KULINER

Jangan Asal Slurp! Ini Alasan Mie Imlek Gak Boleh Putus Tengah Jalan

Yatin Suleha
Selasa 17 Februari 2026 / 16:06
Ringkasnya gini..
  • Merayakan Imlek tentunya tidak bisa terlepas dengan makanan yang disajikan, salah satunya adalah mi (mie) panjang umur atau siu mie.
  • Siu mie memiliki bentuk yang panjang, hal ini adalah simbol harapan umur panjang seseorang.
  • Di balik semangkuk siu mie, ada doa agar orang-orang tersayang dapat berumur panjang, selalu sehat, dan diberikan rezeki.
Jakarta: Perayaan Imlek sangat kental dengan budaya dan tradisi Tionghoa. Momen ini bermakna sebagai pengingat akan pentingnya menjaga ikatan persaudaraan, siklus kehidupan, dan harapan akan hidup yang lebih baik. 

Merayakan Imlek tentunya tidak bisa terlepas dengan makanan yang disajikan, salah satunya adalah mi (mie) panjang umur atau siu mie.

Apa itu mi panjang umur? Siu mie menjadi makanan khas yang selalu hadir saat perayaan Imlek. Tidak hanya sekadar makanan, mi panjang umur memiliki makna yang dalam. Mi ini memiliki bentuk yang panjang, hal ini adalah simbol harapan umur panjang seseorang. 
 
Di balik semangkuk siu mie, ada doa agar orang-orang tersayang dapat berumur panjang, selalu sehat, dan diberikan rezeki yang terus mengalir tanpa henti. Dalam budaya Tionghoa, umur panjang adalah bentuk anugerah yang besar dan setara dengan kebahagiaan, kekayaan, dan kemakmuran.
 

Kenapa makan siu mie tidak boleh dipotong?



(Makan siu mie (mi panjang umur) tidak boleh dipotong karena melambangkan simbol umur panjang, kebahagiaan, dan rezeki yang tidak terputus dalam tradisi Tionghoa. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Dalam rilis yang dikeluarkan oleh PFI Mega Life, cara memakan mi ini pun cukup menarik. Menurut kepercayaan orang Tionghoa, saat memakan mi ini baiknya langsung diseruput hingga seluruh bagian mi masuk ke dalam mulut. 

Memotong atau menggigit mi panjang umur dipercaya dapat memutus keberuntungan dan makna yang ada di dalam mie tersebut. 

Selain itu, menyantap mi panjang umur bersama-sama dianggap dapat menjaga keharmonisan dan mempererat hubungan keluarga. Jika direnungkan lebih jauh, filosofi "panjang umur" yang ada di dalam mi panjang umur tidak hanya sekadar bertambahnya usia. 

Panjang umur juga berarti memiliki kualitas hidup yang baik dan kesehatan yang terjaga. Bertambahnya usia tidak hanya tentang selebrasi, tetapi juga tentang tanggung jawab besar untuk menjaga diri sendiri maupun keluarga.
 
Harapan untuk berumur panjang tentu perlu diiringi dengan upaya menjaga kesehatan seperti rajin berolahraga, makan sehat secara teratur, dan gaya hidup yang lebih seimbang. 

Namun, selain menjaga kesehatan fisik, ada satu hal penting yang tak kalah penting untuk dipikirkan secara bijak, yaitu bagaimana kita mempersiapkan masa depan.
   
Berumur panjang artinya juga akan melakukan perjalanan yang panjang dalam hidup. Dalam perjalanan tersebut, berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Sebagian dapat direncanakan, tetapi sebagian lainnya dapat datang tanpa diduga. Kondisi kesehatan, ekonomi, maupun hal-hal lain yang di luar kendali adalah bagian dari dinamika kehidupan.
 
Dari sinilah makna hidup panjang perlu dilihat melalui perspektif lain. Tidak hanya berharap untuk hidup lebih lama, tetapi juga memastikan bahwa perjalanan hidup akan lebih tenang dan terencana. Mempersiapkan perlindungan finansial menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH