WISATA
Libur Sekolah OTW, Wamenpar Mastiin Tempat Wisata Udah Siap
Yatin Suleha
Senin 08 Juni 2026 / 11:00
- Wamenpar Ni Luh Puspa meminta seluruh pengelola destinasi wisata tingkatkan kesiapan jelang periode libur sekolah.
- Di Waterbom Bali pada Jumat (5/6), Wamenpar ngingetin kalau musim liburan anak sekolah itu momentum emas banget buat pariwisata kita.
- Wamenpar menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama dalam menyambut musim liburan.
Jakarta: Libur sekolah udah di depan mata, nih! Makanya Wamenpar Ni Luh Puspa langsung gercep minta semua pengelola destinasi wisata buat berbenah dan siap-siap menyambut lonjakan pengunjung.
Waktu lagi mantau kesiapan di Waterbom Bali pada Jumat (5/6), ia ngingetin kalau musim liburan anak sekolah itu momentum emas banget buat pariwisata kita. Pastinya bakal banyak warga lokal yang ikutan healing ke berbagai daerah, terutama ke Bali.
"Kunjungan ini menjadi langkah kami untuk melihat secara langsung kesiapan destinasi wisata, khususnya di Bali, dalam menghadapi momentum libur sekolah," kata Ni Luh Puspa.
Wamenpar menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama dalam menyambut musim liburan.
Karena itu, seluruh pengelola destinasi diharapkan memastikan fasilitas dan layanan berada dalam kondisi optimal sebelum menerima lonjakan kunjungan wisatawan.
Menurut Wamenpar, libur sekolah tidak hanya harus dipandang sebagai peluang meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menunjukkan kualitas pengelolaan destinasi dalam mewujudkan pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan.
Kesiapan tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari sarana dan prasarana, manajemen pengunjung, mitigasi risiko, penerapan standar keselamatan, pengelolaan sampah, hingga kesiapan sumber daya manusia yang menjadi elemen utama dalam memberikan pengalaman wisata yang aman dan nyaman.
Wamenpar secara khusus mengapresiasi manajemen Waterbom Bali yang dinilai konsisten menjaga kualitas layanan dan standar operasional destinasi.

(Wamenpar Ni Luh Puspa meminta seluruh pengelola destinasi wisata meningkatkan kesiapan menjelang periode libur sekolah. Foto: Dok. Birkom Kemenpar)
Kesiapan tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari sarana dan prasarana, manajemen pengunjung, mitigasi risiko, penerapan standar keselamatan, pengelolaan sampah, hingga kesiapan sumber daya manusia yang menjadi elemen utama dalam memberikan pengalaman wisata yang aman dan nyaman.
Wamenpar secara khusus mengapresiasi manajemen Waterbom Bali yang dinilai konsisten menjaga kualitas layanan dan standar operasional destinasi.
Dalam aspek pelayanan wisata, Kementerian Pariwisata juga telah menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang mengatur standar pelayanan wisatawan sejak tahap perencanaan perjalanan hingga wisatawan kembali dari destinasi.
"Dokumen ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk industri pariwisata, untuk memastikan kesiapan destinasi dalam memenuhi aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan," kata Wamenpar.
CEO Waterbom Bali, Sayan Gulino, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan menghadapi periode high season, termasuk libur sekolah, melalui pengawasan kualitas yang ketat terhadap seluruh fasilitas dan sarana pendukung.
"Kami memiliki departemen quality control yang secara rutin melakukan pemeriksaan. Dengan pengalaman 33 tahun, kami siap menghadapi peningkatan kunjungan wisatawan. Dari sisi tim dan staf pun kami telah mempersiapkan diri menghadapi high season," ujar Sayan.
Selain memastikan kesiapan fasilitas, Waterbom Bali juga menerapkan manajemen kapasitas secara ketat guna menjaga daya dukung lingkungan dan kualitas pengalaman wisatawan.
"Dengan manajemen kapasitas yang baik, pengunjung tidak perlu mengantre terlalu lama, ketersediaan loker tetap memadai, serta kebersihan toilet dan fasilitas umum tetap terjaga. Karena itu, dalam menghadapi high season kami akan tetap disiplin menjaga kapasitas kunjungan sesuai standar yang telah ditetapkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Waktu lagi mantau kesiapan di Waterbom Bali pada Jumat (5/6), ia ngingetin kalau musim liburan anak sekolah itu momentum emas banget buat pariwisata kita. Pastinya bakal banyak warga lokal yang ikutan healing ke berbagai daerah, terutama ke Bali.
"Kunjungan ini menjadi langkah kami untuk melihat secara langsung kesiapan destinasi wisata, khususnya di Bali, dalam menghadapi momentum libur sekolah," kata Ni Luh Puspa.
Wamenpar menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama dalam menyambut musim liburan.
Karena itu, seluruh pengelola destinasi diharapkan memastikan fasilitas dan layanan berada dalam kondisi optimal sebelum menerima lonjakan kunjungan wisatawan.
Menurut Wamenpar, libur sekolah tidak hanya harus dipandang sebagai peluang meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menunjukkan kualitas pengelolaan destinasi dalam mewujudkan pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan.
Kesiapan tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari sarana dan prasarana, manajemen pengunjung, mitigasi risiko, penerapan standar keselamatan, pengelolaan sampah, hingga kesiapan sumber daya manusia yang menjadi elemen utama dalam memberikan pengalaman wisata yang aman dan nyaman.
Wamenpar secara khusus mengapresiasi manajemen Waterbom Bali yang dinilai konsisten menjaga kualitas layanan dan standar operasional destinasi.

(Wamenpar Ni Luh Puspa meminta seluruh pengelola destinasi wisata meningkatkan kesiapan menjelang periode libur sekolah. Foto: Dok. Birkom Kemenpar)
Kesiapan tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari sarana dan prasarana, manajemen pengunjung, mitigasi risiko, penerapan standar keselamatan, pengelolaan sampah, hingga kesiapan sumber daya manusia yang menjadi elemen utama dalam memberikan pengalaman wisata yang aman dan nyaman.
Wamenpar secara khusus mengapresiasi manajemen Waterbom Bali yang dinilai konsisten menjaga kualitas layanan dan standar operasional destinasi.
Dalam aspek pelayanan wisata, Kementerian Pariwisata juga telah menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang mengatur standar pelayanan wisatawan sejak tahap perencanaan perjalanan hingga wisatawan kembali dari destinasi.
"Dokumen ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk industri pariwisata, untuk memastikan kesiapan destinasi dalam memenuhi aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan," kata Wamenpar.
CEO Waterbom Bali, Sayan Gulino, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan menghadapi periode high season, termasuk libur sekolah, melalui pengawasan kualitas yang ketat terhadap seluruh fasilitas dan sarana pendukung.
"Kami memiliki departemen quality control yang secara rutin melakukan pemeriksaan. Dengan pengalaman 33 tahun, kami siap menghadapi peningkatan kunjungan wisatawan. Dari sisi tim dan staf pun kami telah mempersiapkan diri menghadapi high season," ujar Sayan.
Selain memastikan kesiapan fasilitas, Waterbom Bali juga menerapkan manajemen kapasitas secara ketat guna menjaga daya dukung lingkungan dan kualitas pengalaman wisatawan.
"Dengan manajemen kapasitas yang baik, pengunjung tidak perlu mengantre terlalu lama, ketersediaan loker tetap memadai, serta kebersihan toilet dan fasilitas umum tetap terjaga. Karena itu, dalam menghadapi high season kami akan tetap disiplin menjaga kapasitas kunjungan sesuai standar yang telah ditetapkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)