WISATA

Bingung Bawa Koper Besar atau Kecil? Pelajari Batas Maksimal Berat Bagasi Pesawat Di Sini!

Muhammad Syahrul Ramadhan
Kamis 03 September 2026 / 19:00
Ringkasnya gini..
  • angan asal pilih koper hanya karena terlihat muat banyak barang karena ada ketentuan mengenai berat dan ukuran bagasi pesawat yang perlu kamu pahami.
  • Ketentuan ini berlaku untuk bawaan yang dibawa ke dalam kabin maupun yang masuk ke bagasi.
  • Kesalahan perhitungan berat koper bisa membuat penumpang terkena charge berupa biaya tambahan ketika check-in.

Jakarta: Pernah tidak sih kamu mau liburan tapi bingung bawa koper ukuran berapa? Jangan asal pilih koper hanya karena terlihat muat banyak barang karena ada ketentuan mengenai berat dan ukuran bagasi pesawat yang perlu kamu pahami. Ketentuan ini berlaku untuk bawaan yang dibawa ke dalam kabin maupun yang masuk ke bagasi.

 

Kesalahan perhitungan berat koper bisa membuat penumpang terkena charge berupa biaya tambahan ketika check-in. Karena itu, mengetahui batas maksimal bagasi sebelum melakukan perjalanan udara bisa membantu kamu untuk mendapat pengalaman yang lebih nyaman sekaligus menghindari pengeluaran tak terduga.

 

Jadi, sebenarnya berapa batas maksimal berat bagasi pesawat?

 

Bagasi Kabin vs Bagasi Tercatat

Sebelum masuk ke pembahasan berat, penting untuk dipahami para calon penumpang bahwa bagasi pesawat terbagi menjadi dua jenis, yaitu bagasi kabin dan bagasi tercatat. Keduanya sama-sama digunakan untuk membawa barang selama penerbangan, tetapi tempat penyimpanan, ukuran, serta aturan beratnya berbeda.
 

Bagasi Kabin


Kalau kamu bawa barang ke dalam kabin pesawat berarti kamu akan menyimpannya di bagasi kabin. Biasanya, barang tersebut diletakkan di kompartemen penyimpanan di atas atau di bawah kursi depan penumpang.

Contoh barang yang biasanya dibawa adalah koper berukuran kecil, ransel, tas laptop, atau tas pribadi. Mengingat ruang penyimpanan di dalam kabin terbatas, maskapai menetapkan aturan mengenai berat, ukuran, dan jumlah barang yang boleh dibawa.

Batas bagasi kabin banyak digunakan maskapai adalah sekitar 7 kilogram, tetapi ketentuan ini tidak berlaku secara seragam. Ada beberapa maskapai yang memiliki aturan berbeda mengenai berat maupun dimensi barang kabin.
 

Bagasi Tercatat


Nah, kalau yang satu ini adalah koper yang nggak bisa kamu bawa masuk ke dalam kabin. Biasanya bagasi tercatat atau checked baggage ini diserahkan kepada petugas maskapai saat proses check-in. Bagasi inilah yang akan melalui proses ditimbang dan didaftarkan sebelum kemudian dimasukkan ke ruang bagasi pesawat. 

Ingat, jangan menyimpan dokumen dan barang penting ke dalam koper ini karena setelah dimasukkan, kamu tidak bisa mengaksesnya selama penerbangan.

Karena disimpan di dalam bagasi pesawat, biasanya ukuran kopernya pun relatif besar sehingga batas berat maksimalnya pun lebih besar pula. Jumlah kilogram yang diperbolehkan bergantung pada maskapai, rute penerbangan, kelas tiket, serta jenis tiket yang dibeli. 

Jatah bagasi tercatat juga tidak selalu diberikan secara gratis. Pada beberapa maskapai atau jenis tiket tertentu, penumpang perlu membeli tambahan bagasi jika barang bawaannya melebihi jatah yang sudah diberikan.

 

 

Batas Berat Maksimal

Seperti disebutkan sebelumnya, bagasi kabin memiliki berat maksimal 7 kilogram dengan ukuran maksimal 40 x 30 x 20 cm (Lion Air) hingga 56 x 36 x 23 cm (AirAsia). Dimensi ini sudah termasuk semua tonjolan seperti roda, pegangan, dan kantong samping. Tas yang melebihi 1 cm saja akan ditolak karena presisi sistem pengukuran yang berlaku di bandara. 

 

Sementara itu untuk bagasi tercatat, batas beratnya dapat berbeda berdasarkan maskapai, kelas penerbangan, rute, bahkan jenis tiket.

Pada penerbangan domestik Garuda Indonesia, misalnya, ketentuan bagasi gratis yang tercantum saat ini adalah 40 kg untuk First Class, 30 kg untuk Business Class, dan 20 kg untuk Economy Class dalam skema berat.

 

Namun, Garuda Indonesia juga mulai menerapkan sistem Piece Concept untuk tiket yang dibeli atau diterbitkan mulai 1 September 2026. Dalam sistem ini, jatah bagasi tercatat ditentukan berdasarkan jumlah koper sekaligus berat maksimal masing-masing koper.

Artinya, penumpang tidak cukup hanya mengetahui total kilogram bagasi gratis. Jumlah koper dan batas berat setiap koper juga perlu diperhatikan.

Maskapai Penuh Layanan (Full-Service Airlines)

  • Berat Maksimal: 7–10kg (15–22lbs) per tas kabin
  • Kelas Premium (Bisnis/First Class): Batas berat dapat meningkat hingga 15kg (33lbs)

Maskapai Berbiaya Rendah (Low-Cost Carriers/LCCs)

  • Berat Maksimal: 7kg (15lbs) untuk tarif dasar, beberapa bahkan membatasi hingga 5kg (11lbs)
  • Biaya Kelebihan Berat: Biaya tambahan bisa mencapai 
  • 50–
  • 50–100 jika tas Anda melebihi batas berat.

Cara Menghindari Kelebihan Bagasi

Supaya tidak panik ketika check-in, ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan sebelum berangkat.

Pertama, timbang koper di rumah. Kamu bisa menggunakan timbangan koper atau timbangan biasa untuk mengetahui perkiraan berat barang bawaan.

Kedua, cek e-ticket. Jatah bagasi biasanya tercantum pada informasi pemesanan tiket.

Ketiga, periksa aturan maskapai. Jangan hanya mengandalkan pengalaman dari penerbangan sebelumnya karena kebijakan bagasi dapat berubah.

Keempat, pisahkan barang penting. Dokumen perjalanan, obat-obatan pribadi yang diperlukan, barang elektronik tertentu, dan barang penting lainnya sebaiknya dibawa sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak sembarangan dimasukkan ke bagasi tercatat.

Jadi, mau bawa koper besar atau kecil sebaiknya disesuaikan lagi dengan kebutuhan dan jatah bagasi yang tertera pada tiketmu. 

Kalau hanya bepergian singkat dan barang bawaan sedikit, koper kabin bisa menjadi pilihan praktis selama ukuran dan beratnya sesuai ketentuan maskapai. Namun, untuk perjalanan lebih lama atau membawa banyak barang, koper yang lebih besar dapat digunakan sebagai bagasi tercatat. Pastikan saja berat dan dimensinya tidak melebihi ketentuan yang berlaku.

(Vira Farhatul Maula)



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)

MOST SEARCH