WISATA

Menparekraf Berkomitmen Kembangkan Pariwisata Danau Toba

Sunnaholomi Halakrispen
Rabu 04 Maret 2020 / 13:20

Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutana Kusubandio berkomitmen membangun pariwisata dan ekonomi kreatif di Danau Toba. Ia mengaku manfaatnya akan dirasakan sepenuhnya bagi masyarakat.

Ia melakukan kunjungan kerja bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan ke Desa Sigapiton, Toba Samosir, Sumatera Utara, Selasa, 3 Maret 2020. Wishnutama pun melihat langsung progres pembangunan di wilayah Danau Toba.

"Ini adalah kesempatan pertama saya dan saya mengucapkan terima kasih banyak atas sambutannya. Selama perjalanan dari airport tadi saya lihat pemandangan yang begitu indah dan saya mendapatkan banyak sekali inspirasi," ujar Wishnutama dalam rilis yang diterima Medcom.id.

Desa Sigapiton merupakan satu dari empat desa yang masuk dalam pengembangan Kawasan Pariwisata Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba. Salah satunya, kawasan ini akan dibangun Toba Caldera Resort.

embed(Kunjungan kerja bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menparekraf Wishnutana Kusubandio bangun pariwisata dan ekonomi kreatif di Danau Toba. Foto: Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)

Ground breaking Toba Caldera Resort telah dilakukan pada 14 Oktober 2019 oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan sejumlah pejabat terkait. Desa yang diapit dua bukit itu menjadi perhatian Presiden, sehingga secara khusus menjadi perhatian Kemenparekraf.

"Bapak Presiden berpesan kepada saya bahwa manfaat dari pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif harus dapat dirasakan bahkan sampai ke desa-desa," paparnya.

Untuk mendukung Danau Toba menjadi destinasi favorit wisatawan, maka perlu adanya konektivitas dan infrastruktur yang memadai. Hal tersebut untuk mendorong dan memfasilitasi peningkatan kunjungan wisatawan nasional maupun mancanegara ke Danau Toba.

"Namun hal yang tidak kalah penting adalah pembangunan manusianya. Masyarakat setempat tidak boleh hanya menjadi penonton, namun turut aktif menjadi pelaku dan menerima dampak positif pengembangan pariwisata di daerahnya," ucapnya.

Ia mengaku bahwa pihaknya melalui Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) selalu melibatkan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat. Salah satunya, pada perencanaan pembangunan, sejak diterbitkannya Perpres Tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba.

BPODT membangun kerja sama dengan desa-desa sekitar kawasan dan melakukan pendampingan masyarakat agar menjadi penerima manfaat utama dalam pengembangan kawasan. Mulai dari pelatihan bahasa Inggris, kuliner, sadar wisata, serta beasiswa kepada lulusan setempat terkait peningkatan SDM Pariwisata di STP Bandung dan Bali.

"Maka dari itu, nantinya kami juga akan membangun Creative Hub, yaitu sebuah ruang sekaligus wadah untuk berkarya bagi talenta ekonomi kreatif setempat. Creative Hub ini juga bisa menjadi destinasi wisata baru yang menarik bagi wisatawan," pungkasnya.


(TIN)

MOST SEARCH