YOUR FASHION

Menpar Widiyanti: Jember Fashion Carnaval Jadi Etalase Kreativitas Indonesia di Mata Dunia

A. Firdaus
Selasa 28 Juli 2026 / 15:07
Ringkasnya gini..
  • JFC yang telah digelar secara konsisten sejak 2003 kini menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia.
  • JFC selalu masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN).
  • Lewat tema HEAL, JFC 2026 mengajak masyarakat membangun hubungan yang lebih harmonis.
Jember: Jember Fashion Carnaval (JFC) kembali membuktikan bahwa dunia mode bukan hanya soal busana dan pertunjukan. Selama lebih dari dua dekade, ajang ini berkembang menjadi etalase kreativitas Indonesia yang mampu menggerakkan pariwisata, ekonomi kreatif, hingga membuka peluang bagi generasi muda untuk berkarya.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana saat menghadiri puncak penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 di Alun-Alun Kabupaten Jember, Minggu, 26 Juli 2026.

Menurut Menpar Widiyanti, JFC yang telah digelar secara konsisten sejak 2003 kini menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia sekaligus karnaval fesyen bertaraf internasional yang berhasil memperkenalkan kreativitas anak bangsa ke panggung dunia.
"Kita tidak hanya menyaksikan sebuah karnaval. Kita menyaksikan sebuah gagasan besar bahwa kreativitas adalah kekuatan yang mampu membangun identitas, menggerakkan perekonomian, dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia," ujar Menpar Widiyanti.
 

Enam tahun berturut-turut masuk KEN


Konsistensi penyelenggaraan menjadi salah satu kekuatan JFC. Sejak 2021, acara ini selalu masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) dan pada 2026 kembali menempati jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara untuk keempat kalinya.

Menurut Menpar, pencapaian tersebut menunjukkan kualitas penyelenggaraan JFC yang terus meningkat sekaligus memiliki daya tarik yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Jember, Yayasan Jember Fashion Carnaval, serta seluruh pihak yang selama ini menjaga kualitas dan semangat penyelenggaraan acara.
 

Fashion yang membawa pesan


Mengusung tema "HEAL: Humanity, Earth and Life", JFC 2026 berlangsung pada 24–26 Juli 2026. Tema tersebut mengajak masyarakat membangun hubungan yang lebih harmonis antara manusia, bumi, dan kehidupan melalui karya fesyen yang sarat pesan tentang lingkungan dan kemanusiaan.

Pesan itu diwujudkan melalui empat agenda utama serta delapan defile teatrikal yang memadukan unsur mode, seni pertunjukan, budaya, dan isu keberlanjutan.

Pendekatan tersebut membuat JFC tidak hanya menjadi pertunjukan visual, tetapi juga media edukasi yang memperlihatkan bagaimana fashion dapat menjadi sarana menyampaikan gagasan dan kepedulian terhadap berbagai isu sosial.
 

Dampaknya terasa hingga UMKM


Selain menjadi magnet wisata, JFC juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Pada penyelenggaraan 2025, JFC berhasil menarik 557.509 wisatawan nusantara dan 284 wisatawan mancanegara. Ajang ini juga melibatkan 106 pelaku UMKM, 2.643 pekerja seni, serta 558 tenaga kerja, dengan nilai perputaran ekonomi mencapai Rp60,21 miliar.

Widiyanti menilai angka tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan event berkualitas mampu memberikan manfaat luas, mulai dari memperkuat promosi destinasi, membuka peluang usaha, hingga menciptakan lapangan kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Pariwisata tidak hanya tentang menghadirkan lebih banyak wisatawan, tetapi juga menciptakan lebih banyak peluang, lebih banyak manfaat ekonomi, serta lebih banyak ruang bagi pelaku seni, UMKM, dan masyarakat untuk tumbuh bersama," katanya.
 

Regenerasi jadi kunci keberlanjutan


Presiden Jember Fashion Carnaval, Budi Setiawan, mengatakan JFC kini telah berkembang menjadi gerakan kreatif yang memberi ruang bagi generasi muda untuk berpartisipasi dan berinovasi.

Menurutnya, proses regenerasi berjalan semakin kuat. Jika pada awal penyelenggaraan sebagian besar proses kreatif masih didampingi penyelenggara, kini hampir seluruh tahapan, mulai dari pengembangan konsep hingga eksekusi karya, dilakukan oleh generasi muda.

"Di tahun ini, 99 persen konten kreatif sudah berada di tangan adik-adik generasi muda. Kami hanya mendampingi agar nilai-nilai Jember Fashion Carnaval tetap terjaga," ujarnya.

Ia menambahkan, setiap kostum yang ditampilkan tidak hanya mengejar keindahan visual, tetapi juga membawa pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

"Pertunjukan bukan sekadar membuat kostum yang indah, tetapi juga menyampaikan sebuah pesan. Kami optimistis ke depan JFC akan sepenuhnya dijalankan oleh generasi muda, sementara kami menyiapkan jejaring dan penguatan ekosistemnya," tutup Budi.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH