YOUR FASHION
LAKON Indonesia Bawa HARSA ke Busan Fashion Week 2026, Unjuk Karya di Korea
Yatin Suleha
Rabu 04 November 2026 / 16:04
- Koleksi HARSA dari LAKON Indonesia kini siap melenggang ke ranah internasional.
- HARSA, yang berasal dari bahasa Sanskerta dan berarti kebahagiaan.
- Ini merupakan kelanjutan dari eksplorasi kreatif LAKON Indonesia selama delapan tahun terakhir.
Jakarta: Sukses tampil di panggung JF3 Fashion Festival 2026 dan sesi re-see di Teras Lakon, koleksi HARSA dari LAKON Indonesia kini siap melenggang ke ranah internasional. Tepat pada 29 Oktober 2026, HARSA bakal tampil memukau di Busan Fashion Week, Korea Selatan.
Langkah ini jadi bukti komitmen LAKON Indonesia dalam memajukan kriya Nusantara lewat sentuhan desain modern dan relevan, sekaligus memboyong karya serta keahlian para perajin lokal ke panggung dunia.
HARSA, yang berasal dari bahasa Sanskerta dan berarti kebahagiaan, merupakan kelanjutan dari eksplorasi kreatif LAKON Indonesia selama delapan tahun terakhir.
Setelah URUB dan Pasar Malam, koleksi ini membawa sebuah pemahaman bahwa kebahagiaan tidak hanya ditemukan pada hasil akhir, tetapi juga dalam seluruh proses yang dilalui untuk menciptakannya.
Melalui arahan kreatif Irsan, yang telah memasuki koleksi kesembilannya bersama LAKON Indonesia, HARSA menghadirkan siluet yang lebih ringan, lembut, dan elegan.
Batik dan sulam manual diterjemahkan melalui eksplorasi proporsi, konstruksi, dan material, menghadirkan koleksi yang memadukan kekayaan keterampilan tradisional dengan kebutuhan berpakaian masa kini.
Presentasi perdana HARSA di JF3 Fashion Festival 2026 menjadi awal perjalanan koleksi ini.
Melalui re-see di Teras Lakon, HARSA kemudian dihadirkan dalam suasana yang lebih dekat, memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengamati detail, material, dan proses pengerjaan setiap karya secara lebih mendalam.
Kini, melalui Busan Fashion Week, cerita yang sama akan dibawa kepada audiens yang berbeda, memperkenalkan bukan hanya hasil akhir sebuah koleksi, tetapi juga pemikiran, keterampilan, dan proses panjang di balik penciptaannya.
"Bagi kami, setiap presentasi merupakan bagian dari sebuah perjalanan. JF3 menjadi tempat kami memperkenalkan HARSA, kemudian melalui re-see di Teras Lakon, kami memberikan kesempatan untuk mengenal koleksi ini dengan lebih dekat," ujar Thresia Mareta, Founder LAKON Indonesia.
"Sekarang kami membawanya ke Busan, untuk berbagi cerita yang sama dengan audiens yang lebih luas. Kami percaya bahwa apa yang telah kami bangun bersama para perajin memiliki nilai yang dapat terus berkembang."
"Melalui kesempatan seperti ini, kami berharap semakin banyak orang dapat mengenal craftsmanship Indonesia dan melihat bagaimana keterampilan yang diwariskan dari generasi ke generasi dapat terus menemukan relevansinya dalam kehidupan modern."
Partisipasi dalam Busan Fashion Week 2026 juga menandai kembalinya LAKON Indonesia ke Korea Selatan, setelah penampilan pertamanya di Busan Fashion Week pada 31 Oktober 2025, yang kemudian dilanjutkan dengan keikutsertaan di HiSeoul Showroom pada awal November 2025.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi LAKON Indonesia untuk memperkenalkan identitas desainnya sekaligus membangun hubungan dengan ekosistem fashion Korea.
Setahun kemudian, LAKON Indonesia kembali dengan HARSA, membawa perkembangan terbaru dari eksplorasi kreatifnya dan melanjutkan upaya membangun hubungan yang berkelanjutan.
Bagi LAKON Indonesia, kehadiran di panggung internasional bukan sekadar memperkenalkan koleksi kepada pasar baru, tetapi juga menjadi kesempatan untuk bertukar perspektif, memahami perkembangan industri, dan membuka kemungkinan kolaborasi yang dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan kriya dan fashion Indonesia.
Perjalanan HARSA juga sejalan dengan semangat RECRAFTED: Shaping the Future yang diusung JF3 Fashion Festival 2026, bahwa masa depan fashion tidak hanya dibentuk melalui gagasan, tetapi melalui proses, konsistensi, kolaborasi, serta keberanian untuk terus bereksplorasi dan berkembang.
Melalui HARSA, LAKON Indonesia kembali menegaskan keyakinannya bahwa tradisi tidak harus berhenti pada bentuk yang telah dikenal.
Tradisi dapat terus hidup dan berkembang ketika pengetahuan serta keterampilan di baliknya terus diberi ruang untuk menemukan bentuk dan makna baru.
Dari Jakarta menuju Busan, HARSA melanjutkan sebuah perjalanan yang merayakan proses, kebersamaan, serta setiap tangan dan pemikiran yang menjadikan sebuah karya berarti.
(TIN)
Langkah ini jadi bukti komitmen LAKON Indonesia dalam memajukan kriya Nusantara lewat sentuhan desain modern dan relevan, sekaligus memboyong karya serta keahlian para perajin lokal ke panggung dunia.
HARSA, yang berasal dari bahasa Sanskerta dan berarti kebahagiaan, merupakan kelanjutan dari eksplorasi kreatif LAKON Indonesia selama delapan tahun terakhir.
Setelah URUB dan Pasar Malam, koleksi ini membawa sebuah pemahaman bahwa kebahagiaan tidak hanya ditemukan pada hasil akhir, tetapi juga dalam seluruh proses yang dilalui untuk menciptakannya.
Melalui arahan kreatif Irsan, yang telah memasuki koleksi kesembilannya bersama LAKON Indonesia, HARSA menghadirkan siluet yang lebih ringan, lembut, dan elegan.
(Thresia Mareta, Founder LAKON Indonesia. Foto: Dok. Istimewa)
Presentasi perdana HARSA di JF3 Fashion Festival 2026 menjadi awal perjalanan koleksi ini.
Melalui re-see di Teras Lakon, HARSA kemudian dihadirkan dalam suasana yang lebih dekat, memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengamati detail, material, dan proses pengerjaan setiap karya secara lebih mendalam.
Kini, melalui Busan Fashion Week, cerita yang sama akan dibawa kepada audiens yang berbeda, memperkenalkan bukan hanya hasil akhir sebuah koleksi, tetapi juga pemikiran, keterampilan, dan proses panjang di balik penciptaannya.
"Bagi kami, setiap presentasi merupakan bagian dari sebuah perjalanan. JF3 menjadi tempat kami memperkenalkan HARSA, kemudian melalui re-see di Teras Lakon, kami memberikan kesempatan untuk mengenal koleksi ini dengan lebih dekat," ujar Thresia Mareta, Founder LAKON Indonesia.
"Sekarang kami membawanya ke Busan, untuk berbagi cerita yang sama dengan audiens yang lebih luas. Kami percaya bahwa apa yang telah kami bangun bersama para perajin memiliki nilai yang dapat terus berkembang."
"Melalui kesempatan seperti ini, kami berharap semakin banyak orang dapat mengenal craftsmanship Indonesia dan melihat bagaimana keterampilan yang diwariskan dari generasi ke generasi dapat terus menemukan relevansinya dalam kehidupan modern."
Melanjutkan hubungan dengan industri fashion Korea
(Koleksi HARSA dari LAKON Indonesia sukses melenggang ke Busan Fashion Week 2026 membawa kriya Nusantara. Foto: Dok. Istimewa)
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi LAKON Indonesia untuk memperkenalkan identitas desainnya sekaligus membangun hubungan dengan ekosistem fashion Korea.
Setahun kemudian, LAKON Indonesia kembali dengan HARSA, membawa perkembangan terbaru dari eksplorasi kreatifnya dan melanjutkan upaya membangun hubungan yang berkelanjutan.
Bagi LAKON Indonesia, kehadiran di panggung internasional bukan sekadar memperkenalkan koleksi kepada pasar baru, tetapi juga menjadi kesempatan untuk bertukar perspektif, memahami perkembangan industri, dan membuka kemungkinan kolaborasi yang dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan kriya dan fashion Indonesia.
Perjalanan HARSA juga sejalan dengan semangat RECRAFTED: Shaping the Future yang diusung JF3 Fashion Festival 2026, bahwa masa depan fashion tidak hanya dibentuk melalui gagasan, tetapi melalui proses, konsistensi, kolaborasi, serta keberanian untuk terus bereksplorasi dan berkembang.
Melalui HARSA, LAKON Indonesia kembali menegaskan keyakinannya bahwa tradisi tidak harus berhenti pada bentuk yang telah dikenal.
Baca Juga :
JF3 Fashion Festival Perluas Jaringan Internasional: Tanda Tangan MoU dengan Pemerintah Metropolitan Busan
Tradisi dapat terus hidup dan berkembang ketika pengetahuan serta keterampilan di baliknya terus diberi ruang untuk menemukan bentuk dan makna baru.
Dari Jakarta menuju Busan, HARSA melanjutkan sebuah perjalanan yang merayakan proses, kebersamaan, serta setiap tangan dan pemikiran yang menjadikan sebuah karya berarti.
(TIN)