WISATA
Short Getaway Lagi Ngetren, Medan dan Pangandaran Jadi Destinasi Favorit Wisatawan
A. Firdaus
Jumat 07 Agustus 2026 / 08:12
- Banyak wisatawan justru memilih short getaway ke kota yang lebih dekat dan ramah di kantong.
- Medan menjadi kota besar dengan pertumbuhan okupansi dan penjualan kamar yang paling signifikan selama musim liburan sekolah.
- Di Pangandaran, peningkatan tersebut dipengaruhi kombinasi agenda budaya dan wisata alam yang berlangsung berdekatan.
Jakarta: Liburan sekolah tahun ini menunjukkan perubahan menarik pada kebiasaan masyarakat saat bepergian. Jika sebelumnya destinasi populer identik dengan perjalanan jauh, kini banyak wisatawan justru memilih short getaway ke kota yang lebih dekat dan ramah di kantong.
Temuan tersebut diungkap RedDoorz berdasarkan data selama periode libur sekolah, 22 Juni hingga 12 Juli 2026. Dua destinasi yang mencuri perhatian adalah Medan dan Pangandaran, yang mencatat lonjakan tingkat hunian dan penjualan kamar paling tinggi dibandingkan sejumlah kota lainnya.
Medan menjadi kota besar dengan pertumbuhan okupansi dan penjualan kamar yang paling signifikan selama musim liburan sekolah. Properti RedDoorz di kota ini mencatat pertumbuhan lebih dari 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan tersebut sejalan dengan meningkatnya mobilitas penumpang di Bandara Internasional Kualanamu yang melayani lebih dari 421 ribu penumpang dan hampir 3.000 pergerakan pesawat selama periode liburan.
Menurut Director of Demand RedDoorz, Vibhor Atal, tren tersebut dipengaruhi perubahan perilaku wisatawan yang kini lebih selektif dalam mengatur anggaran perjalanan.
"Liburan sekolah menjadi pendorong utama permintaan karena banyak keluarga memanfaatkan kesempatan untuk berlibur. Tahun ini juga terlihat tren berlibur ke destinasi yang dekat. Dibandingkan bepergian jauh dengan biaya tinggi, mayoritas wisatawan lebih memilih short getaway ke kota yang mudah dijangkau menggunakan mobil atau berada tidak jauh dari tempat tinggal," ujarnya.
Ia menambahkan, kalangan Milenial yang bepergian bersama anak-anak masih menjadi kelompok pelanggan terbesar yang mendorong permintaan kamar selama musim liburan.
Selain Medan, Pangandaran di Jawa Barat juga menunjukkan performa yang mengesankan. Destinasi pantai ini mencatat pertumbuhan okupansi lebih dari 80 persen secara tahunan, sementara penjualan kamar melonjak hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Vibhor, peningkatan tersebut dipengaruhi kombinasi agenda budaya dan wisata alam yang berlangsung berdekatan.
"Sejak pertengahan Juni ada agenda tahunan Hajat Laut yang menarik banyak pengunjung. Memasuki Juli, wisatawan mulai memadati kawasan pantai untuk menikmati berbagai aktivitas wisata bahari selama libur sekolah," jelasnya.
Data RedDoorz juga menunjukkan bahwa kondisi ekonomi membuat wisatawan semakin cermat menentukan anggaran liburan. Banyak keluarga memilih akomodasi dengan harga terjangkau agar bisa tetap menikmati liburan tanpa menguras dompet.
Secara keseluruhan, jaringan multi-brand RedDoorz, termasuk SANS, Urbanview, The Lavana, dan RedDoorz, mencatat pertumbuhan penjualan kamar sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu.
Menariknya, The Lavana, lini akomodasi vila milik RedDoorz, justru mencatat pertumbuhan lebih dari 50 persen. Tren ini menunjukkan bahwa meski wisatawan semakin hemat, minat untuk menginap di vila bersama keluarga atau rombongan masih terus meningkat.
Temuan tersebut menjadi sinyal bahwa wisata domestik tetap memiliki prospek cerah. Selama menawarkan akses yang mudah, harga yang bersahabat, dan pengalaman yang menyenangkan, destinasi di dalam negeri masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk menikmati waktu liburan bersama keluarga.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Temuan tersebut diungkap RedDoorz berdasarkan data selama periode libur sekolah, 22 Juni hingga 12 Juli 2026. Dua destinasi yang mencuri perhatian adalah Medan dan Pangandaran, yang mencatat lonjakan tingkat hunian dan penjualan kamar paling tinggi dibandingkan sejumlah kota lainnya.
Medan jadi primadona baru
Medan menjadi kota besar dengan pertumbuhan okupansi dan penjualan kamar yang paling signifikan selama musim liburan sekolah. Properti RedDoorz di kota ini mencatat pertumbuhan lebih dari 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan tersebut sejalan dengan meningkatnya mobilitas penumpang di Bandara Internasional Kualanamu yang melayani lebih dari 421 ribu penumpang dan hampir 3.000 pergerakan pesawat selama periode liburan.
Menurut Director of Demand RedDoorz, Vibhor Atal, tren tersebut dipengaruhi perubahan perilaku wisatawan yang kini lebih selektif dalam mengatur anggaran perjalanan.
"Liburan sekolah menjadi pendorong utama permintaan karena banyak keluarga memanfaatkan kesempatan untuk berlibur. Tahun ini juga terlihat tren berlibur ke destinasi yang dekat. Dibandingkan bepergian jauh dengan biaya tinggi, mayoritas wisatawan lebih memilih short getaway ke kota yang mudah dijangkau menggunakan mobil atau berada tidak jauh dari tempat tinggal," ujarnya.
Ia menambahkan, kalangan Milenial yang bepergian bersama anak-anak masih menjadi kelompok pelanggan terbesar yang mendorong permintaan kamar selama musim liburan.
Pangandaran juga ikut naik daun
Selain Medan, Pangandaran di Jawa Barat juga menunjukkan performa yang mengesankan. Destinasi pantai ini mencatat pertumbuhan okupansi lebih dari 80 persen secara tahunan, sementara penjualan kamar melonjak hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Vibhor, peningkatan tersebut dipengaruhi kombinasi agenda budaya dan wisata alam yang berlangsung berdekatan.
"Sejak pertengahan Juni ada agenda tahunan Hajat Laut yang menarik banyak pengunjung. Memasuki Juli, wisatawan mulai memadati kawasan pantai untuk menikmati berbagai aktivitas wisata bahari selama libur sekolah," jelasnya.
Wisata hemat masih jadi pilihan
Data RedDoorz juga menunjukkan bahwa kondisi ekonomi membuat wisatawan semakin cermat menentukan anggaran liburan. Banyak keluarga memilih akomodasi dengan harga terjangkau agar bisa tetap menikmati liburan tanpa menguras dompet.
Secara keseluruhan, jaringan multi-brand RedDoorz, termasuk SANS, Urbanview, The Lavana, dan RedDoorz, mencatat pertumbuhan penjualan kamar sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu.
Menariknya, The Lavana, lini akomodasi vila milik RedDoorz, justru mencatat pertumbuhan lebih dari 50 persen. Tren ini menunjukkan bahwa meski wisatawan semakin hemat, minat untuk menginap di vila bersama keluarga atau rombongan masih terus meningkat.
Temuan tersebut menjadi sinyal bahwa wisata domestik tetap memiliki prospek cerah. Selama menawarkan akses yang mudah, harga yang bersahabat, dan pengalaman yang menyenangkan, destinasi di dalam negeri masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk menikmati waktu liburan bersama keluarga.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)