KULINER

Tren Dessert Premium Makin Nge-hits, Callebaut Level Up Kreasi Para Chef

Yatin Suleha
Kamis 01 Oktober 2026 / 17:02
Ringkasnya gini..
  • Sekarang dessert udah bukan cuma sekadar "pencuci mulut" sesudah makan berat, tapi udah naik kelas jadi bagian dari lifestyle kuliner urban.
  • Gak cuma rasa yang dicari, tapi juga perpaduan tekstur sampai estetika penyajiannya yang aesthetic.
  • Fenomena ini bikin minat masyarakat ke dessert premium makin melejit, sekaligus ngubah cara para chef dalam memilih bahan baku.
Jakarta: Sekarang dessert udah bukan cuma sekadar "pencuci mulut" sesudah makan berat, tapi udah naik kelas jadi bagian dari lifestyle kuliner urban. Gak cuma rasa yang dicari, tapi juga perpaduan tekstur sampai estetika penyajiannya yang aesthetic.

Fenomena ini bikin minat masyarakat ke dessert premium makin melejit, sekaligus ngubah cara para chef dan pelaku bisnis F&B dalam memilih bahan baku.

Tren ini makin jelas kelihatan dari langganan viralnya berbagai kreasi cokelat premium di media sosial.

Mulai dari Pistachio Knafeh Chocolate alias Dubai Chocolate yang crunchy, Crookie (Croissant Cookie) yang memadukan tekstur flaky dan gooey, sampai London Layer Cake—kue cokelat berlapis nan lembut hasil kombinasi chocolate sponge cake, whipped salted caramel, dan balutan dark chocolate ganache.

 

Dari kreasi-kreasi ini, kelihatan banget kalau pencinta dessert zaman sekarang gak cuma ngincar tampilan yang instagrammable, tapi juga beneran ngapresiasi karakter rasa, tekstur, sampai kualitas bahan yang dipakai.

 
Callebaut (3)
(Melejitnya tren dessert premium bikin bahan baku berkualitas makin penting demi pengalaman cita rasa terbaik. Foto: Dok. Istimewa)

Tren di Indonesia ini emang sejalan sama melejitnya permintaan premium chocolate di tingkat global. 

Menurut laporan Grand View Research, nilai pasar premium chocolate dunia diproyeksikan bakal menembus USD40,6 miliar pada 2030, dengan pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 4,3% selama periode 2025–2030. 

Meledaknya tren ini didorong sama café culture, menjamurnya artisan chocolate, serta makin banyaknya konsumen yang nyari pengalaman menikmati olahan kakao berkualitas tinggi.

Makanya, fokus para chef sekarang gak cuma sebatas bikin tampilan yang cantik, tapi juga pada kualitas cokelat yang dipakai. 

Salah satu bahan yang kini jadi standar "wajib" buat dessert premium adalah cokelat couverture—jenis cokelat dengan kandungan cocoa butter lebih tinggi dibanding cokelat biasa.

Karakter ini bikin cokelat couverture punya rasa yang lebih kompleks, tekstur super smooth, tampilan kilau yang optimal, plus performa yang stabil pas diolah. 

Mau itu cangkang renyah di Dubai Chocolate, isian lumer di Crookie, sampai lapisan ganache mulus di London Layer Cake, semuanya butuh cokelat couverture biar hasil akhirnya konsisten dan spotted-on.

Managing Director ASEAN Barry Callebaut Group, Ciptadi Sukono, juga mengamini hal ini. 

Menurutnya, makin tingginya apresiasi masyarakat terhadap dessert premium secara otomatis ikut mendongkrak dan menaikkan standar kualitas di industri pastry dan bakery saat ini.

"Konsumen saat ini tidak hanya mencari dessert yang enak, tetapi juga pengalaman menikmati dessert yang memiliki karakter rasa, tekstur, dan kualitas yang konsisten. Karena itu, kualitas bahan baku menjadi fondasi penting bagi para chef untuk menghadirkan hasil akhir yang sesuai dengan ekspektasi konsumen," ujar Ciptadi.

Ia menambahkan bahwa tren tersebut mendorong semakin banyak chef dan pelaku industri F&B memilih bahan baku premium yang mampu memberikan konsistensi, baik dari sisi rasa maupun performa saat diolah.

Head Chef Callebaut Chocolate Academy Singapore, Amanda Lim, menjelaskan bahwa kualitas cokelat tidak hanya memengaruhi cita rasa, tetapi juga menentukan keberhasilan berbagai teknik pengolahan pastry.

"Chef membutuhkan cokelat yang tidak hanya memiliki rasa yang baik, tetapi juga stabil ketika dilelehkan, dicetak, dikombinasikan dengan bahan lain, maupun digunakan untuk berbagai teknik pastry," beber Amanda.

 
Callebaut (1)
(Cokelat konsisten Callebaut dan program edukasinya siap terus mendukung kemajuan industri pastry dan dessert Indonesia. Foto: Dok. Istimewa)

"Konsistensi tersebut memungkinkan kami menghasilkan produk dengan kualitas yang sama setiap saat, sekaligus memberikan ruang untuk terus berkreasi agar setiap dessert dapat memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen," kata Amanda.

Amanda juga menambahkan kalau taste konsumen masa kini udah makin berkembang. Kalau dulu dessert selalu identik sama manis yang berlebihan, sekarang orang-orang lebih nyari keseimbangan rasa (balanced flavor).

Karakter kakao yang autentik, tekstur berlapis, sampai pengalaman menikmati dessert yang bener-bener terasa premium.

Menjawab kebutuhan ini, Callebaut menghadirkan lini Finest Belgian Chocolate yang diproses lewat metode Bean-to-Bar—alias diolah telaten mulai dari pemilihan biji kakao hingga siap dipakai sama para profesional. 

Di Indonesia sendiri, varian Callebaut Dark Chocolate 811 dan Milk Chocolate 823 lagi jadi holy grail banget buat berbagai kreasi, mulai dari ganache, mousse, pastry, bakery, praline, sampai plated dessert.

Kedua varian ini difavoritkan karena punya profil rasa yang seimbang, tekstur konsisten, serta workability ciamik yang bikin para chef gampang mengolahnya. 

Biar konsistensi rasanya tetap terjaga, Callebaut menerapkan teknik Whole Bean Roasting dan memformulasikan Signature Bean Blend—hasil kombinasi biji kakao pilihan dari Pantai Gading (Ivory Coast), Ghana, dan Ekuador. 
Dikombinasikan sama warisan keahlian cokelat Belgia (Belgian Heritage) selama lebih dari 175 tahun, gak heran kalau Callebaut jadi brand kepercayaan para chef profesional di berbagai negara.

 

Melihat tren dessert premium yang terus glowing, Callebaut optimis banget kalau industri pastry dan dessert di Indonesia punya prospek yang super cerah. 

Menjamurnya specialty café, artisan bakery, hotel, hingga restoran mewah ngebuka ruang luas buat para chef untuk terus berinovasi—menciptakan kreasi yang gak cuma instagrammable, tapi juga juara dari segi kualitas rasa, teknik, dan experience.

Gak cuma itu, sebagai bentuk dukungannya buat industri ini, Callebaut juga aktif up-skilling para profesional lewat jaringan Callebaut Chocolate Academy, yang tiap tahunnya melatih lebih dari 110.000 artisan dan profesional cokelat di seluruh dunia. 

Lewat edukasi, kolaborasi, dan inovasi, Callebaut siap menginspirasi lahirnya dessert premium baru sekaligus bikin industri pastry dan bakery Indonesia makin level up!


(Callebaut Chocolate. Foto: Dok. YouTube Callebaut Chocolate)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH