WISATA
Wujudkan Gerakan Wisata Bersih melalui 'Tabung Botol' di TMII
Aulia Putriningtias
Sabtu 29 November 2025 / 12:10
Jakarta: Gerakan Wisata Bersih (GWB) yang digerakkan oleh Kementerian Pariwisata diwujudkan dengan kolaborasi antara Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Aqua. wisatawan tak hanya berlibur, tapi juga turut andil dalam menjaga kebersihan.
Itok Parikesit, Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia menyampaikan bahwa, hal ini menunjukkan bagaimana pengelola destinasi dan industri dapat berkolaborasi dalam satu visi yaitu merawat budaya sekaligus menjaga lingkungan.
"Inisiatif ini juga sejalan dengan program Gerakan Wisata Bersih yang diluncurkan oleh Kementerian Pariwisata untuk meningkatkan kualitas destinasi yang aman, nyaman, sehat, inklusif, dan berwawasan lingkungan," ungkap Itok dalam peresmian kolaborasi reverse vending machine (RVM) dan waste station (WS) di TMII, Kamis, 27 November 2025.
Vera Galuh Sugijanto, Vice President General Secretary AQUA, menjelaskan mengenai reverse vending machine. Wisatawan bisa memasukkan botol plastik sekali pakai ke dalam vending machine yang disediakan, kemudian akan mendapatkan poin.
"Biasanya kalau kita ada vending machine itu kita beli sesuatu, kalau ini adalah kita bisa memasukkan botol pasca konsumsi ke dalam vending machine dan akan dapat poin," jelas Vera.
Selain itu, terdapat waste station juga untuk mengolah sampah yang lebih variatif. Bukan hanya sekadar botol plastik, tetapi juga rangkaian jenis sampah, baik itu organik maupun anorganik.

Peresmian kolaborasi reverse vending machine (RVM) dan waste station (WS) di TMII. Dok. Aulia/Medcom
"Waste station ini juga ada dua, tetapi dia lebih variatif dari segi sampah yang dikumpulkan. Jadi bisa anorganik, bisa plastik, bisa cardboard, bisa besi, dan sebagainya," papar Vera.
Program penukaran sampah anorganik ini dilakukan untuk mendorong edukasi pengelolaan sampah serta pemanfaatan kembali material daur ulang. Program ini juga mengajak pelaku UMKM dan wisatawan berperan dalam pengurangan sampah plastik.
Kerja sama ini melibatkan Rekosistem dan Plasticpay. Para kolaborator memastikan seluruh sampah botol plastik pascakonsumsi di kawasan TMII masuk ke dalam sistem daur ulang Aqua dengan mengedepankan pendekatan ekonomi sirkular.
Pelaksana Tugas Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, TMII memiliki tanggung jawab untuk memastikan warisan budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga relevan bagi generasi masa kini.
"Banyak unsur budaya berasal dari alam, seperti kerajinan, kuliner, hingga tradisi, sehingga menjaga lingkungan berarti menjaga akar budaya itu sendiri," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(FIR)
Itok Parikesit, Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia menyampaikan bahwa, hal ini menunjukkan bagaimana pengelola destinasi dan industri dapat berkolaborasi dalam satu visi yaitu merawat budaya sekaligus menjaga lingkungan.
"Inisiatif ini juga sejalan dengan program Gerakan Wisata Bersih yang diluncurkan oleh Kementerian Pariwisata untuk meningkatkan kualitas destinasi yang aman, nyaman, sehat, inklusif, dan berwawasan lingkungan," ungkap Itok dalam peresmian kolaborasi reverse vending machine (RVM) dan waste station (WS) di TMII, Kamis, 27 November 2025.
Vera Galuh Sugijanto, Vice President General Secretary AQUA, menjelaskan mengenai reverse vending machine. Wisatawan bisa memasukkan botol plastik sekali pakai ke dalam vending machine yang disediakan, kemudian akan mendapatkan poin.
"Biasanya kalau kita ada vending machine itu kita beli sesuatu, kalau ini adalah kita bisa memasukkan botol pasca konsumsi ke dalam vending machine dan akan dapat poin," jelas Vera.
Selain itu, terdapat waste station juga untuk mengolah sampah yang lebih variatif. Bukan hanya sekadar botol plastik, tetapi juga rangkaian jenis sampah, baik itu organik maupun anorganik.

Peresmian kolaborasi reverse vending machine (RVM) dan waste station (WS) di TMII. Dok. Aulia/Medcom
"Waste station ini juga ada dua, tetapi dia lebih variatif dari segi sampah yang dikumpulkan. Jadi bisa anorganik, bisa plastik, bisa cardboard, bisa besi, dan sebagainya," papar Vera.
Program penukaran sampah anorganik ini dilakukan untuk mendorong edukasi pengelolaan sampah serta pemanfaatan kembali material daur ulang. Program ini juga mengajak pelaku UMKM dan wisatawan berperan dalam pengurangan sampah plastik.
Kerja sama ini melibatkan Rekosistem dan Plasticpay. Para kolaborator memastikan seluruh sampah botol plastik pascakonsumsi di kawasan TMII masuk ke dalam sistem daur ulang Aqua dengan mengedepankan pendekatan ekonomi sirkular.
Pelaksana Tugas Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, TMII memiliki tanggung jawab untuk memastikan warisan budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga relevan bagi generasi masa kini.
"Banyak unsur budaya berasal dari alam, seperti kerajinan, kuliner, hingga tradisi, sehingga menjaga lingkungan berarti menjaga akar budaya itu sendiri," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(FIR)