WISATA
Restorasi Terumbu Karang di Teluk Ekas, Lombok Hadirkan Pengalaman Wisata yang Lebih Bermakna
A. Firdaus
Selasa 09 Juni 2026 / 16:15
- Sektor pariwisata dan konservasi laut dipertemukan dalam satu tujuan, yaitu memulihkan salah satu ekosistem bawah laut penting di Indonesia.
- Sebanyak 20 fragmen karang ditanam pada area seluas sekitar 20 meter persegi dan akan dipantau secara berkala.
- Program konservasi ini juga melibatkan masyarakat sekitar sebagai bagian penting dari proses pemulihan lingkungan.
Jakarta: Keindahan laut tidak hanya untuk dinikmati, tetapi juga dijaga. Semangat itulah yang diusung Innit Lombok melalui kolaborasinya dengan Indonesia Biru Foundation dalam program restorasi terumbu karang di Teluk Ekas, Lombok Timur, bertepatan dengan peringatan Hari Laut Sedunia.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui program tersebut, sektor pariwisata dan konservasi laut dipertemukan dalam satu tujuan, yaitu memulihkan salah satu ekosistem bawah laut penting di Indonesia.
Proses rehabilitasi terumbu karang saat ini tengah berlangsung di tiga titik yang telah dipilih berdasarkan kondisi ekologis, kualitas perairan, serta potensi keberhasilan pemulihan dalam jangka panjang.
Bersama Indonesia Biru Foundation, tim melakukan perakitan struktur logam khusus yang berfungsi sebagai media penempelan fragmen karang sebelum ditempatkan di dasar laut. Sebanyak 20 fragmen karang ditanam pada area seluas sekitar 20 meter persegi dan akan dipantau secara berkala menggunakan pendekatan ilmiah untuk mengamati proses adaptasi serta pertumbuhannya.
Perkembangan awal dari restorasi ini diperkirakan mulai terlihat dalam waktu sekitar satu tahun sebagai tahap awal pemulihan ekosistem laut Teluk Ekas.
"Konservasi yang bermakna lahir dari kolaborasi. Dalam program ini, Indonesia Biru Foundation hadir dengan keahlian ilmiah dan pemantauan jangka panjang, sementara Innit Lombok memberikan dukungan di lapangan, mulai dari akses lokasi hingga fasilitasi operasional," ujar Resort Manager Innit Lombok, Matthew Angga.
Program konservasi ini juga melibatkan masyarakat sekitar sebagai bagian penting dari proses pemulihan lingkungan.
Indonesia Biru Foundation menggelar sesi edukasi bersama warga Kampung Berore, Desa Ekas Buana, untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut. Warga juga diajak berpartisipasi dalam proses perakitan struktur terumbu karang pada tahap awal program.

Wakil Direktur Indonesia Biru Foundation, Soraya Al Rashid, mengatakan upaya menjaga lingkungan perlu dilakukan secara konsisten, meski dimulai dari langkah kecil.
"Dalam rangka World Ocean Day ini, saya ingin mengingatkan bahwa kebaikan sekecil apa pun tetap memiliki arti besar jika dilakukan secara konsisten. Jangan pernah putus asa terhadap usaha yang kita lakukan untuk menjaga lingkungan," katanya.
Menariknya, program ini tidak hanya melibatkan pengelola resort dan masyarakat lokal. Innit Lombok juga membuka kesempatan bagi para tamu untuk mengenal lebih dekat proses restorasi yang sedang berlangsung.
Dalam kondisi tertentu, wisatawan dapat menyaksikan langsung bahkan turut berpartisipasi dalam kegiatan restorasi terumbu karang. Pengalaman ini diharapkan dapat membangun hubungan yang lebih mendalam antara wisatawan dengan laut, tidak hanya sebagai destinasi wisata tetapi juga sebagai ekosistem yang perlu dijaga bersama.
Melalui pendekatan tersebut, wisatawan diajak menjadi bagian dari perjalanan pelestarian lingkungan sekaligus memahami pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem laut bagi generasi mendatang.
Inisiatif restorasi terumbu karang ini menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan Innit Lombok dalam menjalankan operasional pariwisata yang lebih ramah lingkungan.
Tak hanya menghadirkan pengalaman menginap di tengah keindahan alam Lombok, resort ini juga berupaya memastikan bahwa aktivitas wisata yang dilakukan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Dengan semakin meningkatnya minat wisatawan terhadap perjalanan yang bertanggung jawab, program seperti ini menunjukkan bahwa liburan dapat menjadi lebih bermakna ketika diiringi dengan upaya nyata untuk menjaga alam yang dinikmati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui program tersebut, sektor pariwisata dan konservasi laut dipertemukan dalam satu tujuan, yaitu memulihkan salah satu ekosistem bawah laut penting di Indonesia.
Proses rehabilitasi terumbu karang saat ini tengah berlangsung di tiga titik yang telah dipilih berdasarkan kondisi ekologis, kualitas perairan, serta potensi keberhasilan pemulihan dalam jangka panjang.
Bersama Indonesia Biru Foundation, tim melakukan perakitan struktur logam khusus yang berfungsi sebagai media penempelan fragmen karang sebelum ditempatkan di dasar laut. Sebanyak 20 fragmen karang ditanam pada area seluas sekitar 20 meter persegi dan akan dipantau secara berkala menggunakan pendekatan ilmiah untuk mengamati proses adaptasi serta pertumbuhannya.
Perkembangan awal dari restorasi ini diperkirakan mulai terlihat dalam waktu sekitar satu tahun sebagai tahap awal pemulihan ekosistem laut Teluk Ekas.
"Konservasi yang bermakna lahir dari kolaborasi. Dalam program ini, Indonesia Biru Foundation hadir dengan keahlian ilmiah dan pemantauan jangka panjang, sementara Innit Lombok memberikan dukungan di lapangan, mulai dari akses lokasi hingga fasilitasi operasional," ujar Resort Manager Innit Lombok, Matthew Angga.
Libatkan masyarakat lokal
Program konservasi ini juga melibatkan masyarakat sekitar sebagai bagian penting dari proses pemulihan lingkungan.
Indonesia Biru Foundation menggelar sesi edukasi bersama warga Kampung Berore, Desa Ekas Buana, untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut. Warga juga diajak berpartisipasi dalam proses perakitan struktur terumbu karang pada tahap awal program.
Wakil Direktur Indonesia Biru Foundation, Soraya Al Rashid, mengatakan upaya menjaga lingkungan perlu dilakukan secara konsisten, meski dimulai dari langkah kecil.
"Dalam rangka World Ocean Day ini, saya ingin mengingatkan bahwa kebaikan sekecil apa pun tetap memiliki arti besar jika dilakukan secara konsisten. Jangan pernah putus asa terhadap usaha yang kita lakukan untuk menjaga lingkungan," katanya.
Wisatawan bisa ikut terlibat
Menariknya, program ini tidak hanya melibatkan pengelola resort dan masyarakat lokal. Innit Lombok juga membuka kesempatan bagi para tamu untuk mengenal lebih dekat proses restorasi yang sedang berlangsung.
Dalam kondisi tertentu, wisatawan dapat menyaksikan langsung bahkan turut berpartisipasi dalam kegiatan restorasi terumbu karang. Pengalaman ini diharapkan dapat membangun hubungan yang lebih mendalam antara wisatawan dengan laut, tidak hanya sebagai destinasi wisata tetapi juga sebagai ekosistem yang perlu dijaga bersama.
Melalui pendekatan tersebut, wisatawan diajak menjadi bagian dari perjalanan pelestarian lingkungan sekaligus memahami pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem laut bagi generasi mendatang.
Dorong pariwisata berkelanjutan
Inisiatif restorasi terumbu karang ini menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan Innit Lombok dalam menjalankan operasional pariwisata yang lebih ramah lingkungan.
Tak hanya menghadirkan pengalaman menginap di tengah keindahan alam Lombok, resort ini juga berupaya memastikan bahwa aktivitas wisata yang dilakukan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Dengan semakin meningkatnya minat wisatawan terhadap perjalanan yang bertanggung jawab, program seperti ini menunjukkan bahwa liburan dapat menjadi lebih bermakna ketika diiringi dengan upaya nyata untuk menjaga alam yang dinikmati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)