WISATA

Hutan Bonsai Fatumnasi Nan Magis

Arthurio Oktavianus Arthadiputra
Jumat 28 Mei 2021 / 17:36
Timor Tengah Selatan: Nusa Tenggara Timur (NTT) menyimpan banyak pesona wisata yang menjadi primadona para traveler. Satu diantaranya adalah hutan bonsai Fatumnasi, dengan pesona magis pepohonan berusia ratusan tahun.

Hutan Bonsai Fatumnasi berada di Desa Fatumnasi, Mollo Utara, Timor Tengah Selatan. Hutan ini masuk dalam kawasan cagar alam dan berada di lereng Gunung Mutis, gunung tertinggi di NTT

Bagi masyarakat Dawan, suku asli yang mendiami wilayah Fatumnasi, hutan bonsai tersebut disebut dengan nama akuna, dan bisa ditempuh sekitar dua jam perjalanan kendaraan bermotor dari Soe, ibu kota kabupaten Timur Tengah Selatan.

Dalam perjalanan dari Soe menuju Fatumnasi, banyak pemandangan alam nan indah bisa dilihat. Seperti perbukitan dan lembah yang menghijau di kala musim penghujan dan coklat eksotis kala musim kemarau.

Adalah pohon ampupu (Eucalyptus urophylla) yang menjadi daya tarik utama di hutan bonsai Fatumnasi. Pohon ini sangat dominan di wilayah Fatumnasi yang memiliki suhu rata-rata 12-190 derajat Celsius, pada ketinggian 1.480 mdpl.

Satu pohon ampupu sejatinya bisa mencapai ketinggian hingga 40 meter. Namun, di kawasan yang memiliki luas sekitar satu hektar ini, vegetasi ampupu hanya mempunyai tinggi hingga 2,5 meter. Karena itu, kawasan tersebut disebut hutan bonsai.


hutan bonsai
(Pohon Ampupu menjadi tumbuhan dominan di kawasan hutan bonsai Fatumnasi. Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)


Usia tua dari pohon bonsai dipertegas oleh lumut-lumut yang menempel dan bergelantungan, menyelimuti ranting dan batang pohon. Ranting pohon menjulur, bersentuhan dengan ranting pohon lain dan ditumbuhi daun berukuran kecil.

Hutan bonsai akan tampak magis saat diselimuti kabut tipis di kala bulan basah. Memiliki curah hujan rata-rata sebesar 2000 – 3000 mm, menjadikan kawasan Gunung Mutis sebagai daerah terbasah di Pulau Timor.

Kelembapan yang dihasilkan sebagai daerah terbasah di Pulau Timor telah menyebabkan spesies lumut jenggot (Usnea sp.) tumbuh subur pada bagian bonggol hingga batang tanaman ampupu di dalam hutan bonsai.  
Bulan basah mencapai tujuh bulan, dengan frekuensi hujan terjadi pada bulan November sampai Juli. Suhu di cagar alam dan hutan bonsai rata-rata berkisar 14-290 °C dengan suhu terekstrem mencapai 90 C.

Saat bulan basah, meski sudah siang hari, kabut tipis muncul dan menari antara pepohonan di kawasan yang tampak magis di lereng Gunung Mutis. Namun, menyuguhkan pesona alami yang memanjakan mata. 

Kehadiran hutan bonsai ampupu di Fatumnasi ini dapat menjadi wisata alam favorit, tak hanya bagi Kabupaten Timor Tengah Selatan, juga untuk Provinsi NTT, karena unik dan tak ditemukan di wilayah lain di Indonesia. Jadi, kapan kamu mau ke sini? 



(TIN)

MOST SEARCH