YOUR FASHION

Gaya 6 Negara Asia Tenggara Bertemu di JFW 2027

A. Firdaus
Rabu 04 November 2026 / 18:31
Ringkasnya gini..
  • Southeast Asian Fashion Parade di JFW 2027 mempertemukan enam desainer dari enam negara untuk menampilkan kreativitas dan identitas fesyen Asia Tenggara.
  • Hal tersebut sejalan dengan Declaration on Cultural Heritage yang diadopsi ASEAN di Bangkok pada 25 Juli 2000.
  • Southeast Asian Fashion Parade menjadi bagian dari rangkaian penutup JFW 2027 yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November 2026.
Jakarta: Panggung Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 tak hanya menjadi tempat bagi desainer lokal memamerkan koleksi terbaru. Tahun ini, kreativitas fesyen Asia Tenggara turut mendapat sorotan melalui Southeast Asian Fashion Parade yang mempertemukan desainer dari enam negara.

Digelar di City Hall, Pondok Indah Mall 3 (PIM 3), Jakarta, Minggu, 1 November 2026, peragaan busana ini menghadirkan koleksi ready-to-wear kontemporer dengan karakter dan identitas masing-masing negara. Ajang tersebut menjadi bagian dari inisiatif SEAWAVES yang menghubungkan warisan budaya dengan perkembangan fesyen masa kini.

Enam desainer yang tampil berasal dari Malaysia, Singapura, Filipina, Kamboja, Vietnam, dan Thailand. Mereka adalah Rizman Ruzaini, GINLEE, Renz Reyes, Natacha Van, THAT, serta TANDT.
Masing-masing membawa perspektif berbeda dalam menerjemahkan kreativitas dan karakter fesyen Asia Tenggara. Koleksi mereka ditampilkan dalam dua sesi peragaan, yakni pukul 13.00 dan 20.00 WIB.
 

Fesyen Jadi Jembatan Budaya


Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, kolaborasi ini menjadi salah satu cara memperkuat hubungan antarnegara di kawasan melalui kebudayaan dan industri kreatif.

Menurutnya, fesyen tidak hanya berkaitan dengan industri dan tren berpakaian, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya suatu bangsa.

Hal tersebut sejalan dengan Declaration on Cultural Heritage yang diadopsi ASEAN di Bangkok pada 25 Juli 2000. Deklarasi tersebut mengakui fesyen sebagai bagian dari warisan budaya populer di kawasan.
 
Menpar Widiyanti di JFW2
Menpar Widiyanti menyebut kolaborasi ini menjadi salah satu cara memperkuat hubungan antarnegara di kawasan melalui kebudayaan dan industri kreatif. Dok. Kemenpar


“Pengakuan ini menegaskan bahwa fesyen bukan sekadar sebuah industri, melainkan juga wujud ekspresi identitas budaya sekaligus sarana penting untuk semakin mendekatkan bangsa-bangsa di kawasan,” kata Menpar Widiyanti.

Ia menilai diplomasi fesyen dapat menjadi pendekatan untuk merayakan keberagaman, memperluas pemahaman lintas budaya, sekaligus mempererat persahabatan antarnegara.
 

Jakarta Punya Potensi Jadi Pusat Kolaborasi Fesyen


Southeast Asian Fashion Parade juga memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu ruang pertemuan industri kreatif Asia Tenggara. Terlebih, Jakarta merupakan lokasi Sekretariat ASEAN yang selama ini menjadi pusat aktivitas diplomasi regional.

Menpar Widiyanti menilai Jakarta memiliki potensi untuk mempertemukan desainer, pelaku usaha, dan komunitas fesyen dari berbagai negara. Pertemuan tersebut diharapkan membuka peluang pertukaran ide hingga kolaborasi lintas negara.

Dalam hal ini, Jakarta Fashion Week berperan sebagai platform yang memberikan ruang bagi desainer mapan, talenta baru, dan pelaku industri fesyen untuk memperluas jejaring serta membangun kerja sama internasional.

Southeast Asian Fashion Parade menjadi bagian dari rangkaian penutup JFW 2027 yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November 2026 dengan tema City of New Lights.

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata bersama Jakarta Fashion Week dan sejumlah mitra juga menghadirkan pameran Waves of Weave di Museum Nasional Indonesia pada 26 Oktober 2026. Pameran tersebut menampilkan kekayaan tekstil tradisional dan kebaya dari berbagai negara Asia Tenggara hingga 8 Januari 2027.

Melalui rangkaian kegiatan ini, fesyen diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk menunjukkan kreativitas, tetapi juga membuka jalan bagi kolaborasi industri kreatif dan pariwisata di kawasan.

“Semoga fesyen Asia Tenggara terus menjadi jembatan yang mendekatkan bangsa-bangsa di kawasan serta memperoleh pengakuan yang semakin luas di panggung dunia,” ujar Widiyanti.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH