WISATA

Wayang Goes Modern, Wamen Ekraf Spill Serunya Main ke Museum

Yatin Suleha
Minggu 26 April 2026 / 09:05
Ringkasnya gini..
  • Seni pertunjukan Aniwayang Live Desa Timun: Ayo Ke Museum baru saja tampil keren di panggung teater Museum Nasional Indonesia.
  • Pihak Kementerian Ekonomi Kreatif pun kasih jempol buat pendekatan kreatifnya yang dianggap masuk banget buat semua generasi.
  • “Wayang bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga alat diplomasi budaya yang bisa terus dibawa ke mana saja ," ucap Wamen Ekraf Irene Umar.
Jakarta: Seni pertunjukan Aniwayang Live Desa Timun: Ayo Ke Museum baru saja tampil keren di panggung teater Museum Nasional Indonesia. Pihak Kementerian Ekonomi Kreatif pun kasih jempol buat pendekatan kreatifnya yang dianggap masuk banget buat semua generasi.

“Wayang bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga alat diplomasi budaya yang bisa terus dibawa ke mana saja dan sebenarnya memiliki nilai ekonomi luar biasa," ucap Wamen Ekraf Irene Umar pada Sabtu, 25 April 2026.

"Apa yang dilakukan Aniwayang menunjukkan bahwa karya kreatif berbasis tradisi bisa menembus panggung internasional, bahkan telah diapresiasi di Jepang, Korea, dan akan berangkat ke Jerman,” katanya lagi.
 
Pertunjukan Aniwayang itu berhasil memadukan seni tradisi dengan storytelling relevan, karakter animatif, dan pengalaman interaktif bagi anak-anak dan keluarga. 

Wamen Ekraf menilai talenta-talenta Aniwayang tertata apik dan menjadi contoh konkret bagaimana budaya tradisional dapat dikemas ulang menjadi produk serta karya kreatif bernilai ekonomi tinggi yang berdaya saing global.

Selain itu, Wamen Ekraf menegaskan urgensi ruang-ruang publik seperti museum yang mampu mendukung ekosistem ekonomi kreatif untuk terus hidup. 

Menurutnya, Museum Nasional kini tidak hanya menjadi tempat edukasi, tetapi juga ruang ekspresi kreatif yang membanggakan.

“Kita patut bangga karena kini museum di Indonesia semakin berkembang menjadi ruang kreatif yang menarik. Ini membuka peluang besar bagi pejuang ekraf untuk berkolaborasi dan berkarya, sekaligus memberikan pengalaman budaya yang lebih dekat dan menyenangkan bagi masyarakat. Terima kasih untuk Museum Nasional yang telah memberikan space keren untuk pergelaran Aniwayang hari ini,” tambah Wamen Ekraf.


(Museum Nasional kini tidak hanya menjadi tempat edukasi, tetapi juga ruang ekspresi kreatif yang membanggakan. Foto: Dok. Birkom Kemenekraf)

Pergelaran Aniwayang Live Desa Timun: Ayo Ke Museum merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ulang tahun ke-248 Museum Nasional Indonesia. Kegiatan ini juga dirancang sebagai ajakan bagi keluarga untuk menjadikan museum sebagai ruang belajar yang menyenangkan demi membangun generasi yang berbudaya.

“Pertunjukan ini dibuat khusus untuk Museum Nasional, dengan lagu-lagu istimewa dan cerita baru yang belum pernah ditayangkan di manapun. Kami juga membuat karakter khusus wayang untuk Wamen Ekraf yang didatangkan langsung dari Jogja. Aniwayang selalu menjadi bentuk eksplorasi kami selama lima tahun menjadikan wayang tetap relevan dan dicintai lintas generasi,” ungkap Founder dan Direktur Aniwayang Studio Daud Nugraha.

Dalam rangkaian acaranya, Aniwayang Studio mengangkat beberapa aktivitas seperti nonton bareng animasi wayang petualangan ke Museum Nasional, sesi interaktif pengenalan 5 dalang dan 5 voice actor profesional yang terlibat di balik layar, Dalang Experience, hingga menyanyi bersama. 

Para pengunjung juga bisa membeli merchandise dari IP (Intellectual Property) Aniwayang Studio berupa produk-produk kreatif seperti sticker sheet, electronic money card, t-shirt, batik, enamel pin, foldable grocery bag, comic book, art print, wayang kulit, dan produk anak lainnya.
 
Sinergi antara pemerintah, kreator Aniwayang, dan Museum Nasional ini adalah langkah nyata dari hasil pertemuan Desember 2025 lalu. Intinya, Kementerian Ekraf pengin banget IP lokal kayak Aniwayang ini makin luas jangkauannya. 

Kolaborasi ini juga jadi bukti kalau kekayaan budaya kita bisa banget jadi mesin ekonomi baru yang kuat buat Indonesia.

Di acara ini, Wamen Ekraf Irene Umar hadir didampingi Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Dadam Mahdar. Kelihatan hadir juga Muhammad Rosyid Ridlo dari Museum Nasional Indonesia dan CEO Intermedia Prima Vision, Anastasia Florine Limasnax.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH