WISATA

Efek Libur Panjang Lebaran dan Nyepi, Hunian Hotel InJourney Diproyeksi Naik 10%

A. Firdaus
Selasa 10 Maret 2026 / 10:18
Ringkasnya gini..
  • Peak season terjadi pada 17 sampai dengan 29 Maret 2026.
  • Libur Lebaran & Nyepi 2026 diprediksi akan mendorong lonjakan signifikan.
  • Proyeksi okupansi menunjukkan tren peningkatan.
Jakarta: PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality), bagian dari holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, memproyeksikan peningkatan tingkat hunian hotel hingga 10% pada periode peak season Libur Idul Fitri & Nyepi Tahun 2026. Momentum Idul Fitri & Nyepi dipandang sebagai katalis penting bagi pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Menurut Direktur Komersial InJourney, Veronica H Sisilia, momentum libur Lebaran dan Nyepi tahun ini menjadi katalis penting untuk menstimulasi minat masyarakat berwisata.

InJourney sebagai Holding BUMN aviasi dan pariwisata menghadirkan seamless experience bagi traveller dari hulu ke hilir, mulai dari airport, hotel, hingga destinasi, sehingga perjalanan wisata  menjadi lebih nyaman dan terintegrasi.

"Kebijakan Work From Anywhere (WFA) dari pemerintah juga menjadi peluang positif untuk mengurai kepadatan arus mudik sekaligus mendorong masyarakat menikmati masa liburan lebih panjang, yang tentu berdampak baik bagi industri perhotelan dan pariwisata nasional,” ujar Veronica.
Ia juga menjelaskan bahwa untuk memberikan liburan yang bermakna InJourney telah menyiapkan berbagai program-program liburan yang dapat dinikmati wisatawan.

“InJourney memiliki berbagai aset dan touch point yang sangat merepresentasikan kekayaan Indonesia, mulai dari heritage, budaya, hingga tradisi lokal yang autentik. Keunikan inilah yang membedakan destinasi dan aset kami dengan destinasi lainnya, sekaligus menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya berkesan, tetapi juga sarat nilai budaya Indonesia,” tambahnya.

Hari Raya Idul Fitri & Nyepi merupakan momen yang dinantikan oleh masyarakat Indonesia, terutama untuk menjalankan tradisi mudik dan berkumpul bersama keluarga. Libur Idul Fitri & Nyepi 2026 diprediksi akan mendorong lonjakan signifikan dalam pergerakan masyarakat dan wisatawan domestik. 
 
Berbagai persiapan telah dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan jumlah tingkat hunian di Hotel yang dikelola InJourney Hospitality selama peak season Libur Idul Fitri & Nyepi Tahun 2026, yang diproyeksikan terjadi pada 17 sampai dengan 29 Maret 2026. Tingkat hunian rata-rata diperkirakan mencapai meningkat 10% dibandingkan tahun sebelumnya, sebuah sinyal positif bagi sektor pariwisata Indonesia. 
 

Klaster Bali tunjukkan kinerja terbaik


Proyeksi okupansi menunjukkan tren peningkatan di seluruh kategori hotel yang dikelola InJourney Hospitality. Berdasarkan wilayah klaster unit hotel, hotel klaster Bali menunjukkan kinerja terbaik dalam hal tingkat hunian sebesar 64% diikuti oleh klaster Jawa dengan tingkat hunian sebesar 53%, dan klaster Sumatera dengan tingkat hunian sebesar 45%, serta klaster Kalimantan dan klaster Sulawesi.

Sedangkan berdasarkan bintangnya, tingkat hunian hotel Bintang 5 pada periode peak season Idul Fitri & Nyepi ini mengalami peningkatan 5% dibandingkan periode sebelumnya, dengan tingkat hunian tertinggi yaitu Merusaka Nusa Dua, The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection.

Pada hotel Bintang 4 pada periode peak season Idul Fitri & Nyepi ini mengalami peningkatan 14% dibandingkan periode sebelumnya, dengan tingkat hunian tertinggi yaitu Truntum Kuta, Grand Inna Tunjungan dan The Manohara Hotel Yogyakarta.

Sedangkan pada hotel Bintang 3 pada periode peak season Idul Fitri & Nyepi ini mengalami peningkatan 9% dibandingkan periode sebelumnya, dengan tingkat hunian tertinggi yaitu Inna Sindhu Beach Hotel, Cordia Hotel Banjarmasin, Khas Tegal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH