WISATA
Jakarta OTW 500 Tahun 'Diguyur' Kolaborasi Global di Jakarta Future Festival 2026
Yatin Suleha
Selasa 09 Juni 2026 / 08:05
- Digelar dari tanggal 4 sampai 6 Juni di TIM, Jakarta Future Festival (JFF) 2026 sukses jadi wadah kumpulnya berbagai sektor.
- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan, Jakarta Future Festival bukan sekadar forum pertemuan biasa.
- melainkan wadah bagi berbagai pemangku kepentingan untuk menyampaikan gagasan dan masukan dalam pembangunan Jakarta ke depan.
Jakarta: Digelar dari tanggal 4 sampai 6 Juni di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jakarta Future Festival (JFF) 2026 sukses jadi wadah kumpulnya berbagai sektor.
Festival ini dibuat sebagai ruang kolaborasi biar Jakarta makin siap jadi kota global yang tangguh, inklusif, dan terbuka menjelang usianya yang mau menginjak lima abad.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan, Jakarta Future Festival bukan sekadar forum pertemuan biasa, melainkan wadah bagi berbagai pemangku kepentingan untuk menyampaikan gagasan dan masukan yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam pembangunan Jakarta ke depan.
“JFF ini bukan pertemuan biasa tapi menjadi wadah memberikan gagasan. Kita banyak mendengar masukan-masukan dan nanti akan kita kolaborasikan untuk dalam pembangunan selanjutnya,” ujarnya seperti dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta.
Ia menyambut baik bahwa penyelenggaraan JFF 2026 mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Tercatat, jumlah pengunjung yang hadir melampaui 80 ribu orang selama tiga hari pelaksanaan. Festival ini menghadirkan 52 sesi diskusi yang melibatkan 250 pembicara, termasuk 10 pembicara internasional.
“Acara ini juga dimeriahkan oleh 27 performers ada musik, ada seni budaya lainnya. Ada pun UMKM yang terlibat mencapai 72 wirausahawan,” katanya.
Rano menjelaskan, tema ‘Navigating Resilience’ atau Menavigasi Resiliensi dipilih untuk menegaskan pentingnya ketangguhan sebagai karakter utama Jakarta dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Jakarta ini hidup karena dia tangguh, menjadi benang merahnya dari kegiatan ini,” ucapnya.
Di hari terakhir JFF 2026 kemarin, Pemprov DKI Jakarta bikin sesi seru dengan mempertemukan para pakar perkotaan dan akademisi dunia buat bahas masa depan kota global.
Kerennya lagi, ada 19 profesor dari berbagai kampus internasional yang ikutan nimbrung buat sharing ide-ide segar tentang cara bangun dan mendesain tata kota yang mantap!
“Pemprov DKI Jakarta melahirkan gagasan inovasi dan kolaborasi konkret untuk mempercepat transformasi Jakarta,” katanya.

(Jakarta Future Festival (JFF) 2026. Foto: Dok. Instagram JFF)
Rano mengatakan, salah satu agenda penting dalam JFF tahun ini adalah Jakarta’s Forecast: Jakarta 500 - Memory, Character and the Future as Global City.
Agenda tersebut menjadi ruang refleksi mengenai identitas, karakter, serta posisi strategis Jakarta menjelang peringatan 500 tahun kota pada 2027.
“Menjelang perayaan lima abad Jakarta pada 22 Juni tahun depan, pembangunan Jakarta harus berorientasi pada kepentingan warga. Jakarta harus menjadi milik warga, pemerintah berperan sebagai fasilitator yang mendukung partisipasi masyarakat dalam membangun kota.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania mengungkapkan, sejumlah gagasan yang muncul selama festival segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Salah satu fokus utama yang mengemuka adalah pengembangan ekosistem pengetahuan perkotaan.
Sebagai bentuk keberlanjutan dari Jakarta Future Festival, Pemprov DKI Jakarta akan meresmikan Urban Knowledge Hub yang diharapkan menjadi pusat kolaborasi dan pengembangan pengetahuan perkotaan.
“Nah ini adalah salah satu yang akan kita tindaklanjuti dan besok kebetulan Pak Gubernur juga akan meresmikan Urban Knowledge Hub yang berada di Nyi Ageng Serang lantai 6, Jakarta Selatan sebagai salah satu kontinuitas dari Jakarta Future Festival,” tuturnya.
Buat yang belum tahu, JFF 2026 kemarin digelar dari tanggal 5-7 Juni dengan tema super keren, Navigating Resilience. Isinya paket lengkap banget, Guys! Mulai dari forum diskusi, pameran inovasi, art performance, tenant UMKM, sampai kolaborasi bareng para pakar dan mitra internasional.
