WISATA

Sejarah Glico Man, Ikon Ikonik Osaka yang Eksis Sejak 1935

Muhammad Syahrul Ramadhan
Rabu 21 Oktober 2026 / 14:41
Ringkasnya gini..
  • Papan iklan bergambar pelari dengan tangan terangkat di Osaka, Jepang terkenal dengan nama 'Glico Man'.
  • Glico Man telah eksis sejak tahun 1935 untuk tujuan promosi makanan bernutrisi oleh perusahaan Ezaki Glico.
  • Seiring perkembangan zaman, Glico Sign mengalami perubahan hingga menjadi ikon wisata yang identik dengan Osaka.
Jakarta: Kalau melihat foto turis yang berkunjung ke Osaka, Jepang, ada satu papan reklame yang sering muncul di background-nya, sesosok pria pelari.

Sosok pelari dengan kedua tangan terangkat di atas lintasan biru bernama Glico Man ini sudah jadi bagian dari pemandangan kota Osaka selama puluhan tahun. 

Bukan sekadar papan iklan bercahaya yang ikonik, terdapat sejarah panjang tentang strategi promosi sebuah perusahaan makanan, perkembangan teknologi periklanan, hingga perubahan wajah kawasan Dotonbori.

Sejak pertama kali dipasang pada 1935, papan reklame ini telah beberapa kali mengalami pembaruan tanpa kehilangan ciri khas sosok pelarinya.


Berawal dari Promosi Permen Glico

Sejarah Glico Man ini berkaitan dengan Ezaki Glico, perusahaan makanan asal Jepang yang didirikan oleh Richi Ezaki. Sebelum papan reklame raksasa tersebut menjadi landmark Osaka, sosok pelari dengan kedua tangan terangkat sudah digunakan sebagai lambang produk Glico.

Gagasan tersebut berawal dari keinginan Ezaki untuk menghadirkan simbol yang merepresentasikan semangat menjaga kesehatan melalui makanan. Ia kemudian terinspirasi oleh seorang anak yang berlari menuju garis finish.

Gambaran ini dianggap mampu menyampaikan pesan tentang kesehatan, kekuatan, dan pencapaian. 

Glico kemudian mulai menjual permen karamel bernutrisi yang dikenal sebagai Glico Caramel pada 1992. Nama Glico sendiri berasal dari kata glycogen, zat yang menjadi bagian dari inspirasi awal produk tersebut.

Perusahaan juga menggunakan slogan yang menghubungkan konsumsi permennya dengan energi untuk berlari.

Beberapa tahun kemudian, pada 1935, ide pemasangan reklame raksasa di Dotonbori, kawasan hiburan yang ramai di Osaka muncul. Kehadiran papan gigantik ini menjadi langkah promosi yang mencolok pada masanya sekaligus bentuk perkenalan pelari Glico kepada masyarakat dalam skala luas.


Perjalanan Glico Man dari Generasi ke Generasi

Sejak pertama kali dibangun, Glico Sign tak memiliki tampilan seperti yang dikenal wisatawan saat ini. Papan reklame tersebut mengalami sejumlah perubahan desain, teknologi pencahayaan, dan bentuk konstruksi seiring berkembangnya zaman.

Generasi pertamanya hadir pada 1935 dengan menara neon setinggi sekitar 33 meter. Papan pertama ini kemudian dibongkar pada 1943 karena kebutuhan material logam selama Perang Dunia II.

Selepas menjadi saksi perang, Glico Sign kembali dibangun pada 1955. Generasi kedua ini memiliki panggung khusus di bagian bawah yang digunakan untuk berbagai pertunjukan.

Pada generasi ketiga, papan reklame ini tampil semakin unik dengan instalasi air mancur yang memancarkan air beserta  pencahayaan warna-warni.
 
Generasi keempat dan kelima lahir dengan latar belakang lintasan atletik dan mulai menjadi elemen visual yang dikenal luas, kemudian disusul desain yang menampilkan sejumlah landmark Osaka. 

Pembaruan Glico Sign tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, namun juga menjadi bagian dari identitas dan karakter visual kota. 

Pada Oktober 2014, generasi keenam resmi dipasang dengan teknologi LED. Menurut informasi resmi Ezaki Glico, papan ini memiliki tinggi sekitar 20 meter dan lebar 10,38 meter dengan 140.000 chip LED.

Para wisatawan dapat melihat Glico Man menyala pada waktu sekitar setelah matahari terbenam hingga tengah malam, dengan penyesuaian sesuai kondisi.


Glico Man Jadi Ikon Wisata Osaka

Popularitas Glico Man tidak lepas dari lokasinya di Dotonbori, kawasan yang dikenal dengan restoran, pertokoan, dan papan reklame berwarna-warni. 

Letaknya di dekat Jembatan Ebisubashi menjadikannya mudah dikenal dan dijangkau oleh wisatawan yang menjelajahi pusat kota Osaka.

Selain tampil mencolok pada malam hari, Glico Man memiliki ciri visual yang sederhana dan mudah diingat. Pose pelari dengan kedua tangan terangkat ini seringkali ditiru oleh para pengunjung saat berfoto.
 
Pemandangan Ikon Glico Man di Osaka, Jepang saat malam hari Foto Pexels
 
Pemandangan Ikon Glico Man di Osaka, Jepang saat malam hari Foto: Pexels.


Kebiasaan ini kemudian berkembang menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan yang identik dengan Dotonbori.

Menurut EYE Indonesia, papan reklame tersebut memiliki nilai sejarah sekaligus menjadi simbol semangat dan keberhasilan. Perpaduan antara identitas merek, pencahayaan, dan lokasinya yang berada di tengah kawasan hiburan membuatnya tetap menarik perhatian pengunjung dari berbagai negara.

Kini, Glico Man menunjukkan bagaimana sebuah media periklanan dapat berkembang melampaui fungsi awalnya. Papan yang mulanya dibuat untuk promosi produk makanan telah menjadi landmark ikonis yang melekat pada citra Osaka.

(Vira Farhatul Maula)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)

MOST SEARCH