WISATA

Taiwan Makin Ramah Muslim, Liburan Akhir Tahun ke Negeri Formosa Jadi Makin Menarik

A. Firdaus
Sabtu 15 Agustus 2026 / 12:11
Ringkasnya gini..
  • Taiwan kian memperkuat promosi pariwisatanya di Indonesia, terutama menjelang periode libur akhir tahun dan Tahun Baru.
  • Sejumlah fasilitas terus dikembangkan, mulai dari ketersediaan makanan halal, akomodasi ramah Muslim, ruang salat, hingga fasilitas wudu.
  • Pasar malam, makanan khas Taiwan, dan bubble tea menjadi beberapa pengalaman yang banyak diminati.
Jakarta: Mau cari destinasi liburan akhir tahun yang menawarkan kuliner, budaya, alam, sampai fasilitas ramah Muslim? Taiwan sedang gencar menggoda wisatawan Indonesia untuk memasukkan Negeri Formosa ke dalam daftar tujuan liburan.

Taiwan kian memperkuat promosi pariwisatanya di Indonesia, terutama menjelang periode libur akhir tahun dan Tahun Baru. Potensi pasar Indonesia dinilai cukup besar, mengingat Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perjalanan wisata luar negeri warga Indonesia sepanjang 2025 mencapai 9,16 juta perjalanan.

Director of Economic Division Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Frank Lu, mengatakan Taiwan Travel Fair tidak sekadar menjadi ajang menawarkan paket perjalanan. Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat Indonesia juga menjadi cara untuk memperkenalkan Taiwan sekaligus mempererat hubungan kedua negara.
 

“Taiwan Travel Fair bukan hanya platform untuk mempromosikan produk pariwisata, tetapi juga jembatan penting untuk memperkuat hubungan people-to-people antara Taiwan dan Indonesia,” kata Frank.
 

Taiwan Mulai Serius Garap Wisatawan Muslim


Bukan cuma Taipei 101 dan bubble tea yang diandalkan. Taiwan juga tengah memperkuat konsep pariwisata ramah Muslim untuk memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi wisatawan Indonesia.

Sejumlah fasilitas terus dikembangkan, mulai dari ketersediaan makanan halal, akomodasi ramah Muslim, ruang salat, hingga fasilitas wudu.

Upaya tersebut ikut memperkuat posisi Taiwan dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 yang diterbitkan Mastercard dan CrescentRating. Taiwan menempati peringkat ketiga dunia untuk kategori destinasi non-Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), sejajar dengan Inggris.

Frank mengatakan capaian tersebut menjadi modal untuk menarik lebih banyak wisatawan Muslim, termasuk dari Indonesia.

“Kami berharap wisatawan Indonesia dapat melihat Taiwan sebagai destinasi yang nyaman dan memberikan rasa percaya diri, termasuk bagi wisatawan Muslim,” ujarnya.
 

Jangan Cuma Taipei, Ada Banyak Destinasi Lain


Taiwan juga ingin mengubah kebiasaan wisatawan yang hanya berkunjung ke Taipei. Sejumlah destinasi lain mulai diperkenalkan, seperti Alishan, Sun Moon Lake, kawasan pemandian air panas, pasar malam, hingga berbagai destinasi budaya lokal.

Director Taiwan Tourism Information Center in Jakarta, Abe Chou, mengatakan promosi Taiwan tahun ini juga dibuat lebih dekat dengan gaya hidup wisatawan Indonesia, terutama keluarga dan generasi muda.

Hal itu terlihat dalam penyelenggaraan Taiwan Travel Fair di Lippo Mall Puri yang dikemas lebih interaktif. Pengunjung bisa mengikuti demonstrasi budaya, berfoto di area bertema Taiwan, mencoba aktivitas DIY, mengikuti kuis wisata, hingga berburu hadiah.

Bagi yang sudah mulai menghitung hari menuju liburan, tersedia pula beragam paket perjalanan. Pilihannya mulai dari tiket pesawat dengan harga khusus, paket free and easy, wisata keluarga, hingga perjalanan musiman seperti wisata bunga sakura dan tur bertema festival.

Sejumlah agen perjalanan juga menawarkan promo seperti potongan harga, peningkatan kelas hotel, hingga suvenir.
 

Kuliner Masih Jadi Senjata Utama


Kalau bicara Taiwan, urusan perut memang sulit dipisahkan. Abe mengatakan kuliner masih menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan Indonesia.

Pasar malam, makanan khas Taiwan, dan bubble tea menjadi beberapa pengalaman yang banyak diminati.

Namun, tren perjalanan wisatawan Indonesia mulai berubah. Liburan kini tak melulu soal foto di destinasi populer dan pulang membawa oleh-oleh.

“Selain mengunjungi objek wisata terkenal, semakin banyak wisatawan Indonesia yang mencari pengalaman perjalanan yang lebih mendalam,” ujar Abe.

Aktivitas seperti bersepeda, hiking, maraton, wisata pedesaan, perjalanan dengan kereta api, hingga mengunjungi tourism factory mulai menarik perhatian wisatawan.

Dengan berbagai strategi tersebut, Taiwan berharap semakin banyak wisatawan Indonesia menjadikan Negeri Formosa sebagai pilihan liburan, terutama saat periode akhir tahun dan Tahun Baru.

Jadi, kalau biasanya akhir tahun cuma berkutat dengan pertanyaan “liburan ke mana, ya?”, Taiwan sepertinya sedang serius menawarkan jawabannya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH