WISATA

Karya Startup Bisnis Siswa SMK 2021 se-Indonesia Dipamerkan di BBPPMPV

Medcom
Rabu 01 Desember 2021 / 20:23
Jakarta: Membangun ekosistem pendidikan vokasi, tentu diperlukan kolaborasi dengan melibatkan berbagai pihak untuk bersama-sama melahirkan lulusan yang kompeten. Dengan begitu, kesenjangan antara kebutuhan dunia industri dan lulusan yang dihasilkan sekolah menengah kejuruan (SMK) perlu semakin diperkecil.

Untuk itu, sinergi antara dunia industri dan sekolah perlu dibangun, sehingga lulusan yang dihasilkan mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar dunia usaha dan industri. Melihat kondisi tersebut, Workshop dan Pameran Hasil Karya dan Start-Up Bisnis Siswa SMK tahun 2021 secara resmi diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh setiap 25 November. 

Nana Halim, Kabag Tata Usaha Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV), Bispar mengatakan, pameran yang diikuti SMK ini merupakan Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW). Pameran ini penting sebagai ajang pembuktian produk-produk hasil karya yang dihasilkan siswa SMK dan juga sudah menjadi rintisan start-up bisnis di Indonesia.

"Melalui pameran kali ini, jadi siswa-siswi SMK mencoba unjuk produk mereka, yaitu memamerkan produk-produk teaching factory yang mereka buat di sekolah dan pada saat ini dikumpulkan di Balai Bispar ini," ujar Nana dalam acara Workshop dan Pameran Hasil Karya dan Start-Up Bisnis Siswa SMK saat ditemui di kawasan (BBPPMPV), Bispar Sawangan Depok.

"Tujuannya, pembuatan produk ini memang sekarang dianjurkan output dari teaching factory itu harus dihilirisasi ke pasar. Jadi produk ini walaupun untuk praktek akan tetapi yang telah dibuat telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga hasil produk-produk itu bisa di jual di pasar dan untuk wirausaha." sambung Nana.

Nana menambahkan, peserta pameran ini terdiri dari unsur SMK, Balai Besar di lingkungan Vokasi dan Seameo. Selain itu SMK yang datang berasal dari 31 Provinsi.

"Di tahun ini pameran ini diikuti oleh siswa-siswi yang berasal dari 31 provinsi. Tentu saja, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong para peserta didik setelah mereka lulus nanti mereka disamping dipersiapkan untuk bekerja, selain itu melalui program ini mereka juga bisa menjadi seorang wirausahawan," sambungnya.

Sementara itu, Kepala BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Sabli, SH.,MH yang juga hadir dalam kesempatan tersebut, sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan Workshop dan Pameran Hasil Karya dan Start-Up Bisnis ini. Sebab, kedepannya siswa akan lebih mandiri dalam menemukan talentanya agar dapat membuka peluang usaha.

"Kami mengapresiasi dengan mendukung kegiatan ini. Selain itu, melalui kegiatan ini kami ingin melakukan penyelerasan potensi para lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri, sehingga para industri pasar kerja tidak akan kecewa dan kami harapkan mereka tidak melatih lagi para lulusan SMK untuk bekerja di industri atau diperusahaannya," jelas Sabli, SH.,MH.

"Kemudian kami juga mendorong kerjasama link and match ini antara pendidikan vokasi dengan industri untuk sebanyak-banyaknya membuat kelas industri di SMK," terangnya.

Selain itu, tidak kalah pentingnya dengan penguatan aspek karakter dan softskill ini perlu untuk dipersiapkan bagi peserta didik kalau mereka bekerja. Harapannnya, setiap tahun kegiatan ini akan terus ada, agar bisa melakukan evaluasi agar bisa mendapatkan hal-hal baru dan jga termasuk didalamnya melakukan inovasi.
(FIR)

MOST SEARCH