raya. Mungkin papa aku konglomerat besar. Memang waktu itu (10 tahun lalu) keluarga aku lagi diuji. Dari aku punya segala macam usaha akhirnya kita mulai dari minus, terus tidur di lantai, di apartemen sewa, kayak flat, kayak bukan apartemen dan itu pindah-pindah 13 kali dalam 3 bulan. Aku waktu itu sampai 2 tahun enggak bisa bayar SPP sekolah SMP, SMA, dan aku harus keluar. Aku keluar biar adik-adik aku saja yang sekolah, aku cari duit.
Apakah itu kehidupan saat di Jakarta?
 
Bukan, itu di Malaysia. Karena setelah di Indonesia sempat dulu di Depok aku sama keluarga mulai berhasil. Kalau sekarang orang tahu Margo City dulu kita sekeluarga bikin di situ. Entah dari klinik, supermarket, tapi adalah ujian namanya hidup jatuh bangun. Itu adalah titik terendah keluarga aku yang bikin kita semua mulai dari minus. Dari ayah aku bikin usaha banyak jadi tukang antar-antar kayak ojek online kayak tukang pos.
 
Aku sebagai anak pertama adik aku waktu itu delapan aku enggak ada pilihan lain, aku harus hustle. Aku enggak ada pilihan hidup aku kalau aku bakal manja, enggak. Kalau aku kuliah dulu gimana? Orangtua saja enggak bisa bayarin sekolah gimana bayarin kuliah. Jadi hidup aku harus hustle. Bagaimana aku menjadi salah satu anak muda terbaik Indonesia. Enggak ada jalan lain. Aku cari jalan-jalan di mana saja. Entah aku mulai ke terminal yang aku bikin 10 years challenge itu aku masih hitam banget kebakar, itu aku bawa kartu SIM card di tas aku jualin ke turis-turis di KLCC, ke terminal-terminal. Umur aku masih kecil tapi aku harus naik bus, turun bus, dan itu progres. Kalau aku lihat aku yang dulu sedih banget. Sampai makan siang, makan malam saja aku enggak tahu. Jadi kalau bisa aku pulang, sampai bawa ini ada makanan daging buat adik-adik karena itu suatu kebahagiaan buat aku dan adik aku delapan.
 
Wawancara Atta Halilintar: Banyak Orang Berubah karena Video Youtube Aku!
Atta Halilintar bersama orangtuanya (Foto: Medcom/Cecylia)
 
Kadang-kadang kita makan satu dulang, satu piring tapi bertujuh telurnya cuma satu atau dua. Itu aku memang tiap hari menjalani itu. Waktu aku bikin 10 years challenge akus aja enggak nyangka di umur aku 24, aku punya progres yang begitu dahsyat. Entah sekarang orang dengan enaknya, wah iyalah Atta itu enak, dikasih apa-apa sama orangtuanya. Gosipnya penghasilannya Rp8 Miliar sebulan, Rp5 Miliar sebulan, orang itu hanya melihat sekarangnya. Men-judge.
 
Entah dia suka dengan yang aku dapat, entah dia enggak suka dengan apa yang aku terima. Tapi aku dari dulu cuma satu, 10 tahun itu aku hustle di segala macam bidang sampai aku mempelajari apa sih online marketer terbaik karena aku bilang oke aku bikin dagangan, aku butuh massa, aku butuh pembeli, aku butuh market, aku pelajari kalau aku buka toko aku modalnya banyak. Akhirnya aku coba jualan online dari handphone China, jualan mobil, dan Alhamdulillah aku sempat punya prestasi yang bisa sampai orangtua punya mobil baru umur 13 tahun, aku punya mobil Rp1 Miliar pertama. Itu bahagianya bukan main dan enggak ada apa-apa aku jualan online tanpa modal bisa ngumpulin dan orangtua aku percaya aku bisa jual Rp1 Miliar. Itu 13 tahun, aku kelas 2 SMP. Itu aku menggebu-gebu makin semangat lagi. Habis aku semangat lagi aku buka toko walaupun toko itu entah toko handphone China orang enggak suka karena barangnya cepat rusak, entah aku bikin burger orang bangun mal itu ditutup, itu kan proses hidup.
 
Jadi gimana aku terus berusaha, akhirnya aku pelajari namanya bisnis online. Kalau ini kita enggak bisa diganggu orang dan ini punya kita sendiri. Dari forum aku jualan, dari blogger tadi aku bilang, aku punya 15 blog. Sebelum ada vlogger itu blogger. Aku belajar 15 blog gimana men-spesifikasi handphone, mobil bekas, dari situ aku berjualan.
 
Tapi akhirnya aku mempelajari masa depan itu bukan di blog, orang lebih suka lihat video daripada membaca. Aku mulai lihat ada Instagram, Friendster, Facebook, dan aku lihat 10 tahun ke depan yang bakal menggila adalah yang aku temukan adanya monster namanya YouTube.
 
Di YouTube aku mulai perjalanan baru yang menurut aku luar biasa karena aku bisa mempromosikan dagangan aku, yang kalau sekarang aku kemarin di pameran baju terbesar omzet nomor satu, punya engagement terbesar, sekarang ini enggak tahu prestasi atau enggak. Barang KW lebih banyak dari Off White, Baid, dan LV, dan Supreme. Barang KW di setiap toko ada. Dan itu menunjukkan minat masyarakat yang tinggi sama produk aku. Kemarin sudah dipakai sama presiden, sudah dipakai sama lawannya juga, dipakai sama banyak selebriti, karena link dan orang suka sama produk aku. Beberapa artis nelepon bukan aku endorse lagi. 'Ta, gua mau main sinetron nih, kirimin baju lo ya gua mau pakai'. 'Ta, gua mau ke Eropa nih lo mau gua fotoin (produknya)'. Itu artis-artis semua yang minta ke aku tanpa aku harus telepon-teleponin, tanpa aku harus bayar mereka.
 
Berarti semua apa yang aku hustle, semua yang aku kerjakan, apa yang aku lakukan semua menjadi kenyataan. Itu yang membuat aku bangga sampai sekarang. Aku enggak pernah menyerah, aku enggak pernah takut posisi aku gimana asalkan aku terus berusaha apapun yang terjadi.
 
Posisi Atta Halilintar sebagai anak sulung di keluarga Halilintar, bagaimana menghadapi 10 adik-adik kamu saat ini?
 
Aku harus jadi contoh buat semuanya dong. Kalau aku jadi contoh buat semuanya berarti aku harus dari kecil adik-adik aku lihat abang aku mandiri, abang aku pingin coba hal baru. Bang kok YouTube-nya keren. Jadi mereka semua bikin. Ada juga adik aku yang bikinnya bareng sama aku namanya Sai dan dia termasuk content creator yang subscriber-nya banyak, 6 juta subscribers, kalau dia di sekolah dikeluarin melulu, karena bacanya lambat. Tapi sekarang penghasilannya bisa Rp500 juta sampai Rp1 Miliar umur 16 tahun.
 
Atta Halilintar sendiri berapa penghasilannya?
 
Oh aku enggak mau ngomong tapi Alhamdulillah. Itu adik aku maksudnya. Luar biasa loh, anak umur 16 tahun yang dibilang di sekolah enggak bisa baca, enggak bisa nulis, lambat tapi bikin video sekarang view-nya 71 juta Ziggi Zagga. Itu dipakai semua dosen-dosen video di seluruh Indonesia untuk jadi contoh anak-anak kuliahan. Padahal dia enggak sekolah, enggak kuliah.
 
Adik-adik juga merambah dunia YouTuber, bagaimana mengajarkan adik-adik menggali sumber untuk konten YouTube?
 
Enggak banyak orang bisa punya usaha bagus, video bagus banyak. Tapi enggak banyak orang bisa tahu konten mana yang bakal viral.
 
Wawancara Atta Halilintar: Banyak Orang Berubah karena Video Youtube Aku!
Atta Halilintar (Foto: Medcom/Cecylia)
 

Seperti apa analisa yang diakukan Atta Halilintar? Tentu ada strategi khusus untuk membuat konten dengan jutaan views.
 
Benar. Itu harus belajar ketika orang berbuat. Karena YouTube itu bukan TV, bukan sinetron, bukan juga film tapi harus belajar menjadi diri sendiri yang disukai orang. Konten apa yang bakal diminati orang. Bukan hanya aku sendiri yang kaget aku bisa punya analisa atau ilmu yang kadang orang-orang enggak kebaca, bahkan aku ditelepon sama orang YouTuber dari Malaysia, Singapura, Thailand. Lu gimana sih bisa kayak gitu penumbuhannya? Dulu Indonesia enggak terlalu dilihat. Tiba-tiba di YouTube sekarang orang Thailand bisa menelepon, you are great.
 
Misalnya YouTuber dari Amerika telepon ini penumbuhan yang dahsyat banget dari Indonesia. Aku bisa saingan sama Pew Die Pie buat penumbuhan subscriber karena buat aku, wah ada satu cara yang aku lakuin dan itu aku harus lakuin terus. Entah itu opening, entah itu isi konten, entah itu jalan cerita. Entah jalan cerita itu enggak boleh terlalu serius. Bagaimana bercandanya, bagaimana kita bertanya ke orang, bagaimana kita menjadi diri sendiri. Bagaimana kalau kita bikin sesuatu yang berbeda dari orang? Itu banyak pelajaran yang enggak bisa dipelajari satu hari. Memang kita harus bertahun-tahun bikin konten sampai kita tahu, dari judul, thumbnail dan segala macam.
 
Atta Halilintar dengan subscriber banyak, tentu diincar banyak sutradara dan produser untuk memproduksi film. Kenapa enggak bikin film sendiri? Atau ada rencana lain?
 
Aku sempat ngomong sama beberapa teman aku yang kalau dibilang punya PH (production house) besar yang bisa dibilang omzetnya mungkin sudah ratusan miliar per tahun bahkan mencapai angka fantastis kayak film Dilan kemarin. Aku bilang ke depannya setelah YouTube aku pingin bikin film.
 
Kapan itu?
 
Aku dituntut sama satu Indonesia untuk setiap hari bikin konten. Ketika lolos satu hari, satu Indonesia nge-DM. 'Bang, hari ini enggak upload?'
 
Seberapa banyak mereka mengirimkan direct message ke Atta Halilintar?
 
Astaghfirullah. Bisa seratus ribu. Per satu detik mungkin 20 puluh. Itu saja aku enggak ngerti gimana orang ini, gimana bisa bacanya. Itu komplain aku enggak upload. Bisa seberontak itu orang. Gimana kalau aku bikin film? Sebulan aku harus reading, sebulan harus ngonsepin, sebulan lagi syuting, sebulan editing, sebulan promosi, nanti lagi belum tayang aku bikin progres. Tadinya target aku mau nomor 1 di Asia Tenggara, Alhamdulillah sekarang target aku nomor 1 di Asia dan semoga ada YouTuber dari Indonesia yang punya jenjang level di dunia.
 
Setelah itu aku mencoba challenge lain, termasuk bikin film, termasuk bikin PH, startup baru yang bisa memindahkan subscriber aku bisa berpenghasilan juga gimana, apa sih yang bisa aku sharing. Apa yang bisa aku bikin, apa yang bisa aku bikin untuk makin banyak lapangan kerja. Aku bangga bisa buka lapangan kerja setiap bulan atau setiap minggu, itu kebanggan sendiri buat aku. Toko aku buka setipa bulan, Alhamdulillah itu suatu kebanggan besar.
 
Wawancara Atta Halilintar: Banyak Orang Berubah karena Video Youtube Aku!
Atta Halilintar (Foto: MI/Susanto)
 
Sekarang berapa jumlah store yang dimiliki Atta Halilintar?
 
