YOUR FASHION

Brodo Dihujat, Taruh Batik Parang sebagai Outsole Sepatu

Wandi Yusuf
Kamis 09 Desember 2021 / 07:03
Jakarta: Brand sepatu lokal asal Bandung, Brodo, dihujat. Batik parang yang diukir di outsole atau bagian bawah sepatu menjadi biang keladinya.

Kritikan ini pertama kali dilontarkan akun Instagram @k.weisle melalui insta story, Rabu, 8 Desember 2021. Dalam unggahannya, @k.weisle memulai dengan kata menohok:

"UNCULTURED!!"

Kata itu disandingkan dengan foto outsole sepatu Brodo dengan ukiran batik parang. Sambil menggamit akun @bro.do, dia menulis:

"Ini brand orang-orangnya jago digital marketing, tapi ga baca sejarah motif parang di batik. Apa memang ga sampe ya."
Parang Brodo
Tak cukup dengan satu unggahan insta story, @k.weisle menaruh tiga lainnya. Ketiganya menjelaskan mengenai kenapa dia begitu kesal dengan ulah Brodo yang serampangan menaruh motif parang di bagian paling bawah alas kaki.
Batik Parang Brodo
"Bukan tanpa alasan pihak Keraton melarang orang lain dari luar memakainya. Hal ini lantaran jenis batik tersebut memiliki doa serta makna tersembunyi yang begitu dalam. Apalagi dijelaskan motif batik parang merupakan ciptaan Garwo dari Sultan Agung."

Kutipan itu dia ambil dari akun @grkhayu dan @grkbendera di lider.id. Intinya, jangan sembarangan orang memakai batik parang. Apalagi sampai menaruhnya di bawah sepatu.
Kontroversi Batik Parang Brodo
Akun @k.weisle juga mengingatkan Brodo untuk tak mendompleng kalimat 'bangga buatan dalam negeri' tanpa mendalami dulu makna dari sebuah sejarah. 

"Kalau alasannya tadi karena 'bangga', alangkah lebih baiknya tahu dulu makna, arti, dan aturan penggunaannya sebelum diaplikasikan ke desain apa pun itu," tulis dia.
Batik Parang Brodo
Mengetahui unggahan @k.weisle ini menjadi begitu viral, akun resmi Brodo di Instagram @bro.do, langsung memberi klarifikasi dan meminta maaf. Brodo bahkan bercerita jika penggunaan batik parang di outsole ini sudah berlangsung sejak 2012.

Baca: Keren! Produk UMKM Jabar Mejeng di Dubai

"Halooo temen-temen, mohon maaf banget atas kelalaian kita dalam mendalami filosofi, cerita, dan makna dari tiap motif batik. Kalau boleh diizinkan cerita, berawal waktu kita baru mulai di 2012, padahal kita brand masih baru tapi banyak banget Brodo KW di pasar, sehingga customer bingung, karena waktu itu kita sharing Outsole dengan brand lain." 

"Akhirnya kita pilih untuk invest dan develop mould yang baru, unik, original sehingga mustahil ditiru. Dan dengan lugunya juga kita ngerasa bakal keren banget suatu ketika sepatu ini dipake di luar negeri, selalu harus inget identitas kita sebagai bangsa Indonesia, ada reminder dan doa di situ. 

"Sekali lagi temen-temen thanks banget atas edukasinya serta masukannya. Dan apabila ada masukan lagi mohon berkenan untuk ditambah saran dan kritiknya." 

"Kita masih brand seumur jagung dibanding senior-senior. Perhatian dari temen-temen kita yang bikin kita untuk terus memperbaiki diri. Kecintaan kita terhadap kayanya budaya Indonesia serta mimpi ada brand lokal yang bisa lestari di dunia internasional tidak akan pernah padam. 

"Bertepatan pergantian tahun, berikan kita waktu untuk menyelesaikan development design corak baru kita untuk mengistirahatkan design ini. Rencana Februari atau Maret (2022) ini selesai development nya. Sekali lagi thanks temen-temen."


Demikian pernyataan Founder Brodo, Yukka, dalam unggahannya.
Brodo
 
(UWA)

MOST SEARCH