Ilustrasi. (Foto: MI/Adam Dwi)
Ilustrasi. (Foto: MI/Adam Dwi)

278 Calhaj Tarik Setoran Pelunasan Haji

Haji ibadah haji
Antara • 16 Juni 2020 12:54
Jakarta: Sebanyak 278 calon haji yang ditetapkan berangkat tahun ini menarik setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) seiring pembatalan pengiriman jemaah Indonesia ke Tanah Suci, Arab Saudi.
 
"Dua pekan sejak pembatalan keberangkatan, tercatat 278 jamaah haji ajukan pengembalian setoran pelunasan," kata Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis, melansir Antara, Selasa, 16 Juni 2020.
 
Dia mengatakan proses pengembalian setoran pelunasan dibuka satu hari sejak pemerintah mengumumkan pembatalan pengiriman jemaah haji Indonesia pada 2 Juni 2020. Pembatalan dilakukan karena alasan menghindari penularan masif covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Permohonan pengembalian setoran pelunasan, kata dia, diajukan ke Kemenag kabupaten/kota untuk selanjutnya diproses ke Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dan Bank Penerima Setoran (BPS).
 
Baca juga:Kemenag dan Calon Jemaah Diminta Bijak Soal Dana Haji
 
Setelah mendapat Surat Perintah Membayar (SPM) dari BPKH, lanjut dia, BPS akan mentransfer dana ke rekening jemaah. Secara prosedur, proses ini berlangsung selama sembilan hari kerja sejak berkas permohonan dinyatakan lengkap oleh Kantor Kemenag kabupaten/kota.
 
"Permohonan 278 jamaah sudah kami kirim ke BPKH. Sebanyak 206 permohonan sudah diterbitkan SPM-nya oleh BPKH dan sudah diterima BPS Bipih," kata dia.
 
"Kalau sudah ada SPM, BPS Bipih tinggal mentransfer ke rekening jemaah," lanjut dia.
 
Muhajirin mengatakan, 278 anggota jemaah yang mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan, tersebar di 26 provinsi.
 
Lima provinsi dengan jumlah pengajuan terbesar, kata dia, adalah Jawa Tengah 51 orang calon haji, Jawa Timur 46 orang calon haji, Jawa Barat 41 orang calon haji, Sumatera Utara 30 orang calon haji, dan Lampung 15 orang calon haji.
 
Baca juga:Arab Saudi Bakal Kehilangan Rp170 Triliun dari Pembatalan Haji dan Umrah
 
Dia mengatakan terdapat delapan provinsi yang jemaahnya belum satu pun mengajukan permohonan penarikan setoran pelunasan, yaitu Sumatera Barat, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
 
"Pengajuan permohonan pengembalian setoran pelunasan ini dibuka sepanjang tahun sampai keberangkatan haji pada 1442 Hijriah/2021 Masehi," beber dia.
 
Adapun Bipih ditetapkan berdasarkan 13 embarkasi se-Indonesia. Bipih terdiri dari dana setoran awal dan dana setoran pelunasan.
 
"Artinya, setoran pelunasan adalah selisih dari Bipih per embarkasi dengan setoran awalnya," kata dia.
 
Dia mencontohkan, "untuk embarkasi Jakarta, dengan Bipih Rp34.772.602 dan setoran awal Rp25 juta, berarti setoran pelunasannya sebesar Rp9.772.602." Dengan setoran awal haji sebesar Rp25 juta, berikut nilai besaran setoran pelunasan 1441 Hijriyah/2020 Masehi reguler per embarkasi.
 
1. Embarkasi Aceh Rp6.454.602
2. Embarkasi Medan Rp7.172.602
3. Embarkasi Batam Rp8.083.602
4. Embarkasi Padang Rp8.172.602
5. Embarkasi Palembang Rp8.073.602
6. Embarkasi Jakarta Rp9.772.602
7. Embarkasi Kertajati Rp11.113.002
8. Embarkasi Solo Rp10.972.602
9. Embarkasi Surabaya Rp12.577.602
10. Embarkasi Banjarmasin Rp11.927.602
11. Embarkasi Balikpapan Rp12.052.602
12. Embarkasi Lombok Rp12.332.602
13. Embarkasi Makassar Rp13.352.602.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif