YOUR FASHION
BTS Comeback! Desainer Ungkap Makna Dibalik Kostum Monokrom Para Member yang Ikonik
Yuni Yuli Yanti
Senin 23 Maret 2026 / 08:15
- BTS menyapa penggemar K-Pop lewat konser 'BTS Comeback Live Arirang' pada Sabtu (21 April 2026).
- Outfit bernuansa monokrom para member BTS dari brand Korsel ternama, Songzio.
- Kostum perpaduan baju zirah khas prajurit dan kain hanbok Korea.
Jakarta: Boy grup ternama BTS sukses menggemparkan dunia K-Pop lewat konser 'BTS Comeback Live Arirang' pada Sabtu (21 April 2026), di kawasan Gwanghwamun Square, Seoul.
Di antara banyak elemen yang memperdalam resonansi Korea pada penampilan ke-7 member, kostum bernuansa hitam putih yang dikenakan terlihat sangat menonjol.
Saat mereka menari dengan latar belakang Istana Gyeongbok, pemandangan kain bercahaya yang melayang di atas pakaian gelap yang berkilauan menciptakan kesan keanggunan, kharisma dan kekuatan.
Melansir dari Korea Times, kostum-kostum ini dibuat oleh merek desainer asal Korea Selatan, Songzio. Direktur kreatif merek tersebut, Jay Song, menggambarkan karyanya yang bertajuk “Lyrical Armor,” sebagai "pencerahan semangat generasi baru pahlawan yang membawa sejarah Korea yang penuh gejolak," tulisnya dalam unggahan di Instagram merek fesyen tersebut.
Ia menambahkan, "Kami mengambil inspirasi dari mereka yang membentuk sejarah Korea—para pejuang yang gagah berani, para cendekiawan yang bermartabat dan intelektual, serta para seniman dengan kedalaman dan inspirasi yang mendalam untuk menggambarkan BTS sebagai pelopor sejarah baru Korea."
Jay Song memadukan baju zirah yang dikenakan oleh para prajurit Dinasti Joseon 1392-1910 dengan pakaian "hanbok" (pakaian tradisional Korea). Desain-desain tersebut merangkum kedalaman emosional dari "han" (sebuah sentimen kesedihan dan ketekunan yang unik dari Korea).
"Sejarah dan emosi Korea berasal dari kata 'han.' Kata ini tidak hanya mewakili esensi Korea itu sendiri, tetapi juga kerinduan dan kesedihan yang lahir dari masa lalu kita yang penuh gejolak. Saya ingin menafsirkan kembali anggota BTS sebagai tokoh-tokoh heroik yang memimpin budaya Korea menuju masa depan yang lebih cerah," jelas Song melalui wawancara dengan berbagai media berita.

(Direktur kreatif Jay Song. Foto: Dok. Sonzio)
Menurutnya, setelah menyelesaikan wajib militer, setiap anggota BTS telah mengembangkan identitas yang lebih khas, yang ingin diungkapkan melalui kostum-kostum tersebut.
Seperti RM sang pemimpin adalah pahlawan, Jin sang seniman, Jimin sang penyair, Suga sang arsitek, dan Jung Kook sang pelopor.
Sementara, J-Hope mewujudkan 'sorikkun' (seorang penyanyi pansori, penceritaan musik tradisional, yang melambangkan semangat dan sejarah musik Korea), dan V mengambil peran sebagai 'doryeong' yang canggih, seorang pria Korea yang berkelas.
"Awalnya, saya mencoba membayangkan kembali baju zirah tradisional. Tetapi setelah menumpuk bahan-bahannya, baju zirah tersebut menjadi terlalu kaku. Karena ada banyak gerakan selama pertunjukan, lalu saya menggabungkan fleksibilitas hanbok untuk menyeimbangkan kekuatan dengan kebebasan," tambah Song.
Selanjutnya, BTS akan memulai tur dunia besar-besaran yang mencakup 34 wilayah dengan 82 pertunjukan, dimulai pada bulan April di Stadion Goyang di Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan.
Sang desainer, Jay Song, menyebutkan, "Kami sedang membahas kostum untuk tur dunia. Kami khususnya sedang merancang ide untuk menafsirkan kembali bendera Korea dalam pakaian tersebut."
Duh, jadi penasaran dengan penampilan BTS selanjutnya!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)
Di antara banyak elemen yang memperdalam resonansi Korea pada penampilan ke-7 member, kostum bernuansa hitam putih yang dikenakan terlihat sangat menonjol.
Saat mereka menari dengan latar belakang Istana Gyeongbok, pemandangan kain bercahaya yang melayang di atas pakaian gelap yang berkilauan menciptakan kesan keanggunan, kharisma dan kekuatan.
Melansir dari Korea Times, kostum-kostum ini dibuat oleh merek desainer asal Korea Selatan, Songzio. Direktur kreatif merek tersebut, Jay Song, menggambarkan karyanya yang bertajuk “Lyrical Armor,” sebagai "pencerahan semangat generasi baru pahlawan yang membawa sejarah Korea yang penuh gejolak," tulisnya dalam unggahan di Instagram merek fesyen tersebut.
Ia menambahkan, "Kami mengambil inspirasi dari mereka yang membentuk sejarah Korea—para pejuang yang gagah berani, para cendekiawan yang bermartabat dan intelektual, serta para seniman dengan kedalaman dan inspirasi yang mendalam untuk menggambarkan BTS sebagai pelopor sejarah baru Korea."
Jay Song memadukan baju zirah yang dikenakan oleh para prajurit Dinasti Joseon 1392-1910 dengan pakaian "hanbok" (pakaian tradisional Korea). Desain-desain tersebut merangkum kedalaman emosional dari "han" (sebuah sentimen kesedihan dan ketekunan yang unik dari Korea).
"Sejarah dan emosi Korea berasal dari kata 'han.' Kata ini tidak hanya mewakili esensi Korea itu sendiri, tetapi juga kerinduan dan kesedihan yang lahir dari masa lalu kita yang penuh gejolak. Saya ingin menafsirkan kembali anggota BTS sebagai tokoh-tokoh heroik yang memimpin budaya Korea menuju masa depan yang lebih cerah," jelas Song melalui wawancara dengan berbagai media berita.

(Direktur kreatif Jay Song. Foto: Dok. Sonzio)
Menurutnya, setelah menyelesaikan wajib militer, setiap anggota BTS telah mengembangkan identitas yang lebih khas, yang ingin diungkapkan melalui kostum-kostum tersebut.
Seperti RM sang pemimpin adalah pahlawan, Jin sang seniman, Jimin sang penyair, Suga sang arsitek, dan Jung Kook sang pelopor.
Sementara, J-Hope mewujudkan 'sorikkun' (seorang penyanyi pansori, penceritaan musik tradisional, yang melambangkan semangat dan sejarah musik Korea), dan V mengambil peran sebagai 'doryeong' yang canggih, seorang pria Korea yang berkelas.
"Awalnya, saya mencoba membayangkan kembali baju zirah tradisional. Tetapi setelah menumpuk bahan-bahannya, baju zirah tersebut menjadi terlalu kaku. Karena ada banyak gerakan selama pertunjukan, lalu saya menggabungkan fleksibilitas hanbok untuk menyeimbangkan kekuatan dengan kebebasan," tambah Song.
Selanjutnya, BTS akan memulai tur dunia besar-besaran yang mencakup 34 wilayah dengan 82 pertunjukan, dimulai pada bulan April di Stadion Goyang di Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan.
Sang desainer, Jay Song, menyebutkan, "Kami sedang membahas kostum untuk tur dunia. Kami khususnya sedang merancang ide untuk menafsirkan kembali bendera Korea dalam pakaian tersebut."
Duh, jadi penasaran dengan penampilan BTS selanjutnya!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(yyy)