Nah, semua keseruan ini dibikin biar kita punya ruang bersama untuk ngerumusin arah baru Jakarta. Targetnya jelas: bikin Jakarta jadi kota global yang inklusif, kompetitif, dan sustainable pas usianya menginjak 5 abad nanti!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Festival ini dibuat sebagai ruang kolaborasi biar Jakarta makin siap jadi kota global yang tangguh, inklusif, dan terbuka menjelang usianya yang mau menginjak lima abad.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan, Jakarta Future Festival bukan sekadar forum pertemuan biasa, melainkan wadah bagi berbagai pemangku kepentingan untuk menyampaikan gagasan dan masukan yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam pembangunan Jakarta ke depan.
“JFF ini bukan pertemuan biasa tapi menjadi wadah memberikan gagasan. Kita banyak mendengar masukan-masukan dan nanti akan kita kolaborasikan untuk dalam pembangunan selanjutnya,” ujarnya seperti dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta.
Ia menyambut baik bahwa penyelenggaraan JFF 2026 mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Tercatat, jumlah pengunjung yang hadir melampaui 80 ribu orang selama tiga hari pelaksanaan. Festival ini menghadirkan 52 sesi diskusi yang melibatkan 250 pembicara, termasuk 10 pembicara internasional.
“Acara ini juga dimeriahkan oleh 27 performers ada musik, ada seni budaya lainnya. Ada pun UMKM yang terlibat mencapai 72 wirausahawan,” katanya.
Rano menjelaskan, tema ‘Navigating Resilience’ atau Menavigasi Resiliensi dipilih untuk menegaskan pentingnya ketangguhan sebagai karakter utama Jakarta dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Jakarta ini hidup karena dia tangguh, menjadi benang merahnya dari kegiatan ini,” ucapnya.
Di hari terakhir JFF 2026 kemarin, Pemprov DKI Jakarta bikin sesi seru dengan mempertemukan para pakar perkotaan dan akademisi dunia buat bahas masa depan kota global.
Kerennya lagi, ada 19 profesor dari berbagai kampus internasional yang ikutan nimbrung buat sharing ide-ide segar tentang cara bangun dan mendesain tata kota yang mantap!
“Pemprov DKI Jakarta melahirkan gagasan inovasi dan kolaborasi konkret untuk mempercepat transformasi Jakarta,” katanya.

(Jakarta Future Festival (JFF) 2026. Foto: Dok. Instagram JFF)
Rano mengatakan, salah satu agenda penting dalam JFF tahun ini adalah Jakarta’s Forecast: Jakarta 500 - Memory, Character and the Future as Global City.
Agenda tersebut menjadi ruang refleksi mengenai identitas, karakter, serta posisi strategis Jakarta menjelang peringatan 500 tahun kota pada 2027.
“Menjelang perayaan lima abad Jakarta pada 22 Juni tahun depan, pembangunan Jakarta harus berorientasi pada kepentingan warga. Jakarta harus menjadi milik warga, pemerintah berperan sebagai fasilitator yang mendukung partisipasi masyarakat dalam membangun kota.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania mengungkapkan, sejumlah gagasan yang muncul selama festival segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Salah satu fokus utama yang mengemuka adalah pengembangan ekosistem pengetahuan perkotaan.
Sebagai bentuk keberlanjutan dari Jakarta Future Festival, Pemprov DKI Jakarta akan meresmikan Urban Knowledge Hub yang diharapkan menjadi pusat kolaborasi dan pengembangan pengetahuan perkotaan.
Baca Juga :
Mau Nyate Daging Kurban Kok Enggak Dicuci Sih?
“Nah ini adalah salah satu yang akan kita tindaklanjuti dan besok kebetulan Pak Gubernur juga akan meresmikan Urban Knowledge Hub yang berada di Nyi Ageng Serang lantai 6, Jakarta Selatan sebagai salah satu kontinuitas dari Jakarta Future Festival,” tuturnya.
Buat yang belum tahu, JFF 2026 kemarin digelar dari tanggal 5-7 Juni dengan tema super keren, Navigating Resilience. Isinya paket lengkap banget, Guys! Mulai dari forum diskusi, pameran inovasi, art performance, tenant UMKM, sampai kolaborasi bareng para pakar dan mitra internasional.
Nah, semua keseruan ini dibikin biar kita punya ruang bersama untuk ngerumusin arah baru Jakarta. Targetnya jelas: bikin Jakarta jadi kota global yang inklusif, kompetitif, dan sustainable pas usianya menginjak 5 abad nanti!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)