YOUR FASHION

Kata Pemerhati Budaya dan Gaya Hidup Soal Baju Adat yang Dipakai Jokowi

Yatin Suleha
Senin 16 Agustus 2021 / 11:57
Jakarta: Selalu ada yang berbeda dengan jelang dan Hari Perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia, salah satu yang paling banyak menjadi perhatian adalah baju adat daerah yang dikenakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hari Senin, 16 Agustus 2021 ini, saat mengikuti Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2021 terlihat Presiden Jokowi mengenakan baju Adat Suku Badui Luar dengan berselempang tas koja dan ikat kain lomar di kepala. 

Orang Badui sering menyebutnya dengan baju kampret. Warnanya biru gelap atau hitam. Bedanya dengan baju Suku Badui Dalam, baju Suku Badui Luar ini sudah boleh dijahit dengan mesin jahit, bahannya sudah boleh dari pabrik, bisa menggunakan kantong dan kancing, bahkan ada yang menggunakan kerah baju. 


Baju
(Farid selaku Pemerhati Budaya dan Gaya Hidup mengatakan bahwa langkah Jokowi dengan memakai baju adat khas berbagai suku saat momen jelang 17 Agustus merupakan langkah cerdas yang bisa menjadi salah satu bentuk promosi dan kampanye budaya Indonesia. Foto: Dok. Farid)


Menurut Farid selaku Pemerhati Budaya dan Gaya Hidup, hal ini merupakan sebuah tindakan yang cerdas. 

"Selain memperkenalkan budaya Suku Badui yang 'tersembunyi' dan tidak banyak orang tahu, misi Pak Jokowi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya Indonesia," papar lelaki yang ramah ini.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, termasuk keragaman busana daerah yang penuh ciri khas. Masing-masing busana daerah memiliki filosofinya tersendiri yang dipengaruhi oleh nilai luhur budaya peninggalan. 

"Pendapat saya terkait dengan busana Suku Badui yang dikenakan Jokowi adalah alangkah baiknya jika hal ini ditiru dan menjadi 'seragam' unik yang diterapkan oleh seluruh anggota MPR. Hal ini dapat menjadi satu bentuk promosi dan kampanye budaya Indonesia baik bagi warga Indonesia maupun warga dunia yang melihatnya," pungkas Farid.
(TIN)

MOST SEARCH