WISATA
WITF 2026 Siap Bawa Pariwisata Indonesia Pamer ke Pasar Dunia
Yatin Suleha
Rabu 23 September 2026 / 20:14
- Di tengah dinamika geopolitik global yang berdampak pada industri pariwisata dunia, Indonesia tetap gencar mendorong pertumbuhan sektor wisata.
- Langkah ini dilakukan lewat promosi yang makin masif, pengembangan pasar, hingga perluasan jaringan bisnis.
- Salah satu bentuk nyatanya diwujudkan melalui gelaran Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026.
Jakarta: Di tengah dinamika geopolitik global yang berdampak pada industri pariwisata dunia, Indonesia tetap gencar mendorong pertumbuhan sektor wisata nasional.
Langkah ini dilakukan lewat promosi yang makin masif, pengembangan pasar, hingga perluasan jaringan bisnis.
Salah satu bentuk nyatanya diwujudkan melalui gelaran Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026, yang bakal berlangsung pada 15–17 Oktober 2026 di Grand Ballroom JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Ajang WITF 2026 ini merupakan hasil kolaborasi antara Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Kementerian Pariwisata, dan Pemprov DKI Jakarta.
Memasuki tahun ketiganya, pameran ini mengusung visi besar buat menghadirkan B2B Tourism Tradeshow berkelas dunia sekaligus jadi wadah mempertemukan para pelaku pariwisata Indonesia dengan buyer dan pengambil keputusan internasional.
Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan pentingnya memperkuat konektivitas antara industri pariwisata lokal dan pasar global di tengah tren pariwisata dunia yang terus berubah. Hal tersebut disampaikannya dalam Konferensi Pers WITF 2026 di Jakarta pada Rabu (23/9).
“Penguatan promosi dan perluasan akses pasar merupakan bagian penting dalam menjaga pertumbuhan pariwisata Indonesia," buka Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana
"Kehadiran forum B2B seperti WITF memberikan ruang bagi industri untuk berinteraksi secara langsung dengan buyer, memahami kebutuhan pasar, serta memperkenalkan beragam destinasi dan produk pariwisata Indonesia kepada pasar internasional,” ungkapnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kementerian Pariwisata memfasilitasi penyediaan booth Wonderful Indonesia secara khusus untuk pelaku industri pariwisata dalam negeri, seperti desa wisata, travel agent, industri wellness, taman wisata, hingga wisata sekolah.
Di booth tersebut, para pelaku industri pariwisata akan memasarkan produk serta paket wisata unggulannya kepada para buyer dan pengunjung pameran.
Sebagai bagian dari rangkaian “Menuju 5 Abad Jakarta”, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga turut memberikan dukungan bagi WITF 2026.
Kolaborasi ini semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu great hub bagi perjalanan wisata dan bisnis ke berbagai destinasi, serta titik temu antara pasar global dengan beragam destinasi dan produk pariwisata Indonesia.
“Jakarta memiliki posisi yang sangat strategis sebagai gateway sekaligus hub bagi pariwisata Indonesia. Melalui WITF di Jakarta, berbagai destinasi dan pelaku industri dari seluruh Indonesia dapat bertemu langsung dengan pasar internasional," ungkap Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum GIPI.
"Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari perjalanan Jakarta menuju lima abad, dengan semangat untuk terus memperkuat perannya sebagai kota global dan pusat aktivitas ekonomi serta pariwisata,” tambah Hariyadi Sukamdani.
WITF 2026 akan mempertemukan puluhan exhibitor dari berbagai subsektor industri pariwisata Indonesia.
Para peserta mencakup tour operator, travel agent, hotel, transportation company, airlines, kereta penumpang, desa wisata, liveaboard, theme park, restoran, wellness, serta berbagai produk dan layanan wisata penunjang lainnya.
Keragaman peserta tersebut mencerminkan ekosistem pariwisata Indonesia yang semakin luas, sekaligus memberikan kesempatan bagi buyer untuk menemukan dan mengembangkan berbagai pilihan produk wisata dalam satu platform.
Pada sisi permintaan (demand), WITF 2026 mengundang lebih dari 100 international buyers dari 34 negara, yang akan dipertemukan dengan para exhibitor Indonesia melalui rangkaian business matching.
Selanjutnya, Kemenpar juga turut mendukung dengan mendatangkan puluhan buyers potensial dari berbagai negara fokus pasar, melalui kolaborasi program Familirization Trip (Fam Trip) ke berbagai destinasi di Indonesia dan diakhiri dengan mengikuti business matching di WITF 2026.
Selain pasar internasional, WITF juga memperluas cakupan business matching dengan menghadirkan lebih dari 200 buyer dari perusahaan nasional.
Dengan mempertemukan international buyers dan domestic corporate buyers secara bersamaan, WITF diharapkan dapat menciptakan peluang bisnis yang lebih luas, baik untuk mendatangkan wisatawan mancanegara maupun menggerakkan perjalanan wisata di dalam negeri.
Ketidakpastian geopolitik yang terjadi di berbagai kawasan dunia sepanjang tahun 2026 menjadi salah satu tantangan bagi industri pariwisata global.
Perubahan pola perjalanan, kondisi ekonomi, konektivitas, serta persepsi terhadap keamanan destinasi dapat memengaruhi keputusan wisatawan dan buyer.
Namun demikian, kondisi tersebut justru mempertegas pentingnya industri pariwisata Indonesia untuk tetap hadir, berkomunikasi, dan menjual produknya kepada pasar.
WITF 2026 menjadi salah satu ruang bagi pelaku industri, untuk melakukan promosi destinasi, sekaligus membangun hubungan bisnis yang konkret dengan potential buyers dari pasar mancanegara maupun domestik.
“Dalam kondisi global yang penuh tantangan, industri tidak boleh berhenti bergerak. Kita perlu terus membuka pasar, membangun hubungan dengan buyer, memahami perubahan kebutuhan wisatawan, dan memastikan produk pariwisata Indonesia tetap relevan serta kompetitif," ujar Budi Tirtawisata, Ketua Steering Committee WITF 2026.
"WITF kami hadirkan sebagai salah satu platform untuk menjaga momentum tersebut,” tukas Budi lagi.
Menurutnya, membangun sebuah tourism tradeshow berskala internasional membutuhkan konsistensi dan kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, pelaku industri, destinasi, serta berbagai pemangku kepentingan pariwisata.
“Visi kami agar Indonesia memiliki B2B Tourism Tradeshow yang mampu menjadi titik temu antara supply pariwisata Indonesia dan global demand. WITF 2026 merupakan bagian dari perjalanan menuju visi tersebut,” tambah Budi.
Mengusung tema “Beyond Borders: Shaping the Future of Indonesian Tourism”, WITF 2026 membawa semangat untuk memperluas koneksi pasar sekaligus menciptakan dampak yang lebih luas bagi ekosistem pariwisata Indonesia.
Dengan dukungan pemerintah, keterlibatan industri pariwisata Indonesia, dan partisipasi buyer dari pasar internasional maupun domestik, WITF 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta pariwisata global sekaligus mendorong semakin banyak perjalanan wisata di dalam negeri.
(TIN)
Langkah ini dilakukan lewat promosi yang makin masif, pengembangan pasar, hingga perluasan jaringan bisnis.
Salah satu bentuk nyatanya diwujudkan melalui gelaran Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026, yang bakal berlangsung pada 15–17 Oktober 2026 di Grand Ballroom JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Ajang WITF 2026 ini merupakan hasil kolaborasi antara Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Kementerian Pariwisata, dan Pemprov DKI Jakarta.
Memasuki tahun ketiganya, pameran ini mengusung visi besar buat menghadirkan B2B Tourism Tradeshow berkelas dunia sekaligus jadi wadah mempertemukan para pelaku pariwisata Indonesia dengan buyer dan pengambil keputusan internasional.
Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan pentingnya memperkuat konektivitas antara industri pariwisata lokal dan pasar global di tengah tren pariwisata dunia yang terus berubah. Hal tersebut disampaikannya dalam Konferensi Pers WITF 2026 di Jakarta pada Rabu (23/9).
“Penguatan promosi dan perluasan akses pasar merupakan bagian penting dalam menjaga pertumbuhan pariwisata Indonesia," buka Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana
"Kehadiran forum B2B seperti WITF memberikan ruang bagi industri untuk berinteraksi secara langsung dengan buyer, memahami kebutuhan pasar, serta memperkenalkan beragam destinasi dan produk pariwisata Indonesia kepada pasar internasional,” ungkapnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kementerian Pariwisata memfasilitasi penyediaan booth Wonderful Indonesia secara khusus untuk pelaku industri pariwisata dalam negeri, seperti desa wisata, travel agent, industri wellness, taman wisata, hingga wisata sekolah.
Di booth tersebut, para pelaku industri pariwisata akan memasarkan produk serta paket wisata unggulannya kepada para buyer dan pengunjung pameran.
Sebagai bagian dari rangkaian “Menuju 5 Abad Jakarta”, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga turut memberikan dukungan bagi WITF 2026.
Kolaborasi ini semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu great hub bagi perjalanan wisata dan bisnis ke berbagai destinasi, serta titik temu antara pasar global dengan beragam destinasi dan produk pariwisata Indonesia.
“Jakarta memiliki posisi yang sangat strategis sebagai gateway sekaligus hub bagi pariwisata Indonesia. Melalui WITF di Jakarta, berbagai destinasi dan pelaku industri dari seluruh Indonesia dapat bertemu langsung dengan pasar internasional," ungkap Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum GIPI.
(Ajang WITF 2026 digelar untuk mempertemukan pelaku pariwisata Indonesia dengan buyer internasional demi memperluas pasar. (Foto: Dok. Birkom Kemenpar)
WITF 2026 akan mempertemukan puluhan exhibitor dari berbagai subsektor industri pariwisata Indonesia.
Para peserta mencakup tour operator, travel agent, hotel, transportation company, airlines, kereta penumpang, desa wisata, liveaboard, theme park, restoran, wellness, serta berbagai produk dan layanan wisata penunjang lainnya.
Keragaman peserta tersebut mencerminkan ekosistem pariwisata Indonesia yang semakin luas, sekaligus memberikan kesempatan bagi buyer untuk menemukan dan mengembangkan berbagai pilihan produk wisata dalam satu platform.
Pada sisi permintaan (demand), WITF 2026 mengundang lebih dari 100 international buyers dari 34 negara, yang akan dipertemukan dengan para exhibitor Indonesia melalui rangkaian business matching.
Selanjutnya, Kemenpar juga turut mendukung dengan mendatangkan puluhan buyers potensial dari berbagai negara fokus pasar, melalui kolaborasi program Familirization Trip (Fam Trip) ke berbagai destinasi di Indonesia dan diakhiri dengan mengikuti business matching di WITF 2026.
Selain pasar internasional, WITF juga memperluas cakupan business matching dengan menghadirkan lebih dari 200 buyer dari perusahaan nasional.
Dengan mempertemukan international buyers dan domestic corporate buyers secara bersamaan, WITF diharapkan dapat menciptakan peluang bisnis yang lebih luas, baik untuk mendatangkan wisatawan mancanegara maupun menggerakkan perjalanan wisata di dalam negeri.
Ketidakpastian geopolitik yang terjadi di berbagai kawasan dunia sepanjang tahun 2026 menjadi salah satu tantangan bagi industri pariwisata global.
Perubahan pola perjalanan, kondisi ekonomi, konektivitas, serta persepsi terhadap keamanan destinasi dapat memengaruhi keputusan wisatawan dan buyer.
Namun demikian, kondisi tersebut justru mempertegas pentingnya industri pariwisata Indonesia untuk tetap hadir, berkomunikasi, dan menjual produknya kepada pasar.
WITF 2026 menjadi salah satu ruang bagi pelaku industri, untuk melakukan promosi destinasi, sekaligus membangun hubungan bisnis yang konkret dengan potential buyers dari pasar mancanegara maupun domestik.
“Dalam kondisi global yang penuh tantangan, industri tidak boleh berhenti bergerak. Kita perlu terus membuka pasar, membangun hubungan dengan buyer, memahami perubahan kebutuhan wisatawan, dan memastikan produk pariwisata Indonesia tetap relevan serta kompetitif," ujar Budi Tirtawisata, Ketua Steering Committee WITF 2026.
"WITF kami hadirkan sebagai salah satu platform untuk menjaga momentum tersebut,” tukas Budi lagi.
Menurutnya, membangun sebuah tourism tradeshow berskala internasional membutuhkan konsistensi dan kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, pelaku industri, destinasi, serta berbagai pemangku kepentingan pariwisata.
“Visi kami agar Indonesia memiliki B2B Tourism Tradeshow yang mampu menjadi titik temu antara supply pariwisata Indonesia dan global demand. WITF 2026 merupakan bagian dari perjalanan menuju visi tersebut,” tambah Budi.
Mengusung tema “Beyond Borders: Shaping the Future of Indonesian Tourism”, WITF 2026 membawa semangat untuk memperluas koneksi pasar sekaligus menciptakan dampak yang lebih luas bagi ekosistem pariwisata Indonesia.
Dengan dukungan pemerintah, keterlibatan industri pariwisata Indonesia, dan partisipasi buyer dari pasar internasional maupun domestik, WITF 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta pariwisata global sekaligus mendorong semakin banyak perjalanan wisata di dalam negeri.
(TIN)