10 Momen Traveling Paling Dirindukan Saat Pandemi Covid-19
Jakarta: Sektor pariwisata di seluruh negara belum pulih sepenuhnya akibat pandemi covid-19. Sementara itu, hampir setiap orang sudah merindukan suasana liburan.
Banyak hal yang dirindukan ketika sedang berlibur. Misalnya, antrean panjang di bandara untuk diperiksa petugas, padatnya lalu-lalang aktivitas petugas di bandara, stasiun, dan terminal bus. Belum lagi keindahan tempat wisata yang dikunjungi.
Berikut ini, beberapa momen yang paling dirindukan para pelancong profesional ketika mereka sedang liburan, seperti:
1. Percakapan
“Saya kehilangan dua hal: percakapan spontan dengan orang asing yang berlangsung jauh lebih lama dari yang Anda bayangkan. Lalu, kelaparan tubuh saya di atas tempat tidur hotel raksasa,” kata Corrina Allen-Kiersons, seorang penulis lepas dan penulis film perjalanan, dikutip Forbes.
2. Berpetulang di wilayah asing
Katherine Parker-Magyar telah melakukan perjalanan ke 50 negara bagian. Hampir 60 negara menulis tentang perjalanannya saat dia pergi.
"Saya rindu mendarat di bandara dan mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya. Apakah bandara akan menyediakan koktail dan lounge berjemur atau antrean panjang di pabean? Apakah saya akan mencari driver saya? Seperti apa langit di sini? Seberapa cepat saya dapat mengambil bahasa ini?" kata Katherine.
"Paling penting, saya merindukan antisipasi bersemangat untuk bertemu seseorang yang baru dari bagian lain dari planet ini yang belum saya temui, dan menjadikan mereka teman baru saya,” ungkapnya.
3. Berbagi pengalaman
“Salah satu kegembiraan saya dalam hidup adalah menemukan tujuan dan pengalaman baru yang dapat saya bagikan dengan klien saya. Meskipun masa depan perjalanan akan berbeda, ini adalah tantangan yang menarik yang saya nantikan," kata Jody Bear, Pendiri dan wakil presiden Bear & Bear Travel, Inc., afiliasi dari Tzell Travel Group.
"Setelah itu, saya berencana untuk bepergian secara luas, sehingga saya dapat berbagi dengan klien saya seperti apa pengalaman itu dan memberikan informasi langsung tentang setiap aspek perjalanan," kata Bear.

(Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
4. Jiwa petualang
Seorang penulis dan produser co-eksekutif Fly Brother di PBS, membagikan pemikirannya tentang larangan perjalanan saat ini.
"Aku sebagai Tipe B seperti mereka, kepribadian-bijaksana. Itu berarti aku tidak terorganisir, spontan, dan tidak pernah dengan rencana. Itulah yang paling aku rindukan dari perjalanan. Hidupku sebelum covid-19 adalah angin puyuh dari petualangan spontan dan aku menginginkan saat kita semua bisa mengalaminya lagi," katanya.
5. Sifat transformatif perjalanan
Anna Haines, jurnalis lepas dan fotografer, merindukan begitu banyak aspek perjalanan. Termasuk bagaimana hal itu mengubah dirinya.
"Aku rindu sensasi mengalami tempat baru untuk pertama kalinya. Bagaimana inderaku tersentak bangun: setiap bau, suara, dan rasa yang tidak dikenal. Sensasi iklim baru membuat kontak dengan kulitku," ujar Haines.
6. Berenang dan menyelam
Merissa Principe, penulis lepas perjalanan dan penulis kecantikan merindukan berenang dan menyelam.
"Yang paling saya rindukan dari bepergian adalah kebebasan. Berenang secara umum. Sebelum ini saya akan berenang empat hari seminggu untuk tidak hanya tetap bugar, tetapi untuk melatih stamina dan pengendalian nafas ketika saya akan menyelam gratis,” ujar Principe.
7. Pengalaman baru
Jurnalis Lepas dan Gaya Hidup, Jillian Dara merindukan momen interaksi dengan penduduk setempat yang memberinya ide, konsep, masakan, dan budaya baru. Hal itu merupakana pengalaman yang tak tergantikan.
"Percakapan yang merangsang, menafsirkan kebiasaan yang berbeda tetapi mengakui kesamaan kemanusiaan dan kelangsungan hidup. Saya rindu itu lebih dari kata-kata yang bisa menggambarkan," tutur Dara.

(Foto: Ilustrasi. Dok. Unsplash.com)
8. Menciptakan memori
Sementara itu, Penasihat Perjalanan Mewah dari Protravel International, New York, Josh Alexander mengaku sangat merindukan menciptakan kenangan dan pengalaman untuk kliennya, dan memenuhi harapan mereka.
Dia juga merindukan perjalanan pribadi dan cara anak-anaknya menikmati perjalanan.
"Aku rindu bisa melihat dunia melalui mata mereka. Saya suka bepergian dengan anak-anak saya dan merindukan kegembiraan mereka ketika kami bersusah payah duduk di kursi maskapai penerbangan," tutur Alexander.
"Antisipasi yang mereka miliki sebelum membuka pintu ke kamar hotel kami untuk melihat seperti apa rasanya, kesenangan mereka yang sederhana dalam bermain ombak, dan ekspresi mereka ketika mereka mencoba makanan baru untuk pertama kalinya," tambahnya.
9. Mendapatkan teman baru
"Saya benar-benar menyukai betapa mudahnya bertemu dengan pelancong dari seluruh dunia. Terutama di asrama," kata Kaeli Conforti, seorang penulis lepas yang menghabiskan dua tahun terakhir di Australia dan Selandia Baru dengan visa libur bekerja.
"Selalu menyenangkan memasak bersama orang-orang dari Perancis, Italia, Spanyol, dan Inggris, diantara negara-negara lain. Mengobrol tentang tempat-tempat kami berasal dan di mana kami berencana untuk pergi berikutnya. Tentu saja dengan semua aksen kami yang berbeda," kata Conforti.
10. Belanja
Leslie Tillem, dari Eltee Travel Group merindukan momen berbelanja. Berbelanja yang dimaksud ialah belanja kebutuhan yang akan dibawa sebelum pergi berlibur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)