YOUR FASHION
Tak Hanya Hiasan Rambut Pengantin, Untaian Melati Sarat akan Doa dan Makna
Mia Vale
Minggu 11 Desember 2022 / 10:09
Jakarta: Selain busana adat, ada satu ya g tak ketinggalan pada aksesori pengantin Jawa. Ya, rangkaian bunga melati yang biasa disebut ronce melati kerap digunakan oleh mempelai perempuan maupun laki-laki. Ini juga yang dipakai oleh pasangan Kaesang dan Erina yang baru menikah.
Rangkaian bunga melati ini umumnya disematkan sebagai hiasan kepala, kalung, keris, atau senjata tradisional.
Penyematan bunga melati ini tentu bukan tanpa arti. Bila ditelaah secara umum, bunga melati merupakan simbol kesucian karena warnanya yang putih.
Dan saat dikenakan oleh kedua pengantin, bunga melati ini mempunyai harapan semoga pernikahan yang akan dibina dimulai dengan kesucian jiwa dan raga dari insan yang telah melakukan akad.
Pun ada doa di mana rumah tangga yang dibina senantiasa disertai dengan cinta suci dan senantiasa 'wangi' semerbak laiknya bunga melati. Melansir dari laman Sanggup Modern, berikut arti rangkaian melati yang umum dikenakan oleh pengantin adat Jawa.
Merupakan bunga melati kuncup yang menjuntai dari kepala sampai pinggang penganti wanita. Pada ujung Melati tibododo terdapat sebuah untaian bunga gading yang masih kuncup. Pakemnya di Pengantin solo putri panjang tibododo hanya sampai pinggan sedangkan panjang dari tibododo solo basahan sampai paha.
(Bunga melati yang juga dipakai Erina saat siraman jelang pernikahan. Video: Dok. Instagram Erina S Gudono/@erinagudono)
Yakni, ronce melati dengan jenis rangkaian bawang sebungkul dengan untaian bunga gading yang masih kuncup di ujungnya. Ronce ini juga memakai bunga melati yang masih kuncup. Sintingan disematkan pada konde sebelah kiri, tepat di belakang telinga dan panjangnya sinting hanya sampai pundak pengantin.
Merupakan bunga melati yang disusun sedemikian rupa dan berbentuk bulat dan disematkan pada tibo dodo. Bagian tengah melok bisa diisi bunga mawaratau bunga lainnya sesuai keinginan pengantin atau perias. Untuk ronce melok, menggunakan melati yang hampir mekar.
Biasa digunakan di atas sanggul untuk menjadi batas antara rambut asli dan sanggul. Bunga-bunga melati ini ditusukkan ke kawat khusus dengan pola yang sudah ditentukan. Pola ini membuat bunga tampak melingkar dan dibuat sepanjang lebar sanggul yang akan digunakan. Melati keket juga memakai bunga melati yang hampir mekar seperti bunga melati pada melok.
Yaitu ronce melati jenis rangkaian kawung untuk menutupi sebagian atau seluruh sanggul. Tutup Sanggul pengantin Solo Basahan menutupi keseluruhan sanggul, sehingga sanggul seakan dibalut dengan bunga melati. Dan pada Solo Putri, tutup sanggul hanya menutupi sebagian sanggul.
Untaian melati ini dipakai oleh pengantin pria, biasanya berjenis rangkaian Bawang Sebungkul atau Gajah Oling. Biasanya jenis rangkaian yang dipakai disamakan pada selera perias. Namun, kadang pengantin pria tidak memakai kalung melati, tetapi memakai aksesoris kalung berwarna keemasan.
Ada dua jenis rangkaian bunga melati pada keris yang dipegang oleh pengantin pria. Pertama jenis rangkaian ‘bawang sebungkul’ dipakai untuk membuat kolong atau kalung keris dan mememakai bunga melati kuncup.
Dan kedua, ‘usus-ususan’ menggunakan bunga melati setengah mekar yang di rangkai seperti ditumpuk-tumpuk kemudian disambungkan pada kolong keris. Tetapi biasanya di kasih tambahan melok mawar di sambungan roncean kolong ‘usus-ususan’.
Merupakan salah satu bunga melati yang dipakai oleh pengantin pria. Sumping tersebut terbuat dari bunga melati setengah mekar dan ditusuk menggunakan lidi dan diselipkan pada telinga kiri dan kanan pengantin pria.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Rangkaian bunga melati ini umumnya disematkan sebagai hiasan kepala, kalung, keris, atau senjata tradisional.
Penyematan bunga melati ini tentu bukan tanpa arti. Bila ditelaah secara umum, bunga melati merupakan simbol kesucian karena warnanya yang putih.
Dan saat dikenakan oleh kedua pengantin, bunga melati ini mempunyai harapan semoga pernikahan yang akan dibina dimulai dengan kesucian jiwa dan raga dari insan yang telah melakukan akad.
Pun ada doa di mana rumah tangga yang dibina senantiasa disertai dengan cinta suci dan senantiasa 'wangi' semerbak laiknya bunga melati. Melansir dari laman Sanggup Modern, berikut arti rangkaian melati yang umum dikenakan oleh pengantin adat Jawa.
1. Melati tibodo
Merupakan bunga melati kuncup yang menjuntai dari kepala sampai pinggang penganti wanita. Pada ujung Melati tibododo terdapat sebuah untaian bunga gading yang masih kuncup. Pakemnya di Pengantin solo putri panjang tibododo hanya sampai pinggan sedangkan panjang dari tibododo solo basahan sampai paha.
(Bunga melati yang juga dipakai Erina saat siraman jelang pernikahan. Video: Dok. Instagram Erina S Gudono/@erinagudono)
2. Sintingan
Yakni, ronce melati dengan jenis rangkaian bawang sebungkul dengan untaian bunga gading yang masih kuncup di ujungnya. Ronce ini juga memakai bunga melati yang masih kuncup. Sintingan disematkan pada konde sebelah kiri, tepat di belakang telinga dan panjangnya sinting hanya sampai pundak pengantin.
3. Ronce melok
Merupakan bunga melati yang disusun sedemikian rupa dan berbentuk bulat dan disematkan pada tibo dodo. Bagian tengah melok bisa diisi bunga mawaratau bunga lainnya sesuai keinginan pengantin atau perias. Untuk ronce melok, menggunakan melati yang hampir mekar.
4. Melati keket
Biasa digunakan di atas sanggul untuk menjadi batas antara rambut asli dan sanggul. Bunga-bunga melati ini ditusukkan ke kawat khusus dengan pola yang sudah ditentukan. Pola ini membuat bunga tampak melingkar dan dibuat sepanjang lebar sanggul yang akan digunakan. Melati keket juga memakai bunga melati yang hampir mekar seperti bunga melati pada melok.
5. Tutup sanggul
Yaitu ronce melati jenis rangkaian kawung untuk menutupi sebagian atau seluruh sanggul. Tutup Sanggul pengantin Solo Basahan menutupi keseluruhan sanggul, sehingga sanggul seakan dibalut dengan bunga melati. Dan pada Solo Putri, tutup sanggul hanya menutupi sebagian sanggul.
6. Melati kalung
Untaian melati ini dipakai oleh pengantin pria, biasanya berjenis rangkaian Bawang Sebungkul atau Gajah Oling. Biasanya jenis rangkaian yang dipakai disamakan pada selera perias. Namun, kadang pengantin pria tidak memakai kalung melati, tetapi memakai aksesoris kalung berwarna keemasan.
7. Melati keris
Ada dua jenis rangkaian bunga melati pada keris yang dipegang oleh pengantin pria. Pertama jenis rangkaian ‘bawang sebungkul’ dipakai untuk membuat kolong atau kalung keris dan mememakai bunga melati kuncup.
Dan kedua, ‘usus-ususan’ menggunakan bunga melati setengah mekar yang di rangkai seperti ditumpuk-tumpuk kemudian disambungkan pada kolong keris. Tetapi biasanya di kasih tambahan melok mawar di sambungan roncean kolong ‘usus-ususan’.
8. Melati sumping
Merupakan salah satu bunga melati yang dipakai oleh pengantin pria. Sumping tersebut terbuat dari bunga melati setengah mekar dan ditusuk menggunakan lidi dan diselipkan pada telinga kiri dan kanan pengantin pria.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)