WISATA
Trip.com Gandeng KCIC, Tiket Whoosh Makin Mudah Diakses
A. Firdaus
Jumat 13 Februari 2026 / 17:12
- Penjualan melalui aplikasi Whoosh baru mencapai sekitar 30%
- Untuk pertama kalinya tiket Kereta Cepat Whoosh tersedia di Trip.com.
- Penjualan tiket ke depan akan semakin terdigitalisasi.
Jakarta: Wisatawan dari berbagai negara kini dapat memesan tiket Kereta Cepat Whoosh dengan lebih mudah melalui platform perjalanan global, Trip.com.
Perusahaan layanan perjalanan daring tersebut resmi menjalin kerja sama dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) untuk menghadirkan penjualan tiket Whoosh di platform internasionalnya.
Melalui kolaborasi ini, untuk pertama kalinya tiket Kereta Cepat Whoosh tersedia di Trip.com dan dapat dibeli oleh masyarakat Indonesia maupun wisatawan mancanegara. Pemesanan dapat dilakukan dengan pilihan bahasa serta mata uang yang disesuaikan dengan negara masing-masing pengguna.
Kini, pelancong dapat merencanakan perjalanan secara lebih praktis dalam satu aplikasi, mulai dari pemesanan tiket pesawat, hotel, kereta cepat, hingga tiket atraksi wisata tanpa perlu berpindah platform.
“Hari ini kami menandai sebuah milestone bagi bisnis kereta api di Trip.com Group. Tiket kereta cepat resmi telah tersedia,” ujar lan Luo, Global Commercial Head, International Train Business, Trip.com Group dalam acara Peresmian Kerja Sama Trip.com dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) di Stasiun Kereta Cepat Halim Perdanakusuma, Kamis (12/02/26).
Ian menegaskan bahwa visi perusahaan adalah menghadirkan akses tiket kereta api bagi siapa saja di berbagai belahan dunia.
“Visi kami sangat jelas, yaitu tiket kereta api untuk semua orang, di mana saja. Untuk mewujudkan hal ini, kami membangun jaringan supply chain yang terkuat di bidang kereta api untuk pengguna global,” jelas Ian.

Menurutnya, Trip.com telah membuktikan kapabilitas tersebut di Eropa dengan jaringan luas dan kini standar serupa diterapkan di Asia, termasuk Asia Tenggara, sebagai cetak biru ekspansi ke depan.
Sementara itu, General Manager Trip.com, Krishna Arya, mengungkapkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan Whoosh. Dalam satu tahun operasional, tercatat sebanyak 6,2 juta penumpang telah terlayani.
“Kita setahun sudah melayani 6,2 juta penumpang,” kata Krishna.
Ia juga menjelaskan bahwa sistem penjualan tiket ke depan akan semakin terdigitalisasi. Loket fisik direncanakan dialihkan fungsinya menjadi layanan pelanggan, sementara penjualan tiket dilakukan sepenuhnya melalui kanal digital.
“Nanti tinggal loket itu menjadi customer service, karena semua penjualan akan kita lakukan lewat online, termasuk melalui mesin dan aplikasi,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Krishna, penjualan melalui aplikasi Whoosh baru mencapai sekitar 30%. Sisanya berasal dari berbagai kanal, termasuk loket dan sejumlah platform daring.
“Penjualan aplikasi Whoosh saat ini sekitar 30%. Selebihnya terbagi antara loket dan berbagai online travel agent seperti Trip.com, KAI Access, dan lainnya,” jelasnya.
Ia menegaskan pihaknya terbuka bekerja sama dengan berbagai kanal penjualan demi meningkatkan kemudahan dan kecepatan layanan bagi penumpang. “Kami sangat terbuka bekerja sama dengan channel penjualan apa pun yang membuat pelayanan kepada penumpang semakin mudah dan cepat,” tegas Krishna.
Direktur Utama KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, menilai kerja sama ini bukan sekadar memperluas distribusi tiket, tetapi juga memperkuat posisi Whoosh di pasar internasional.
“Melalui Trip.com, Whoosh kini dapat diakses oleh wisatawan dari seluruh dunia, memungkinkan mereka mengelola aspek transportasi perjalanan bahkan sebelum tiba di Indonesia. Ini bukan sekadar soal tiket, tetapi tentang memposisikan Whoosh sebagai pilihan mobilitas utama bagi wisatawan global,” ujar Dwiyana.
Dengan integrasi ke platform global Trip.com, layanan Kereta Cepat Whoosh diharapkan semakin dikenal luas serta menjadi bagian penting dalam ekosistem perjalanan wisata Indonesia. Sekaligus mendorong percepatan transformasi digital di sektor transportasi nasional.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Perusahaan layanan perjalanan daring tersebut resmi menjalin kerja sama dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) untuk menghadirkan penjualan tiket Whoosh di platform internasionalnya.
Melalui kolaborasi ini, untuk pertama kalinya tiket Kereta Cepat Whoosh tersedia di Trip.com dan dapat dibeli oleh masyarakat Indonesia maupun wisatawan mancanegara. Pemesanan dapat dilakukan dengan pilihan bahasa serta mata uang yang disesuaikan dengan negara masing-masing pengguna.
Kini, pelancong dapat merencanakan perjalanan secara lebih praktis dalam satu aplikasi, mulai dari pemesanan tiket pesawat, hotel, kereta cepat, hingga tiket atraksi wisata tanpa perlu berpindah platform.
“Hari ini kami menandai sebuah milestone bagi bisnis kereta api di Trip.com Group. Tiket kereta cepat resmi telah tersedia,” ujar lan Luo, Global Commercial Head, International Train Business, Trip.com Group dalam acara Peresmian Kerja Sama Trip.com dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) di Stasiun Kereta Cepat Halim Perdanakusuma, Kamis (12/02/26).
Ian menegaskan bahwa visi perusahaan adalah menghadirkan akses tiket kereta api bagi siapa saja di berbagai belahan dunia.
“Visi kami sangat jelas, yaitu tiket kereta api untuk semua orang, di mana saja. Untuk mewujudkan hal ini, kami membangun jaringan supply chain yang terkuat di bidang kereta api untuk pengguna global,” jelas Ian.

Menurutnya, Trip.com telah membuktikan kapabilitas tersebut di Eropa dengan jaringan luas dan kini standar serupa diterapkan di Asia, termasuk Asia Tenggara, sebagai cetak biru ekspansi ke depan.
Sementara itu, General Manager Trip.com, Krishna Arya, mengungkapkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan Whoosh. Dalam satu tahun operasional, tercatat sebanyak 6,2 juta penumpang telah terlayani.
“Kita setahun sudah melayani 6,2 juta penumpang,” kata Krishna.
Ia juga menjelaskan bahwa sistem penjualan tiket ke depan akan semakin terdigitalisasi. Loket fisik direncanakan dialihkan fungsinya menjadi layanan pelanggan, sementara penjualan tiket dilakukan sepenuhnya melalui kanal digital.
“Nanti tinggal loket itu menjadi customer service, karena semua penjualan akan kita lakukan lewat online, termasuk melalui mesin dan aplikasi,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Krishna, penjualan melalui aplikasi Whoosh baru mencapai sekitar 30%. Sisanya berasal dari berbagai kanal, termasuk loket dan sejumlah platform daring.
“Penjualan aplikasi Whoosh saat ini sekitar 30%. Selebihnya terbagi antara loket dan berbagai online travel agent seperti Trip.com, KAI Access, dan lainnya,” jelasnya.
Ia menegaskan pihaknya terbuka bekerja sama dengan berbagai kanal penjualan demi meningkatkan kemudahan dan kecepatan layanan bagi penumpang. “Kami sangat terbuka bekerja sama dengan channel penjualan apa pun yang membuat pelayanan kepada penumpang semakin mudah dan cepat,” tegas Krishna.
Direktur Utama KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, menilai kerja sama ini bukan sekadar memperluas distribusi tiket, tetapi juga memperkuat posisi Whoosh di pasar internasional.
“Melalui Trip.com, Whoosh kini dapat diakses oleh wisatawan dari seluruh dunia, memungkinkan mereka mengelola aspek transportasi perjalanan bahkan sebelum tiba di Indonesia. Ini bukan sekadar soal tiket, tetapi tentang memposisikan Whoosh sebagai pilihan mobilitas utama bagi wisatawan global,” ujar Dwiyana.
Dengan integrasi ke platform global Trip.com, layanan Kereta Cepat Whoosh diharapkan semakin dikenal luas serta menjadi bagian penting dalam ekosistem perjalanan wisata Indonesia. Sekaligus mendorong percepatan transformasi digital di sektor transportasi nasional.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)