FEATURE
Cerita Bunga BTP, Ibu 2 Anak Berkebutuhan Khusus Jadi Penulis Miliarder
Elang Riki Yanuar
Jumat 02 Januari 2026 / 18:08
Jakarta: Merawat anak dengan kebutuhan khusus tentu menjadi tantangan besar. Namun disela tugas membesarkan anak yang selama 12 tahun pertama tanpa bantuan ART, Bunga BTP tetap berhasil mencapai jenjang tertinggi di dunia kepenulisan platform digital.
"Saya dianugerahi dua anak berkebutuhan khusus. Anak-anak saya mempunyai jadwal tidur yang berbeda. Ketika kita tidur di tengah malam, mereka justru bangun dan mulai beraktivitas. Di tengah malam itu, sambil mengawasi anak-anak, saya mengisi waktu dengan menulis," kata Bunga BTP.
Bunga BTP kemudian mengisahkan perjalanan suksesnya di depan peserta talkshow kepenulisan di Semarang yang diselenggarakan Ekraf bekerja sama dengan KBM App. Saat ini dia tercatat sudah merilis puluhan novel.
"Menunggu anak-anak terapi juga sangat menguras waktu. Sambil menunggu saya juga selalu menulis," ujarnya.
Bunga mengenang awalnya dia menulis untuk diri sendiri yang menjadi bagian dari healing. Namun ketika ada yang menyarankan untuk menulis di KBM App ia memulai peruntungannya. Meski diawali kegagalan Bunga terus mencoba hingga akhirnya menjadi nomor satu.
Ada salah satu momen yang tak terlupakan bagi Bunga. Di satu waktu ia berbicara dengan anak lelaki tertua yang berkebutuhan khusus.
"Abang, doain Mama ya. Sekali waktu, Mama mau tahu rasanya ke luar negeri." Saat itu anak sulungnya menjawab "amiin".
Hanya berselang beberapa hari sejak diaminkan anaknya, Bunga mendapat telepon dari KBM App untuk diajak jalan-jalan ke tiga negara ASEAN, Malaysia, Thailand dan Singapura bersama staf KBM pada Februari 2024. Beberapa bulan kemudian pada November 2024, Bunga BTP diajak jalan-jalan ke Bangkok, Thailand bersama penulis KBM App dan penyedia jasa promosi yang sukses memviralkan karya-karya di KBM App.
Lalu di Bulan Mei 2025, Bunga BTP diajak lagi ke Singapura bersama penulis Emerald yang berpenghasilan di atas Rp 500 juta. Pada November 2025, Bunga berangkat umrah bersama para penulis Double Diamond (penulis KBM App yang berpenghasilan 2 miliar ke atas)
"Bulan Januari 2026 ini Bunga BTP juga dijadwalkan berangkat ke Korea Selatan," ucapnya.
Bagi KBM, perjalanan ke luar negeri bukan sekadar tamasya melainkan mencari peluang untuk membuka pasar di luar negeri. Karena itu spirit yang didengungkan saat berada di luar negeri adalah KBM Go Global.
Saat ini aplikasi KBM mulai mendapatkan penghasilan dari negeri jiran Malaysia dengan channel pembayaran Malaysia. Tidak hanya pekerja migran, warga negara Malaysia juga mulai ada yang secara rutin membaca novel online karya anak bangsa di KBM. Ke depan KBM akan memperluas cakupan pembaca dari berbagai negara tetangga.
Menanggapi hal itu, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Kemenkraf Bapak Neil L. Himam melihat peluang lebih besar untuk mengembangkan kolaborasi.
“Dulu, saat masih di Badan Ekonomi Kreatif, kami punya program pelatihan coding untuk pekerja migran Indonesia di Malaysia dan Hong Kong. Tapi coding itu tidak mudah. Kenapa tidak kita transfer keahlian menulis? Menulis jauh lebih dekat dengan keseharian mereka. Ke depan, ini bisa jadi program kolaborasi, penulis dari Indonesia membina komunitas penulis diaspora. Ini juga bagian dari ekspor konten kreatif Indonesia," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(ELG)
"Saya dianugerahi dua anak berkebutuhan khusus. Anak-anak saya mempunyai jadwal tidur yang berbeda. Ketika kita tidur di tengah malam, mereka justru bangun dan mulai beraktivitas. Di tengah malam itu, sambil mengawasi anak-anak, saya mengisi waktu dengan menulis," kata Bunga BTP.
Bunga BTP kemudian mengisahkan perjalanan suksesnya di depan peserta talkshow kepenulisan di Semarang yang diselenggarakan Ekraf bekerja sama dengan KBM App. Saat ini dia tercatat sudah merilis puluhan novel.
"Menunggu anak-anak terapi juga sangat menguras waktu. Sambil menunggu saya juga selalu menulis," ujarnya.
Bunga mengenang awalnya dia menulis untuk diri sendiri yang menjadi bagian dari healing. Namun ketika ada yang menyarankan untuk menulis di KBM App ia memulai peruntungannya. Meski diawali kegagalan Bunga terus mencoba hingga akhirnya menjadi nomor satu.
Ada salah satu momen yang tak terlupakan bagi Bunga. Di satu waktu ia berbicara dengan anak lelaki tertua yang berkebutuhan khusus.
"Abang, doain Mama ya. Sekali waktu, Mama mau tahu rasanya ke luar negeri." Saat itu anak sulungnya menjawab "amiin".
Hanya berselang beberapa hari sejak diaminkan anaknya, Bunga mendapat telepon dari KBM App untuk diajak jalan-jalan ke tiga negara ASEAN, Malaysia, Thailand dan Singapura bersama staf KBM pada Februari 2024. Beberapa bulan kemudian pada November 2024, Bunga BTP diajak jalan-jalan ke Bangkok, Thailand bersama penulis KBM App dan penyedia jasa promosi yang sukses memviralkan karya-karya di KBM App.
Lalu di Bulan Mei 2025, Bunga BTP diajak lagi ke Singapura bersama penulis Emerald yang berpenghasilan di atas Rp 500 juta. Pada November 2025, Bunga berangkat umrah bersama para penulis Double Diamond (penulis KBM App yang berpenghasilan 2 miliar ke atas)
"Bulan Januari 2026 ini Bunga BTP juga dijadwalkan berangkat ke Korea Selatan," ucapnya.
Bagi KBM, perjalanan ke luar negeri bukan sekadar tamasya melainkan mencari peluang untuk membuka pasar di luar negeri. Karena itu spirit yang didengungkan saat berada di luar negeri adalah KBM Go Global.
Saat ini aplikasi KBM mulai mendapatkan penghasilan dari negeri jiran Malaysia dengan channel pembayaran Malaysia. Tidak hanya pekerja migran, warga negara Malaysia juga mulai ada yang secara rutin membaca novel online karya anak bangsa di KBM. Ke depan KBM akan memperluas cakupan pembaca dari berbagai negara tetangga.
Menanggapi hal itu, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Kemenkraf Bapak Neil L. Himam melihat peluang lebih besar untuk mengembangkan kolaborasi.
“Dulu, saat masih di Badan Ekonomi Kreatif, kami punya program pelatihan coding untuk pekerja migran Indonesia di Malaysia dan Hong Kong. Tapi coding itu tidak mudah. Kenapa tidak kita transfer keahlian menulis? Menulis jauh lebih dekat dengan keseharian mereka. Ke depan, ini bisa jadi program kolaborasi, penulis dari Indonesia membina komunitas penulis diaspora. Ini juga bagian dari ekspor konten kreatif Indonesia," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)