YOUR FASHION

Ketika Perca Hadir lewat Limbah Tekstil Melalui Pameran Ini

Aulia Putriningtias
Jumat 14 Agustus 2026 / 09:44
Ringkasnya gini..
  • Perca atau yang biasa kita sebut dengan potongan kain sisa dibuat kembali berguna.
  • Purana membawa liveable art atau seni yang hidup dalam gelarannya.
  • Turut disuguhkan pula demonstrasi langsung pengolahan limbah botol plastik menjadi serat kain siap pakai (Waste-to-Weave).
Jakarta: Apakah kamu pernah terbayangkan saat limbah-limbah yang terlihatnya tidak berguna, justru kembali hidup? Inilah yang diinisiasikan oleh Purana.

Perca atau yang biasa kita sebut dengan potongan kain sisa dibuat kembali berguna pada kesempatan ini. Purana membawa liveable art atau seni yang hidup dalam gelarannya.

"Purana merayakan ulang tahun ke-17 yang kami tandai dengan sebuah peluncuran sebuah gerakan kebudayaan yang dinamakan Renjana Perca," ungkap founder dan COO Purana, Nonita Respati, dalam konferensi pers di Grand Indonesia, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Turut disuguhkan pula demonstrasi langsung pengolahan limbah botol plastik menjadi serat kain siap pakai (Waste-to-Weave). Nonita berkata, butuh banyak plastik untuk dijadikan sebagai serat kain yang kecil. 



Ia sendiri mengajak kita membayangkan bahwa betapa banyaknya plastik yang dibutuhkan jika ingin membuat kain lebih besar lagi. Namun, tak semua jenis plastik akan lolos untuk membuat serat kain.

Renjana Perca berkolaborasi bersama 12 kolaborator, yang bersatu untuk memenuhi koleksi ini. Mulai dari talenta muda berbakat yang kini telah menjadi nama-nama besar di kancah seni hingga maestro legendaris seperti Sutjipto Adi.

"Para seniman yang terlibat dalam gerakan 'Renjana Perca' hari ini adalah para sahabat karya yang telah tumbuh bersama kami selama 17 tahun," jelas Nonita.

Salah satu yang menarik lagi pada gelaran ini adalah ruang arsitekturnya. Seniman spasial Arief Susanto mengubah kardus menjadi sesuatu yang begitu spesial di Renjana Perca ini.

Gerakan tersebut dirancang untuk meninggalkan hampir nol limbah area. Hal ini sekaligus menyulut kebiasaan sirkular yang terus berlanjut dan diadopsi oleh komunitas yang lebih luas di seluruh Indonesia.

Selain itu, hadir pula Kanina Hanindita, General Manager Marketing Communications & Operations, Grand Indonesia, yang menyampaikan bahwa pusat perbelanjaan ini mendorong penerapan praktik ekonomi sirkular dan gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH