WISATA
Desa Kole Sawangan Tana Toraja Siap Jadi Desa Wisata Selanjutnya
Mia Vale
Minggu 26 Desember 2021 / 14:00
Jakarta: Indonesia kaya akan alamnya yang indah dan ragam budaya. Itulah mengapa Indonesia termasuk salah satu destinasi wisata yang dituju oleh turis lokal ataupun mancanegara. Dan sampai saat ini sudah ada puluhan desa wisata yang tersebar di berbagai daerah yang siap menawarkan keindahan alamnya serta ciri khas budaya untuk dinikmati.
Desa wisata biasanya memenuhi semua unsur wisata yang memiliki potensi daya tarik. Di antaranya wisata alam, wisata budaya, dan wisata hasil buatan manusia dalam satu kawasan tertentu dengan didukung oleh atraksi, akomodasi, dan fasilitas lainnya.
Dan untuk mendukung ini semua, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi kesiapan pemerintah daerah bersama masyarakat di Desa Kole Sawangan, Tana Toraja dalam menyiapkan deaanya sebagai desa wisata. Hal ini disampaikan Sandiaga Uno saat visitasi ke Kole Sawangan, di Tana Toraja, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.
Desa wisata Kole Sawangan sendiri ditetapkan sebagai salah satu dari 50 besar desa wisata terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Sebagai desa wisata rintisan, Kole Sawangan dinilai siap menyambut wisatawan dengan atraksi dan daya tarik yang dimiliki.
Desa Wisata Kole Sawangan terletak di Kecamatan Malimbong Balepe, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kekuatan adat dan budaya menjadi daya tarik utama dari desa yang terletak di kaki Gunung Sado'ko ini. Di sana, wisatawan bisa menemui deretan Tongkonan atau rumah adat orang Toraja yang indah nan megah.
.jpg)
(Desa wisata Kole Sawangan Tana Toraja juga menjuarai Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 untuk Kategori Suvenir Juara 5 desa wisata Kole Sawangan Tana Toraja Sulawesi Selatan. Foto: Dok. Instagram desa wisata Kole Sawangan/@desawisatakolesawangan)
Melalui Tongkonan tersebut, wisatawan akan mendapatkan gambaran kesahajaan masyarakat Toraja yang sangat menghormati budaya luhur.
Selain sebagai tempat tinggal, Tongkonan juga memiliki peranan kuat sebagai tempat rumpun keluarga dalam melaksanakan upacara-upacara yang berkaitan dengan sistem kepercayaan, sistem kekerabatan, dan sistem kemasyarakatan.
Kain tenun dan manik-manik, juga menjadi daya tarik tersendiri. Masyarakat juga mengembangkan kerajinan anyaman bambu seperti keranjang, nampan, tas, serta alat rumah tangga lainnya.
Wisatawan yang datang ke desa wisata ini juga dapat melihat berbagai seni seperti tarian Pa'gellu, yakni tarian sukacita yang biasa dipentaskan pada upacara adat di Toraja, Sulawesi Selatan yang sifatnya riang gembira.
Serta tidak ketinggalan Kopi Pokko, produk kopi kemasan jenis arabika yang ditanam langsung di kebun-kebun kopi rumah warga dan diroasting dengan alat tradisional sehingga memiliki cita rasa yang khas.
"Oleh karena itu kami akan menggagas bersama dengan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, tahun depan satu event internasional yang menandakan perjalanan kembali Toraja sebagai destinasi unggulan kedua setelah Bali," ujar Sandiaga yang juga menyerahkan bantuan mesin pemotong bambu. Mesin ini diharapkan dapat digunakan masyarakat dalam meningkatkan produk ekonomi kreatif, khususnya produk anyaman bambu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Desa wisata biasanya memenuhi semua unsur wisata yang memiliki potensi daya tarik. Di antaranya wisata alam, wisata budaya, dan wisata hasil buatan manusia dalam satu kawasan tertentu dengan didukung oleh atraksi, akomodasi, dan fasilitas lainnya.
Dan untuk mendukung ini semua, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi kesiapan pemerintah daerah bersama masyarakat di Desa Kole Sawangan, Tana Toraja dalam menyiapkan deaanya sebagai desa wisata. Hal ini disampaikan Sandiaga Uno saat visitasi ke Kole Sawangan, di Tana Toraja, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.
Desa wisata Kole Sawangan sendiri ditetapkan sebagai salah satu dari 50 besar desa wisata terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Sebagai desa wisata rintisan, Kole Sawangan dinilai siap menyambut wisatawan dengan atraksi dan daya tarik yang dimiliki.
Desa Wisata Kole Sawangan terletak di Kecamatan Malimbong Balepe, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kekuatan adat dan budaya menjadi daya tarik utama dari desa yang terletak di kaki Gunung Sado'ko ini. Di sana, wisatawan bisa menemui deretan Tongkonan atau rumah adat orang Toraja yang indah nan megah.
.jpg)
(Desa wisata Kole Sawangan Tana Toraja juga menjuarai Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 untuk Kategori Suvenir Juara 5 desa wisata Kole Sawangan Tana Toraja Sulawesi Selatan. Foto: Dok. Instagram desa wisata Kole Sawangan/@desawisatakolesawangan)
Melalui Tongkonan tersebut, wisatawan akan mendapatkan gambaran kesahajaan masyarakat Toraja yang sangat menghormati budaya luhur.
Selain sebagai tempat tinggal, Tongkonan juga memiliki peranan kuat sebagai tempat rumpun keluarga dalam melaksanakan upacara-upacara yang berkaitan dengan sistem kepercayaan, sistem kekerabatan, dan sistem kemasyarakatan.
Kain tenun dan manik-manik, juga menjadi daya tarik tersendiri. Masyarakat juga mengembangkan kerajinan anyaman bambu seperti keranjang, nampan, tas, serta alat rumah tangga lainnya.
Wisatawan yang datang ke desa wisata ini juga dapat melihat berbagai seni seperti tarian Pa'gellu, yakni tarian sukacita yang biasa dipentaskan pada upacara adat di Toraja, Sulawesi Selatan yang sifatnya riang gembira.
Serta tidak ketinggalan Kopi Pokko, produk kopi kemasan jenis arabika yang ditanam langsung di kebun-kebun kopi rumah warga dan diroasting dengan alat tradisional sehingga memiliki cita rasa yang khas.
"Oleh karena itu kami akan menggagas bersama dengan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, tahun depan satu event internasional yang menandakan perjalanan kembali Toraja sebagai destinasi unggulan kedua setelah Bali," ujar Sandiaga yang juga menyerahkan bantuan mesin pemotong bambu. Mesin ini diharapkan dapat digunakan masyarakat dalam meningkatkan produk ekonomi kreatif, khususnya produk anyaman bambu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)