WISATA

Wisata Edukasi Bantu Anak Belajar Lewat Permainan dan Pengalaman Langsung

Elang Riki Yanuar
Senin 05 Oktober 2026 / 12:00
Ringkasnya gini..
  • Wisata edukasi memberi pengalaman belajar di luar kelas melalui permainan, kreativitas, aktivitas fisik, dan interaksi sosial.
  • Field trip di Bogor dapat membantu anak mengenal tata krama, kerja sama, keberanian, dan tanggung jawab lewat pengalaman langsung.
  • Wisata edukasi menjadi alternatif kegiatan sekolah untuk mengurangi ketergantungan anak pada perangkat digital sekaligus mengasah kreativitas.
Jakarta: Wisata edukasi menjadi salah satu pilihan kegiatan luar kelas yang dapat memberikan pengalaman belajar berbeda bagi anak. Tidak hanya mendapatkan hiburan, siswa juga dapat mengenal berbagai hal melalui permainan, aktivitas kreatif, interaksi sosial, hingga kegiatan fisik.

Konsep belajar sambil bermain tersebut dapat menjadi alternatif bagi sekolah yang ingin menghadirkan kegiatan field trip untuk siswa PAUD, TK, hingga Sekolah Dasar. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk keluar dari suasana kelas dan memperoleh pengalaman secara langsung melalui berbagai aktivitas.

Di usia dini, pengalaman belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruangan. Aktivitas yang melibatkan gerakan tubuh, kreativitas, komunikasi, dan interaksi dengan teman dapat membantu anak mengembangkan berbagai kemampuan secara bersamaan.

Salah satu destinasi di Bogor yang menawarkan konsep tersebut adalah Happy Holy Kids Land. Tempat ini mengembangkan program edutainment yang menggabungkan unsur rekreasi dan pembelajaran dalam kegiatan field trip sekolah.

Dalam kegiatan wisata edukasi, siswa dapat belajar mengenai nilai-nilai sosial seperti berbagi, bekerja sama, menghargai orang lain, serta menerapkan tata krama. Materi tersebut dapat disampaikan melalui permainan dan pertunjukan sehingga lebih mudah diterima anak.

Aktivitas seni juga menjadi bagian yang menarik bagi anak. Kegiatan bernyanyi, membuat karya visual, hingga mencoba aktivitas yang berkaitan dengan produksi konten dapat menjadi sarana untuk mengembangkan imajinasi dan rasa percaya diri.

Pengalaman tersebut juga dapat mengenalkan anak pada dunia seni dan media dengan cara yang sederhana. Misalnya, melalui aktivitas di studio vokal dan ruang dengan teknologi green screen, siswa dapat mencoba menjadi penyanyi maupun tampil di depan kamera.

"Anak-anak saat ini sangat terpapar konten digital luar negeri yang kerap berbeda dengan budaya dan nilai moral Indonesia. Kami mengemas penanaman tata krama, etika, dan kebersamaan ini menjadi tujuan field trip sekolah yang bernuansa wisata edukasi menyenangkan bagi siswa TK hingga jenjang SD," kata Tomomimi Sutomo, Direktur Happy Holy Kids Land.

Selain kreativitas, wisata edukasi juga dapat menjadi sarana untuk mengasah kemampuan fisik. Permainan luar ruang memberikan kesempatan bagi anak untuk bergerak aktif, melatih ketangkasan, serta belajar bekerja sama dalam kelompok.

Aktivitas air dapat menjadi pilihan lain dalam rangkaian field trip. Selain memberikan pengalaman rekreasi, kegiatan tersebut dapat membuat anak lebih aktif dan menikmati suasana belajar yang berbeda dari rutinitas sekolah.

Konsep belajar melalui pengalaman juga dapat membantu anak memahami materi secara lebih konkret. Nilai tentang kerja sama, keberanian, kesabaran, dan tanggung jawab misalnya, dapat dikenalkan melalui aktivitas yang mereka lakukan sendiri.

Hal tersebut menjadi semakin relevan di tengah kebiasaan anak yang semakin dekat dengan perangkat digital. Wisata edukasi dapat menjadi ruang bagi anak untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan dan teman sebaya sekaligus melakukan aktivitas fisik.

Kegiatan field trip juga tidak harus selalu berorientasi pada pencapaian akademis. Pengalaman bermain bersama, mencoba hal baru, dan menyelesaikan aktivitas dalam kelompok dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter anak.

Di Bogor, konsep wisata edukasi seperti ini dapat menjadi pilihan sekolah yang ingin memberikan pengalaman belajar di luar kelas tanpa menghilangkan unsur rekreasi. Anak tetap dapat bersenang-senang, tetapi setiap aktivitas memiliki nilai pembelajaran yang dapat mereka bawa kembali ke lingkungan sekolah.

Selain kegiatan untuk siswa, aspek kenyamanan juga menjadi bagian penting dalam wisata edukasi. Fasilitas seperti ruang untuk orang tua dan guru, area makan, nursery room, akses yang ramah bagi penyandang disabilitas, serta area parkir rombongan dapat mendukung kelancaran kegiatan.

Dengan memadukan rekreasi, kreativitas, aktivitas fisik, dan pembelajaran sosial, wisata edukasi dapat menjadi pengalaman yang lebih bermakna bagi anak. Field trip pun tidak sekadar menjadi kegiatan jalan-jalan bersama sekolah, tetapi kesempatan bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung.








 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)

MOST SEARCH