End Google Analytics -->
WISATA

Tahun Politik Bisa Menjadi Penyelamat Pariwisata Indonesia di Tengah Ancaman Resesi Global

A. Firdaus
Kamis 19 Januari 2023 / 16:48
Jakarta: Ancaman resesi global pada 2023 lebih kurang mengganggu aktivitas dan industri pariwisata. Namun, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan prospek pariwisata diyakini tetap cerah.

Dana Moneter Internasional atau IMF memangkas proyeksi tingkat pertumbuhan global menjadi 2,7% untuk tahun ini. IMF, World Bank, ADB, dan OECD juga kompak memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 di kisaran 4,7%-5%. Angka ini di bawah target pemerintah sebesar 5,3%.

Meski begitu, pemerintah masih menaruh harapan pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini bisa sesuai target. Kabar baiknya, fundamental ekonomi Indonesia dinilai cukup baik dan jauh dari jurang resesi.  

Di tengah ketidakpastian global, Indonesia juga dihadapkan pada tahun pemilu. Dinamika politik menjelang pemilihan presiden pada 2024 akan mulai terasa pada tahun ini. Adanya agenda politik dalam negeri menuju Pemilu tentu berpotensi membuat suhu dalam negeri akan sedikit memanas.

"Tahun politik ini justru bagus untuk pariwisata dan ekonomi kreatif karena pasti banyak sekali kegiatan di hotel-hotel,” kata Menparekraf dalam pemaparannya pada acara Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2023 bertajuk: Prospek Pariwisata dan Investasi Industri Hospitality di Tahun Politik di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta, Rabu (18/1/2023).

Menparekraf Sandiaga menegaskan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari tahun politik dan investor pun tidak perlu menunggu atau menunda (wait and see) untuk berinvestasi. Justru, kata dia, pada tahun-tahun politik ini adalah kesempatan terbaik untuk investasi, termasuk di sektor pariwisata dan pendukungnya seperti perhotelan.

"Jadi kalau ditanya gimana tahun politik? don’t worry bro! Tahun politik ini bukan tahun wait and see tapi tahun yang penuh peluang investasi. Jadi tagline-nya 2023 jangan wait and see tapi segera investasi untuk berwisata di Indonesia saja," tandas mantan pengusaha dan investor itu.
(FIR)

MOST SEARCH