Sekarang aku punya store, ini yang bakal launching dekat Pondok Indah 1, Bali 1, Surabaya 1, Kalimantan.
 
Sirkulasi produk ada berapa?
 
Aku enggak akan ngomong angka, tapi biasanya kadang-kadang punya barang 1 kontainer. Itu 2-3 hari bisa habis.
 
Bisa mencapai 20-30 ribu?
Amin.
 
Cuma itu kan luar biasa yang terjadi. Karena peningkatan pasar yang tadinya orang beli Zara dan pembeli aku bukan pembeli orang yang ABC, kan aku harganya dari Rp50 ribu sampai Rp900 ribu. Tapi orang yang beli LV, Supreme, yang harganya berjuta-juta, dia bangga beli baju aku. Entah sampai anak-anak menteri, anak-anak pengusaha minyak datang buat beli baju di situ. Bahkan ada satu orang berduit bisa belanja Rp20 juta sampai Rp50 juta satu orang di store aku. Itu kan suatu pergerakan luar biasa. Aku setiap hari beli barang di Singapura. Dia beli barang di Singapura, sekarang dia bisa ke Indonesia dia lihat ada produk Indonesia kualitasnya sama dengan Singapura. Itu yang aku cari. Bagaimana orang Indonesia bisa bangga sama barangnya sendiri.
 
Sekarang konveksi aku maju, lapangan kerja makin banyak, ibu-ibu di perkampungan di Bandung sekarang banyak ngerjain baju aku. Mungkin kalau ditanya konveksi dari ujung ke ujung entah itu AHHA original atau AHHA palsu. Berarti AHHA palsu juga bermanfaat untuk orang banyak. Sekarang aku ke kampung-kampung, ke toko benang, ibu jahit apa? Baju AHHA. Enggak tahu itu AHHA asli apa KW, tapi gara-gara AHHA semua orang kerja. Tapi itu sesuatu yang luar biasa walaupun aku enggak suka sebenarnya dengan KW karena merusak branding dan branding baju aku. Ini AHHA kok jelek, berbulu, kampungan. Kalau lihat kita orang tukang parkir itu pakai AHHA udah kayak KW.
 
Dengan kesibukan Atta Halilintar yang luar biasa, apakah pernah berada di satu titik merasa sangat lelah. Dengan ekspektasi besar dari netizen, bagaimana Atta memikul beban?
 
Beban sih. Menurut aku kalau ekspektasi terlalu banyak itu. Kalau dibilang capek mungkin aku udah nyerah dari kemarin-kemarin. Aku benar-benar di titik yang sudah capek banget. Kadang-kadang aku diam, sudah duduk, ini orang sombong atau gimana. Aku benar-benar, tired. Tapi semangat aku ngalahin capek aku. Aku baru bangun, walaupun tadi baru tidur jam empat. Aku akan bikin sesuatu hari ini. Aku punya penambahan pelanggan 60 ribu per hari, pernah 100 ribu per hari. Itu kalau dikumpulin satu stadion bola. Aku punya penambahan satu stadion bola nih. Satu stadion bola nih datang setiap hari. Penambahan pelanggan, 70 ribu orang. Itu kalau dikumpulin manusia semua. Kalau orang berpikiran politik ini suara semua. 60 ribu manusia datang per hari ke aku. Kalau aku aja capek kasihan mereka dong yang datang setiap hari. Aku punya kekuatan apalagi selain aku ada kekuatan untuk mereka. Mereka cuma nuntutnya enggak banyak-banyak. Lu harus hibur kita dong, bikin konten buat kita. Lu harus dagang dong.
 
Tuntutan itu tentunya membuat Atta Halilintar memiliki tanggung jawab moral?
 
Pasti, aku harus jadi pribadi yang selalu menyampaikan hal positif. Walaupun orang akan bilang itu pencitraan lu. Misalnya aku ngomong ke teman-teman, dodol lu. Kalau depan video aku bilang dodol semua orang bilang dodol. Jadi aku harus memastikan semua kata aku itu baik. Entahlah aku enggak akan nyindir content creator lain yang ngomongnya buruk atau gimana. Tapi di chanel aku memang enggak pernah mau pakai kata kotor. Enggak mau ada kata buruk. Aku memastikan begitu terus sampai nanti-nanti.
 
Tapi itu beban juga sih, karena aku manusia biasa. Pasti keceplosan entah ide yang salah, tapi itu yang diambil netizen. Dari 360 hari aku kerja misalnya setiap tahun, dengan aku ada bikin satu dua konten yang salah, dua konten itu bisa men-judge aku sedalam-dalamnya.
 
Apakah pernah berada pada satu titik ingin bersenang-senang seperti kebiasaan anak-anak muda lain?
 
Aku punya satu pelajaran kayak gini. Ketika kamu mau menjadi, ini kita memang bilang anak muda ya sekarang banyak anak nongkrong main. Ketika kamu mau jadi 1 persen, jangan melakukan yang 99 persen lakukan. 99 persen anak seumuran aku, Atta ayo kita main, kita nongkrong. Kita mabok deh, ke kafe, nongkrong. Jalan, nongkrong, jalan. Kalau aku kayak gitu aku enggak akan jadi aku yang sekarang. Aku enggak akan jadi Atta Halilintar.
 
Tapi yang aku lakukan aku berbeda dari mereka ada waktunya buat main, buat jalan. Tapi enggak sebanyak mereka. Mungkin mereka dari dulu hidupnya sudah senang. Kalau dulu aku hustle, sampai nanti aku hustle. Ketika aku umur 24 begini kalau aku masih hustle, umur 30 aku bisa jadi apa. Aku ada target-target dalam hidup aku. Setelah aku punya mimpi yang benar, aku punya goals. Karena menurut aku anak muda sekarang kebanyakan mimpi doang. Mimpi-mimpi ngomong.
 
Dreams without goal sama dengan nothing. Nihil hasilnya. Jadi cuma bermimpi tapi enggak berbuah.
 
Atta Halilintar kini sudah sangat populer, selalu membagikan cerita tentang perjuangan. Namun, di fase sekarang adakah titik terendah yang dirasakan Atta Halilintar?
 
Sekarang upside down dulu karena faktor ekonomi. Faktor sekolah, aku enggak bisa begini, begitu. Dan aku pikir kalau udah gede bakal kerja apa. Sekolah enggak tinggi, mau kerja apa aku. Jadi cuma ada satu di pikiran aku bikin lapangan kerja enggak ada jalan lain. Aku harus bikin lapangan kerja, aku harus bikin ribuan karyawan. Ketika aku bisa membayar setiap bulan, miliaran, keluar buat banyak orang. Berarti aku saja sekarang bisa bayar orang buat gaji karyawan. Banyak dong yang sudah bisa aku kerjain. Bukan kerjain hal buruk ya kerjain hal baik.
 
Cuma itu kan suatu kebanggaan buat aku yang tadinya enggak bisa, kalau aku kerja gajinya UMR. Paling gaji aku berapa? Aku enggak ada pilihan lain. Mungkin aku masuk Metro TV saja enggak bisa, karena aku enggak punya S1 bagian Broadcasting. Aku enggak ada pengalaman wartawan. Jadi satu aku harus hustle. Sampai sekarang kata orang perusahaan aku dihargai ratusan miliar, triliun. Itu menurut aku, aku sudah melakukan pergerakan luar biasa dari hidup yang menurut aku capek. Jadi aku enggak pernah merasa hidup aku capek, jenuh, enggak. Karena aku merasa ini perkembangan yang pesat. Aku punya 70 ribu orang datang ke aku tiap hari berlangganan buat aku.
 

 
Selalu berada di depan kamera dengan wajah ekspresif sebagai tuntutan, bagaimana menjalankan tuntutan itu?
 
Terus terang gua belum punya istri jadi belum ada tempat buat mengadu. Cuma nakal-nakal dikit. Biasalah anak muda. Cuma aku no narkoba, no alkohol, no smoking. Ya nakalnya anak muda ya kenalan sama cewek, normalah. Itu mungkin salah satu ujian di kamera setiap hari happy, senang. Orang mau lihat Atta bahagia, ekspresif setiap hari. Aku cuma bilang, oke pulang dari sini aku harus recording. Aku bilang, satu lagu 6 jam nanti habis kelar, besok pagi aku ke Bali. Malamnya aku perform, paginya aku opening Aston Bali. Sorenya aku di Trans Studio Mall sebagai opener untuk launching acara. Kapan gua selesai? Enggak kelar-kelar tiap hari gini. Tapi memang itu yang orang sekarang pingin lihat aku.
 
Maksudnya, apakah Atta Halilintar pernah meluangkan waktu untuk "me time"?
 
Aku sih jarang ada waktu buat aku, misalnya ini saatnya aku sedih.
 
Yakin, tidak pernah meluangkan waktu untuk diri sendiri?
 
Aku kalau di kamar memang suka sendiri. Kalau ditemani sih lebih baik. Kalau di kamar aku prefer sendiri, dikunci. Di situ aku kadang dapat banyak ide di kamar. Entah aku browsing, jadi aku selalu mencurhatkan dengan diri aku sendiri. Entah dengan salat, doa, walaupun aku masih banyak dosa, tapi aku yakin selalu berdoa. Tuhan maafin aku. Tuhan terima kasih atas rezeki yang dikasih. Tuhan habis ini aku harus bikin apa? Semoga ide aku kerjakan hari ini bisa berkah buat orang banyak dan bisa berguna buat aku. Jadi aku enggak ada tempat lain sih buat curhat. Ke mama papa bukan tipikal orang manja. Aku dari kecil enggak pernah minta jajan sama orangtua dari SD.
 
Ketika di depan kamera, Atta Halilintar harus selalu bersikap positif, pernah merasa lelah?
 
Benar. Itu susah. Karena orang ketika aku datang ke kafe malam, lounge, wah Atta dugem, padahal aku enggak minum alkohol. Misalnya itu acara ulang tahun. Entah itu meeting atau itu acara teman aku lagi grand opening aku datang. Serba salah. Kemarin aku foto sama Kak BCL, Kak BCL yang upload bukan aku ini Atta ngapain begini, kan ini ulang tahun. Maksudnya aku bukan manusia sempurna. Aku paling enggak mau nyebut. Kadang-kadang aku bilang Allah saja Tuhan karena aku pingin bisa didengar sama semua agama. Dan aku kalau nyebut kebaikan aku selalu bilang aku bukan orang baik. Jadi jangan harap aku selalu sempurna, kayak aku ustaz. Aku masih muda, umur aku masih 20-an tahun. Yang masih jatuh sana jatuh sini.
 
Dengan popularitas Atta Halilintar sekarang, apakah pernah ditolak cewek?
 
Kalau dulu Alhamdulillah sering. Kalau sekarang gua suka nyanyi lagunya Young Lex. Sekarang kau rasakan.
 
Apakah sekarang mengalami penolakan itu? Padahal popularitas itu justru menjadi serangan bahaya bagi seorang bintang untuk menjalin asmara.
 
Alhamdulillah enggak. Ketika enggak itu ujian buat aku dong. Aku sekarang enggak tahu cewek mana yang bener. Yang suka sama aku tulus, yang suka sama aku karena support, yang suka aku karena mau sesuatu. Jadi kalau posisi sekarang aku enggak tahu.
 
Bagaimana Atta Halilintar memilah orang yang benar-benar tulus dan tidak, dengan posisi puncak popularitas sekarang?
 
Iya sih. Ada waktunya, cuma biar berjalannya waktu. Karena aku sekarang enggak tahu, kayak semua orang jadi baik. Aku sekarang enggak tahu mana real friend, mana fake friend. Mana orang yang ada selama aku beneran, mana orang yang enggak ada. Ketika dulu aku mau minta bantu usaha ini, mau minta jemput karena enggak punya motor aja susah. Sekarang semua orang, Ta pakai aja mobil gue, hotel gue ini, Ta pakai aja gue punya pesawat.
 
Dan kamu tahu bahwa mereka oportunis?
 
Iya. Maksudnya, bokap gua punya pesawat ini lu mau pakai dulu enggak. Kalau orang lihat kok Atta tiap kota ada mobil mewah, itu orang-orang yang kasih. Tapi aku bilang oke aku itu orangnya enggak suka utang budi.
 
Jadi, Atta Halilintar memilih untuk membayar?
 
Mendingan aku bayar, aku sewa sendiri atau aku beli sendiri, mending aku beli sendiri. Daripada aku harus utang budi iya kan? Utang budi itu sulit sih apalagi, misalnya kalau aku pemimpin, apalagi pemimpin negara, kalau punya utang budi berarti kita menjaga satu pihak. Makanya ada orang suka bilang, Ta jadi caleg dong. Jadi DPR dong. Karena kamu yang ngomong, gua akan utang budi ama elu. Berarti aku harus mengembalikan chance yang orang itu berikan ke aku begitu. Apalagi kalau orang bilang Ta jadi caleg itu banyak banget partai, entah email benar apa enggak. Penawaran caleg. Ada yang nawarin bayar. Aku juga enggak ngerti nih. Email benar apa enggak. Tapi gua bilang wah ini gua bakal utang budi.
 

Wawancara Atta Halilintar: Banyak Orang Berubah karena Video Youtube Aku!
Atta Halilintar (Foto: Medcom/Cecylia)
 
Apakah Atta aktif membaca berita juga?
Baca, termasuk politik. Seorang content creator yang bagus dia harus tahu berita setiap hari. Berita besok misalnya googling lampu merah pasti muncul. Maksudnya sesimpel itu saja aku cepet tahu. Apalagi viral, biasanya 10 menit viral biasanya tahu.
 
Aku suka riset, aku suka analisa, aku suka bikin analytic. Itu memang hobi aku dari dulu. Waktu aku lihat berita politk aku senang kok ngikutin, apa yang terjadi di negara kita. Gimana rakyat yang kasihan, jadi aku bisa punya poin-poin. Kok ada rakyat yang kayak gini, video yang viral aku enggak mau ceritain, aku lihat, kenapa rakyat di sana belum, kenapa rakyat kecil di sini begini ya? Mungkin suatu saat aku menjadi pemimpin, atau pemimpin keluarga aku harus bisa care sama semua orang, sama karyawan.
 
Bagaimana dengan referensi musik seorang Atta Halilintar?
 
Aku paling suka sebenarnya lagu aku sendiri. Ini lagu yang sering aku putar. Ini biasanya musik aku hip hop dan EDM. Karena aku bikin Atta Music, yang hip hop, EDM juga.
 
Aku suka Drake, Travis Scott, Butterfly Effect, The Chainsmokers, EDM yang enggak terlalu hard tapi enjoy, aku suka Kanye West, XXXTentacion. ASAP Rocky, cuma waktu ASAP Rocky aku lagi syuting. Coldplay.
 
Selain memiliki puncak popularitas soal konten YouTube, Atta Halilintar juga merintis AHHA Music. Apakah ingin dikenal juga sebagai musisi?
Aku memang suka bikin lirik, suka bikin lagu.
 
Tentang apa?
 
Mungkin kalau bisa dengar lagu aku Work Hard Pray Hard, God Bless You, Draw My Life, perjuangan hidup aku. Kalau Work Hard Pray Hard di mana perjuangan aku membalas haters, gimana juga aku tetap hustle, kalau God Bless You gimana aku mendoakan lovers dan haters, God Bless You for the lovers and haters. Apa aja yang aku ceritain di situ, mungkin mereka bangga.
 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif