WISATA

Tren Wisata 2022 bakal Kedepankan Aspek Kualitas

A. Firdaus
Sabtu 11 Desember 2021 / 18:12
Jakarta: Industri pariwisata mulai memperlihatkan pemulihan. Hal ini antara lain terlihat dari naiknya animo masyarakat untuk bepergian.

Data Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) mencatat, kenaikan hingga 40% pada pemesanan perjalanan oleh wisatawan lokal atau dua kali lipat dibandingkan dengan sebelum pembatasan mobilisasi dilonggarkan.

Namun bagaimanapun juga, meski mulai pulih, tren pariwisata telah mengalami perubahan jika dibandingkan saat sebelum pandemi Covid-19.

Didien Junaedi, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) menjelaskan tren pariwisata telah berganti sejak pandemi covid-19. Salah satunya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengedepankan aspek kualitas di atas kuantitas dalam sektor pariwisata, atau quality tourism dan bukan quantity tourism.

"Peningkatan protokol kesehatan dan asuransi menjadi jawaban akan hal tersebut. Asuransi berperan penting dalam keadaan apapun, sehingga perlu untuk mengembangkan asuransi perjalanan yang lengkap, baik untuk perjalanan individu maupun berkelompok," ujar Didien.

Dengan aspek keamanan kian menjadi prioritas, permintaan akan asuransi perjalanan dengan proteksi lebih pun ikut meningkat. Asuransi perjalanan dinilai memberikan rasa aman dan percaya diri dalam menghadapi risiko di tengah kondisi pandemi yang tidak menentu.
(FIR)

MOST SEARCH