WISATA

JCWF 2026 Ajak Wisatawan Kembali Healing dan Terhubung dengan Alam

Aulia Putriningtias
Jumat 30 Oktober 2026 / 15:44
Ringkasnya gini..
  • Tren perjalanan wisata kini mulai bergeser, yaitu liburan menjadi kesempatan merawat diri.
  • Tren inilah yang coba dihadirkan Yogyakarta melalui Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026.
  • Festival ini akan berlangsung pada 6–8 November 2026 di Loman Park Hotel Yogyakarta.

Jakarta: Sobat Medcom, di tengah rutinitas yang semakin padat, kebutuhan mengambil jeda dan menemukan kembali keseimbangan hidup menjadi bagian penting dari gaya hidup modern.
 

Tak heran jika tren perjalanan wisata kini mulai bergeser. Liburan bukan lagi sekadar berpindah tempat atau mengunjungi destinasi populer, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merawat diri, menenangkan pikiran, dan mendapatkan pengalaman yang lebih bermakna.
 

Tren inilah yang coba dihadirkan Yogyakarta melalui Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026. Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, festival ini akan berlangsung pada 6–8 November 2026 di Loman Park Hotel Yogyakarta.

 

 

Mengusung tema “RECONNECT: Reconnecting People, Culture & Wellbeing”, JCWF 2026 mengajak masyarakat dan wisatawan untuk melihat wellness dari perspektif yang lebih luas. Bukan hanya tentang yoga, meditasi, atau perawatan tubuh, tetapi juga tentang membangun kembali hubungan dengan diri sendiri, sesama, budaya, dan lingkungan.
 

Menikmati pengalaman wellness tourism dengan sentuhan budaya

 

Data Global Wellness Institute yang dikutip Kementerian Pariwisata mencatat pengeluaran global untuk wellness tourism mencapai US$893,9 miliar pada 2024. Sementara itu, kawasan Asia Pasifik mencatat 562,7 juta perjalanan wellness dengan nilai pengeluaran wisatawan mencapai US$215 miliar.
 

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai Yogyakarta memiliki potensi besar dalam pengembangan cultural wellness. Kehadiran JCWF diharapkan semakin memperkuat posisi kota ini sebagai destinasi wisata yang memiliki karakter dan daya saing.
 

"Yogyakarta memiliki potensi besar dalam pengembangan cultural wellness dan kehadiran Jogja Cultural Wellness Festival akan semakin memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi cultural wellness yang memiliki karakter dan daya saing," kata Menpar Widiyanti, Jumat, 30 Oktober 2026 di Jakarta.
 

Salah satu hal yang membuat Yogyakarta menarik sebagai destinasi cultural wellness adalah kekayaan tradisi dan filosofi kehidupan masyarakatnya.
 

Budaya Jawa memiliki berbagai nilai yang relevan dengan konsep keseimbangan hidup, mulai dari harmoni antara manusia dan alam hingga semangat gotong royong. Filosofi hamemayu hayuning bawana, misalnya, mengajarkan pentingnya menjaga keharmonisan kehidupan dan lingkungan.
 

Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi menarik dalam pengembangan wisata wellness yang tidak hanya berorientasi pada kesehatan fisik, tetapi juga kesejahteraan mental, sosial, dan emosional.
 

Melalui JCWF 2026, wisatawan dapat menikmati beragam aktivitas yang menggabungkan praktik kebugaran modern dengan kearifan lokal. Mulai dari yoga, meditasi, lokakarya jamu, terapi seni, hingga berbagai kegiatan yang mengajak pengunjung lebih dekat dengan alam dan ekspresi budaya.
 

JCWF 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan yang cukup beragam. Tercatat ada 89 program terjadwal, melibatkan 97 komunitas dan mitra terkurasi, 65 praktisi wellness, serta 32 peserta Wellness Artisan Market. Menariknya, sebanyak 16 program dapat diikuti tanpa biaya.
 

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY, Gusti Kanjeng Ratu Bendara, menekankan bahwa kekayaan filosofi dan praktik budaya Jawa memiliki relevansi kuat dengan konsep wellbeing masa kini.
 

"Melalui JCWF 2026, kami berkomitmen membangun ekosistem pariwisata berbasis cultural wellness yang tidak hanya memperkaya pengalaman wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat pelaku usaha lokal, dan meningkatkan daya saing Yogyakarta di tingkat nasional maupun internasional," jelas Gusti Kanjeng Ratu Bendara.
 

Komitmen terhadap lingkungan turut menjadi bagian dari penyelenggaraan festival. JCWF 2026 menerapkan inisiatif Zero Waste Management melalui kerja sama dengan Pemerintah Kalurahan Guwosari, Bantul, untuk mendukung pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari sumbernya.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH